BPIP: Polemik Salib Ustaz Somad Harus Dihentikan, Bisa Pecah Umat

Pebriansyah Ariefana
BPIP: Polemik Salib Ustaz Somad Harus Dihentikan, Bisa Pecah Umat
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan tausyiah di Pondok Pesantren Serambi Aceh Desa Meunasah Rayeuk, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Jumat (8/3/2019). [Antara/Syifa Yulinnas]

Jika tidak itu bisa menimbulkan perpecahan antarumat beragama di Indonesia.

Suara.com - Rohaniwan Katolik sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengatakan polemik terkait dengan pernyataan Ustaz Abdul Somad soal salib atau salib Ustaz Somad harus segera dihentikan. Jika tidak itu bisa menimbulkan perpecahan antarumat beragama di Indonesia.

Ustaz Somad yang dalam ceramahnya menyinggung simbol agama Katolik itu sebaiknya memiliki iktikad baik untuk mengklarifikasi pernyataannya dan meminta maaf kepada umat kristiani, kata Romo Benny. Selain itu, pemuka agama lain juga perlu menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan ketenangan di kalangan masyarakat.

"Soal viralnya video Ustaz Abdul Somad di media sosial itu harus segera dihentikan polemiknya supaya tidak berlarut-larut. Saatnya bangsa Indonesia ini merajut kebersamaan untuk membangun bangsa, saling menghargai dan saling menghormati antarmasyarakat," kata Romo Benny, Minggu (18/8/2019).

"Sebaiknya dia punya iktikad baik untuk klarifikasi. Kalau mau minta maaf, itu lebih baik lagi. Selain itu, perlu pemuka agama lain untuk memberikan pernyataan yang dapat menenangkan situasi ini," tambahnya.

Sebelumnya, beredar potongan video ceramah Abdul Somad yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Ustaz Somad mengatakan hal itu untuk menanggapi pertanyaan salah satu anggota jemaahnya yang menggigil hatinya ketika melihat salib.

"Apa sebabnya? Saya selalu terbayang salib, jin kafir sedang masuk karena di salib itu ada jin kafir. Dari mana masuknya jin kafir? Dari patung (yang) kepalanya ke kiri apa ke kanan?" kata Somad sambil melapangkan kedua tangannya menirukan bentuk corpus pada salib di Gereja Katolik.

Ustaz Somad pun menanggapi dugaan penistaan agama tersebut dengan tiga pernyataan bahwa dia hanya menanggapi pertanyaan anggota jemaah, kajian dalam video tersebut disampaikan secara tertutup di dalam masjid, serta kejadian itu sudah lama.

"Pengajian itu lebih 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, 1 jam pengajian dilanjutkan dengan tanya jawab," kata Somad dalam video yang diunggah akun YouTube FSRMM TV pada hari Minggu. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS