Utas Jual-Beli NIK dan KK Dilaporkan Kemendagri, @hendralm: Speak Up Salah?

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 31 Juli 2019 | 09:57 WIB
Utas Jual-Beli NIK dan KK Dilaporkan Kemendagri, @hendralm: Speak Up Salah?
Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)

Suara.com - Utas seorang pengguna Twitter tentang temuan dugaan jual-beli data pribadi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) berbuntut panjang.

Kabar terakhir menyebutkan, pemilik akun @hendralm itu kaget dan heran lantaran dirinya dilaporkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas utas tersebut.

Ia tak habis pikir karena dianggap mencemarkan nama baik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

"Lah ini gimana? Kenapa saya yang malah jadi dilaporin? So far saya bikin thread mention sana-sini supaya kasus ini dapat perhatian dari pemerintah dan supaya masyarakat lebih waspada terhadap data pribadinya sendiri. Kenapa malah saya yang dilaporkan?" kicau @hendralm, Selasa (30/7/2019), yang langsung mendapat banyak retweet, mencapai 16 ribu.

"Apa saya salah speak up masalah ini? Apa saya seharusnya diam saja nunggu temen, keluarga, bahkan saya sendiri jadi korban penyalah gunaan data pribadi? Saya dapat ancaman dari anggota grup tersebut, sekarang dapet berita ini juga. Waw indah banget kehidupan," imbuhnya.

Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)
Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)

Akun dengan jumlah pengikut 33 ribu ke atas ini juga mengaku kapok telah memberanikan diri untuk speak up, atau mengungkap temuannya ke publik.

"Saya bilang ke orang tua saya, mama papa saya nangis. Udahlah udah beres kasus ini enggak akan lagi lagi speak up soal apa-apa, mau delete akun aja.

Akhir akhir ini saya depresi masalah skripsi, masalah ini, masalah yang ancem, sekarang tambah lagi ini. Makasih," ungkap @hendralm.

Sebelumnya, @hendralm membuat utas yang mengejutkan banyak orang di Twitter pada Jumat (26/7/2019) lalu.

baca juga

"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampai jutaan data. Gila gila gila," tulis @hendralm, mengawali mengawali utas yang telah di-retweet sampai 35 ribu kali itu.

Tak hanya itu, berdasarkan temuan @hendralm dari grup Facebook DREAM MARKET OFFICIAL, pelaku jual-beli NIK dan KK bahkan memiliki persediaan swafoto orang yang memegang KTP. Data-data tersebut ditawarkan dengan harga mulai dari Rp5 ribu.

Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)
Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)

Berdasarkan isi percakapan dari tangkapan layar grup, seorang pengguna Facebook bahkan mengaku memiliki NIK dan KK warga satu kecematan.

"Bayangin itu grup isinya 71 ribu orang, isinya kebanyakan jual-beli data. Aku baca-baca, mereka jual-beli data buat registrasi nomor HP sama daftar pay later. Halo @traveloka harap hati-hati sama yang ngajuin daftar pay later tapi pakai data orang lain," cuit @hendralm.

Dirinya juga menambahkan imbauan agar warga waspada jika dimintai swafoto memegang KTP karena cara tersebut bisa jadi modus untuk mencuri data.

Ia pun berniat menyadarkan masyarakat dan meminta pihak-pihak berwenang untuk menindaklanjuti kasus tersebut, dengan me-mention akun Twitter @DivHumas_Polri, @CCICPolri, dan @kemkominfo.

Namun, setelah temuannya ramai dibicarakan, @hendralm mengabarkan bahwa akun Facebook-nya telah diblokir oleh grup DREAM MARKET OFFICIAL, yang kemudian disebutkan berganti nama menjadi JUAL BELI ALL GAME.

Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)
Utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@hendralm)

Dari viral-nya utas tersebut, @hendralm juga menunjukkan laporan dari beberapa warganet yang pernah menjadi korban. Di antaranya didatangi debt collector padahal tak memiliki akun Traveloka pay later.

Sayangnya, sejak saat itu, @hendralm malah mendapat ancaman keselamatan yang dikirim melalui pesan pribadi di akun media sosial.

Pada Selasa (30/7/2019), akun resmi Twitter Divisi Humas Polri akhirnya angkat bicara terkait temuan @hendralm itu.

"Polri sedang menyelidiki dugaan adanya jual-beli data kependudukan di media sosial. Data yang dijual-belikan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Hal tersebut perlu segera ditindaklanjuti, karena rentan disalahgunakan," kicau @DivHumas_Polri.

"Masih dianalisis oleh Tim Siber Bareskrim Polri tentang adanya info jual-beli data kependudukan di media sosial," ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dr Dedi Prasetyo, MHum, MSi, MM, Senin (29/7)," lanjutnya.

Tanggapan kepolisian soal utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@DivHumas_Polri)
Tanggapan kepolisian soal utas pencurian data NIK & KK - (Twitter/@DivHumas_Polri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendagri Minta Kominfo Hapus Foto KTP dan KK di Medsos

Kemendagri Minta Kominfo Hapus Foto KTP dan KK di Medsos

Tekno | Selasa, 30 Juli 2019 | 19:12 WIB

Terungkap! Apple Siri Bisa Mendengarkan Pembicaraan Penggunanya

Terungkap! Apple Siri Bisa Mendengarkan Pembicaraan Penggunanya

Tekno | Selasa, 30 Juli 2019 | 08:38 WIB

Kemendagri: FPI Berhak Urus Perpanjangan Izin Ormas

Kemendagri: FPI Berhak Urus Perpanjangan Izin Ormas

News | Senin, 29 Juli 2019 | 15:58 WIB

Jangan Sembarangan Unggah Data KTP dan KK ke Medsos, Ini Akibatnya

Jangan Sembarangan Unggah Data KTP dan KK ke Medsos, Ini Akibatnya

News | Minggu, 28 Juli 2019 | 12:28 WIB

Akses Data Penduduk Diberi ke Swasta, Ombudsman Akan Temui Dirjen Dukcapil

Akses Data Penduduk Diberi ke Swasta, Ombudsman Akan Temui Dirjen Dukcapil

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 10:14 WIB

Terkini

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:38 WIB

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:21 WIB