Alumnus UI Negeri, Sekjen PSI Ajak Tolak Gaji 8 Juta

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:49 WIB
Alumnus UI Negeri, Sekjen PSI Ajak Tolak Gaji 8 Juta
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (Sekjen PSI) Raja Juli Antoni ikut meramaikan perbincangan hangat di media sosial, soal lulusan baru alias fresh graduate Universitas Indonesia (UI) yang mempermasalahkan gaji 8 juta.

Ia menyampaikan responsnya untuk topik tersebut dengan cara berkelakar.

Melalui akun Twitter-nya, Raja Juli Antoni mengajak lulusan baru dari universitasnya terdahulu untuk menolak gaji sebesar Rp8 juta.

Sebagai alumnus UI Negeri, ia berharap para alumni kampusnya itu ikhlas dalam bekerja.

"Sebagai alumni UI Negeri, saya sarankan kepada adik-adik fresh graduate untuk tolak gaji 8 juta. Alumni UI Negeri harus kerja dengan ikhlas," kicau @AntoniRaja, Sabtu (26/7/2019).

Pada cuitan tersebut, Raja Juli Antoni menyertakan foto sebagian gedung kampusnya untuk menjelaskan bahwa UI Negeri, yang merupakan almamaternya, bukanlah Universitas Indonesia, melainkan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

"Lillahi ta'ala. Li mardhatillah. Alumni UI pasti enggak ngerti hehehe," lanjutnya, bercanda.

Cuitan Raja Juli Antoni - (Twitter/@AntoniRaja)
Cuitan Raja Juli Antoni - (Twitter/@AntoniRaja)

Gurauan Raja Juli Antoni rupanya cukup berhasil membuat warganet tertawa.

"UI Negeri (emoji tertawa)," komentar @AnasImron.

"Berarti yang heboh kemarin dari UI swasta ya Bang?" gurau @AdzimiAgung.

"Wekeekkekkek," tawa penulis Okky Madasari.

Belum lama ini, jagat Twitter diramaikan oleh sebuah unggahan viral dari seseorang yang mengaku lulusan baru (fresh graduate) Universitas Indonesia (UI).

Dalam unggahan tersebut, ia melontarkan kekecewaan karena menurutnya, tawaran gaji sebesar Rp8 juta tak sesuai untuk dirinya sebagai lulusan kampus ternama.

Unggahan tersebut berupa foto yang tampaknya berasal dari fitur story Instagram, dengan latar belakang merah muda keunguan dan tulisan bertipe huruf 'Modern'.

"Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri. Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok," bunyi unggahan itu, yang kini viral dan mendatangkan hujatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Terapkan Kebijakan Ahok, Sindiran Kocak Ditjen Pajak Soal #Gaji8Juta

Anies Terapkan Kebijakan Ahok, Sindiran Kocak Ditjen Pajak Soal #Gaji8Juta

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 07:10 WIB

Gaji Pertama Jauh di Bawah 8 Juta, Yunarto: Lulusan Terbaik Enggak Bawel

Gaji Pertama Jauh di Bawah 8 Juta, Yunarto: Lulusan Terbaik Enggak Bawel

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 19:04 WIB

Viral Lulusan UI Protes Gaji Rp 8 Juta, Ditjen Pajak Beri Sindiran Kocak

Viral Lulusan UI Protes Gaji Rp 8 Juta, Ditjen Pajak Beri Sindiran Kocak

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 17:34 WIB

Gaji 8 Juta mah Lewat! 3 Wanita Ini Punya Pekerjaan Unik dan Dibayar Tinggi

Gaji 8 Juta mah Lewat! 3 Wanita Ini Punya Pekerjaan Unik dan Dibayar Tinggi

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:35 WIB

Viral Gaji 8 Juta, Ini Rekomendasi 4 Hotel di Bali untuk Belanjakan Uang

Viral Gaji 8 Juta, Ini Rekomendasi 4 Hotel di Bali untuk Belanjakan Uang

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2019 | 13:33 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB