Negaranya Sedang Perang, Seorang Bocah Salah Mengira Bom Sebagai Mainan

Vania Rossa

Senin, 12 Agustus 2019 | 05:23 WIB
Negaranya Sedang Perang, Seorang Bocah Salah Mengira Bom Sebagai Mainan
Ilustrasi bom (Shutterstock).

Suara.com - Seorang anak asal Jabri, Pakistan, sebuah desa yang terletak di pedalaman Lembah Neelum yang berpegunungan, salah mengira bom tandan sebagai mainan.

Dikutip dari Antara, hal ini dipicu ketika akhir bulan lalu, desa yang biasanya jauh dari baku tembak antara India dan Pakistan ini, berubah menjadi ajang tempur ketika gempuran-gempuran artileri India menghantam desa itu. Ayan Ali, seorang bocah yang berusia empat tahun, menemukan sebuah bom yang tak meledak saat bermain, dan mengiranya sebagai mainan.

"Dia menemukan sebuah bom yang tampak seperti mainan dan membawanya ke sini," ujar Abdul Qayyum, paman Ali, menunjuk ke rumah mereka.

Ali memperlihatkan 'mainan' itu ke saudara-saudaranya ketika keluarga sedang duduk sarapan. Benda itu meledak, menewaskan Ali dan mencederai delapan saudaranya, ibunya dan sepupunya.

"Mereka berusaha merebutnya dari tangan Ali dan kemudian meledak. Ia meninggal di tempat kejadian," kata Qayyum, menambahkan bahwa dua anak-anak masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Militer Pakistan mengatakan banda itu adalah bom tandan, sebuah senjata yang dapat melepaskan bom-bom lebih kecil dan dapat membunuh atau melukai orang-orang di sebuah kawasan luas. Jenis senjata tersebut dilarang berdasarkan Konvensi Jenewa yang mengatur peperangan internasional

Pemerintah dan tentara India membantah tuduhan itu, dan dua perwira angkatan darat mengatakan kepada Reuters bahwa gempurannya melintasi perbatasan sudah terarah dan sebagai balasan atas serangan oleh Pakistan.

Dalam kunjungan ke kawasan Jabri pada Jumat, seorang wartawan Reuters tak dapat secara bebas memverifikasi jenis benda tersebut yang telah merenggut nyawa Ali kendati tanda-tanda kerusakan di rumah itu terlihat.

Sebuah lubang kecil di lantai semen menandai tempat Ali berdiri ketika benda tersebut meledak.

"Anak-anak sedang bermain dan kemudian terdengar ledakan keras. Asap tersebar kemana-mana. Saya tak dapat melihat apa-apa," kata Sadaf Siddiq, kakak perempuan Ali.

Militer Pakistan sendiri mengatakan mereka sudah membersihkan sejumlah benda yang tak meledak dari kawasan itu. Seorang perwira militer menunjukkan benda berukuran mainan yang dikatakannya bagian dari satu bom tandan, yang tak dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Baku tembak di perbatasan telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan di mana India dan Pakistan menuding satu sama lain melakukan pelanggaran perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kendali sepanjang 740 km yang merupakan tapal batas de facto di kawasan Kashmir yang direbutkan oleh kedua negara.

Ketegangan-ketegangan meningkat pekan ini setelah India mencabut hak-hak khusus negara bagian Jammu dan Kashmir untuk menetapkan undang-undang sendiri, menahan ratusan pemimpin politik dan aktivis, serta memutus hampir semua komunikasi dari Kashmir India.

Kedua negara mengklaim Kashmir dan dua dari tiga perang mereka terjadi atas kawasan Himalaya itu, yang mereka perselisihkan sejak pemisahan dan kemerdekaan dari kekuasaan kolonial Inggris tahun 1947.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Buta Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Somalia

Perempuan Buta Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Somalia

News | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 06:23 WIB

Ledakan Bom Warnai KTT ASEAN di Bangkok, 4 Orang Luka

Ledakan Bom Warnai KTT ASEAN di Bangkok, 4 Orang Luka

News | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 06:54 WIB

Kacau, Didonasikan untuk Riset, Jasad Sang Ibu Malah untuk Uji Ledakan Bom

Kacau, Didonasikan untuk Riset, Jasad Sang Ibu Malah untuk Uji Ledakan Bom

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 17:05 WIB

Terkini

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:29 WIB

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:23 WIB

Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:16 WIB

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:14 WIB

Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir

Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:00 WIB

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:47 WIB

Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot

Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:39 WIB

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:39 WIB

Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat

Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:31 WIB