Jawa dan Nusa Tenggara Jadi Daerah Krisis Air Paling Parah

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:20 WIB
Jawa dan Nusa Tenggara Jadi Daerah Krisis Air Paling Parah
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Pulau Jawa dan Nusa Tenggara jadi kawasan yang paling terdampak saat musim kemarau. Di sana paling rentan mengalami krisis air.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan bahwa krisis air bersih di beberapa daerah telah mencekik dan membebani masyarakat. Terutama masyarakat dari kalangan tidak mampu.

"Fokus pemerintah selama lima tahun mendatang kita fokus dulu pada daerah-daerah yang mengalami krisis air yakni di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, ini yang paling krisis," ujar Menteri PPN / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Selasa (23/7/2019).

Bambang menjelaskan bahwa khusus di Jawa, kasusnya itu bahkan penduduk yang dikategorikan miskin karena susah mendapatkan air hingga harus membeli air. Berarti bisa dibayangkan sudah kondisinya susah, harus mengeluarkan uang lagi hanya untuk membeli air bersih.

Maka dari itu pemerintah akan fokus pada penyediaan air sebagai kebutuhan dasar, melalui beberapa cara yakni dengan menambah sistem penyediaan air minum (SPAM) atau sumber airnya, menambah jaringan air untuk rumah tangga.

"Di Jakarta pun masih banyak daerah yang belum tersambung dengan jaringan rumah tangga. Jadi ini fokus kita ke depan, apalagi urbanisasinya sudah makin jelas, penduduk juga makin banyak, kebutuhan air meningkat, dan ketergantungan masyarakat terhadap air olahan juga semakin tinggi, hal ini mengganggu daya beli masyarakat." kata Kepala Bappenas tersebut.

Secara statistik sebetulnya Indonesia diuntungkan karena menjadi negara dengan curah hujan tertinggi di dunia, demikian juga potensi cadangan airnya termasuk air tanah.

Namun masalahnya hal tersebut tidaklah merata, dimana terdapat daerah yang surplus air karena sumber-sumber airnya banyak dengan pemakainya sedikit. Untuk daerah seperti Jawa dan kota-kota besar kondisinya malah terbalik, sumber airnya tidak memadai untuk kebutuhan penduduk.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah wilayah kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Hingga Selasa (23/7), BNPB mengidentifikasi sebanyak 55 kepala daerah di Indonesia telah menetapkan surat keputusan bupati dan wali kota tentang siaga darurat bencana kekeringan.

Provinsi yang wilayah kabupaten dan kotanya menetapkan status siaga darurat kekeringan antara lain di Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, wilayah kabupaten/kota yang terdampak kekeringan teridentifikasi berjumlah 75 kabupaten/kota, termasuk dua kabupaten di Bali. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Daerah Terancam Kekeringan, BNPB Akan Modifikasi Cuaca Selama 3 Bulan

7 Daerah Terancam Kekeringan, BNPB Akan Modifikasi Cuaca Selama 3 Bulan

News | Senin, 22 Juli 2019 | 20:17 WIB

Harga Cabai Kelewat Pedas di Ogan Komering Ulu, Tembus Rp 100 Ribu Per Kilo

Harga Cabai Kelewat Pedas di Ogan Komering Ulu, Tembus Rp 100 Ribu Per Kilo

News | Sabtu, 20 Juli 2019 | 18:51 WIB

Selama Juli, Kebutuhan Droping Air Bersih di DIY Meningkat

Selama Juli, Kebutuhan Droping Air Bersih di DIY Meningkat

Jogja | Sabtu, 20 Juli 2019 | 18:36 WIB

Tak Asal Tancap Gas, Begini Tips Naik Motor di Tengah Terpaan Angin

Tak Asal Tancap Gas, Begini Tips Naik Motor di Tengah Terpaan Angin

Otomotif | Kamis, 18 Juli 2019 | 17:01 WIB

Dampak Kemarau, Seribuan Keluarga di Cianjur Konsumsi Air Keruh

Dampak Kemarau, Seribuan Keluarga di Cianjur Konsumsi Air Keruh

Jabar | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:30 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB