Festival Literasi Sekolah ke-3 dari Kemendikbud, Ini Tujuannya...

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Festival Literasi Sekolah ke-3 dari Kemendikbud, Ini Tujuannya...
Festival Literasi Sekolah. (Dok : Kemendikbud)

Literasi diharapkan dapat mendorong tumbuh-kembangnya kemandirian dan inovasi warga sekolah.

Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), kembali menggelar Festival Literasi Sekolah (FLS) ke-3 tahun 2019. Kegiatan ini berlangsung pada 25 - 29 Juli 2019, di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

FLS 2019 secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, kemarin, Jumat (26/7/2019).

Plt Diretur Jenderal Dikdasmen Kemendikbud, Didik Suhardi berharap, gerakan literasi yang dijalankan, terutama di satuan pendidikan dapat mendorong tumbuh-kembangnya kemandirian dan inovasi warga sekolah.

“Di era Revolusi Industri 4.0, kemandirian dan inovasi merupakan dua komponen penting agar dapat menghadapi persaingan di abad 21,” ucapnya.

Selain itu, Didik juga menyampaikan, FLS ke-3 tahun 2019 ini adalah upaya  Kemendikbud untuk meningkatkan budaya literasi, mulai dari membaca, menulis literasi terhadap IT, serta untuk memotivasi agar gerakan literasi di sekolah dapat berjalan dengan baik dan benar.

“Gerakan literasi sekolah dilaksanakan di seluruh sekolah, dengan melibatkan 45,2 juta siswa di seluruh Tanah Air, baik yang ada di perkotaan, maupun di pedesaan. Harapan kami, literasi akan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan SMA (PSMA), Purwadi Sutanto juga mengatakan, kegiatan ini merupakan apresiasi bagi sekolah, kegiatan masyarakat dan kelompok sukarelawan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Kendati demikian, masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yakni mengatasi ketimpangan literasi di daerah-daerah terpencil.

“Ini memang menjadi tantangan kita bersama, yang membutuhkan kerja sama semua pihak untuk meningkatkan literasi di daerah-daerah terpencil,  agar kualitas pendidikan di Indonesia lebih baik lagi,” ujarnya.

Ajang tahunan yang sudah menginjak tahun ke-3 pelaksanaan ini terdiri dari dua acara besar.

Pertama, lomba literasi. Lomba ini melibatkan 704 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Indonesia. Ke-704 siswa tersebut akan berlaga di 25 jenis lomba, antara lain, lomba menulis cerpen, mencipta komik digital, dan vokasi moda literasi bergerak.

Perlombaan akan berlangsung di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Kedua, Festival Literasi. Acara ini digelar di Plaza Insan Berprestasi dan Perpustakaan Kemendikbud dalam bentuk diskusi, pelatihan, peluncuran dan bedah buku, serta pemutaran film. Acara tersebut melibatkan sekitar 100 narasumber dari berbagai unsur, diantaranya dari kalangan guru, siswa, kepala sekolah, penggiat literasi, praktisi pendidikan, blogger, vlogger, sastrawan, akademisi, penulis belia dan dewasa, pekerja film, lembaga swadaya masyarakat, dan birokrat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS