Gubernur Papua Perintahkan Pendataan Ulang Pengungsi Nduga

Chandra Iswinarno

Selasa, 30 Juli 2019 | 19:25 WIB
Gubernur Papua Perintahkan Pendataan Ulang Pengungsi Nduga
Gubernur Papua Lukas Enembe. [Antara]

Suara.com - Simpang siurnya informasi jumlah pengungsi di Kabupaten Nduga membuat Gubernur Papua Lukas Enembe meminta agar dilakukan pendataan ulang.

Langkah itu diminta dilakukan untuk mendapatkan data valid mengenai jumlah pengungsi di kabupaten tersebut, setelah beredarnya kabar pengungsi di Nduga ada yang meninggal dari media sosial.

Lukas mengatakan kini pendistribusian bantuan bagi pengungsi di Kabupaten Nduga sudah dilakukan OPD terkait.

"Pada intinya Dinas Sosial Provinsi Papua sudah bergerak dan mendistribusikan bantuan bagi para pengungsi di Kabupaten Nduga," katanya seperti diberitakan Antara pada Selasa (30/7/2019).

Menurut Lukas, permasalahan konflik yang terjadi di Nduga seharusnya bisa ditangani sejak dini dengan langkah yang tepat sehingga tidak berlarut-larut.

Senada dengan Lukas Enembe, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan penanganan permasalahan di Kabupaten Nduga tidak hanya dilakukan secara sepihak, namun harus secara komprehensif.

"Bukan hanya persoalan penarikan pasukan semata, sehingga kini Dinas Sosial masih melakukan pendataan untuk memperoleh data yang valid di mana selanjutnya ditangani secara komprehensif," katanya.

Sekadar diketahui, penyebab mengungsinya warga di Kabupaten Nduga pada awalnya adalah dengan adanya kasus penembakan pada Desember 2018 yang menewaskan 18 orang di Kali Yigi maupun Kali Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Berawal dari kasus penembakan ini, warga di Kabupaten Nduga pun akhirnya mengungsi di lima kabupaten yang berbatasan dengan wilayah tersebut di antaranya Puncak, Lanny Jaya, Jayawijaya.

baca juga

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Papua, jumlah pengungsi yang tersebar di beberapa daerah tersebut mencapai 8 ribu jiwa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos: 53 Orang Pengungsi Nduga Meninggal

Kemensos: 53 Orang Pengungsi Nduga Meninggal

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 05:47 WIB

Pemprov Papua Akan Mengecek Kabar Pengungsi Nduga yang Meninggal

Pemprov Papua Akan Mengecek Kabar Pengungsi Nduga yang Meninggal

News | Senin, 22 Juli 2019 | 18:18 WIB

Kemensos Pastikan Bantuan Pengungsi Nduga Tahap II Tersalurkan Minggu Ini

Kemensos Pastikan Bantuan Pengungsi Nduga Tahap II Tersalurkan Minggu Ini

News | Senin, 22 Juli 2019 | 10:20 WIB

Terkini

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

×