Kemenkes Disebut Cuek soal Zat Berbahaya Terkait Kebocoran Minyak Pertamina

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 29 Juli 2019 | 21:21 WIB
Kemenkes Disebut Cuek soal Zat Berbahaya Terkait Kebocoran Minyak Pertamina
Tumpahan minyak milik Pertamin meluber di tujuh desa di Karawang. (antara).

Suara.com - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyentil Kementerian Kesehatan yang cuek akan dampak dari kebocoran pada pengeboran minyak bumi oleh PT. Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat.

Diduga, tumpahan minyak dari kebocoran itu mengakibatkan munculnya limbah dengan zat berbahaya, yakni Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) yang dapat mengganggu kesehatan nelayan, dan juga kelangsungan hidup biota laut.

Koordinator Jatam Nasional, Merah Johansyah bahwa kebocoran yang terjadi sejak 12 Juli 2019 dari pengeboran minyak pada anjungan YY-1 Pertamina itu berdampak kepada pencemaran limbah di laut dan pesisir Karawang hingga kawasan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Limbah yang ditemukan karena bocornya pengeboran minyak Pertamina di Karawang. (Suara.com/Ria Rizki).
Limbah yang ditemukan karena bocornya pengeboran minyak Pertamina di Karawang. (Suara.com/Ria Rizki).

Merah menyayangkan Kementerian Kesehatan yang tidak sigap melihat nelayan dan keluarganya yang setiap hari harus mengirup bau yang menyengat.

"Saya turun di sana, langsung sakit kepala saya, mencium aromanya namanya Polycyclic Aromatic Jydrocarbons memang sangat berbahaya apalagi tidak ada pengecekan ambien udara yang dilakukan," kata Merah dalam konferensi pers yang dilakukan di kawasan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

Koordinator JATAM Nasional, Merah Johansya. (kanan) saat jumpa pers terkait aksi pengeboran minyak bumi yang dilakukan PT Pertamina di Karawang, Jabar. (Suara.com/Ria Rizki).
Koordinator JATAM Nasional, Merah Johansya. (kanan) saat jumpa pers terkait aksi pengeboran minyak bumi yang dilakukan PT Pertamina di Karawang, Jabar. (Suara.com/Ria Rizki).

"Kementerian Kesehatan pun tidak turun jadi badan pemerintah ini enggak ada yang muncul di lapangan," sambungnya.

Dengan demikian, Jatam bersama Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah cepat demi kesehatan para penduduk di kawasan sepanjang pesisir.

Merah mengungkapkan bahwa sejatinya pemerintah bisa membangun posko kesehatan di lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penduduk yang terpapar zat-zat berbahaya tersebut.

"Termasuk ada tidaknya senyawa kimia berbahaya seperti PAH yang secara umum biasa ditemukan dalam daur hidup ekstraksi sampai dengan konsumsi produk hidrokarbon," ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut, Jatam dan Kiara juga menganjurkan kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk mengamankan warga di wilayah pesisir padat huni yang posisinya paling dekat dengan YYA-1 Pertamina. Evakuasi terhadap penduduk yang masuk golongan bayi, anak-anak, perempuan dan warga lansia juga diminta Jatam agar tidak terpapar zat-zat kimia berbahaya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Pertamina Bocor di Pesisir Karawang, JATAM: Ini Bencana Industri

Minyak Pertamina Bocor di Pesisir Karawang, JATAM: Ini Bencana Industri

News | Senin, 29 Juli 2019 | 17:14 WIB

Minyak Pertamina Tumpah, Pantai Sedari Karawang Tercemar

Minyak Pertamina Tumpah, Pantai Sedari Karawang Tercemar

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 06:20 WIB

Tujuh Desa di Karawang Mendadak Hitam karena Tumpahan Minyak Pertamina

Tujuh Desa di Karawang Mendadak Hitam karena Tumpahan Minyak Pertamina

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 21:59 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:15 WIB

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:04 WIB

Malaysia Pesta Gol di SUGBK, Gebuk Bangladesh Arif Aiman Jadi Bintang

Malaysia Pesta Gol di SUGBK, Gebuk Bangladesh Arif Aiman Jadi Bintang

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

Pengamat Soroti Temuan 'Kamar Sultan' Lapas Cibinong: Bukti Runtuhnya Moral Pemidanaan

Pengamat Soroti Temuan 'Kamar Sultan' Lapas Cibinong: Bukti Runtuhnya Moral Pemidanaan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir

I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

Park Ji Hyun Cetak Sejarah Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Park Ji Hyun Cetak Sejarah Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:50 WIB

×