Ketua MPR Sindir Ceramah Salib Ustaz Somad Sebuah Kemunduran

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Ketua MPR Sindir Ceramah Salib Ustaz Somad Sebuah Kemunduran
Ketua MPR Zulkifli Hasan. (Suara.com/Yasir)

Kekinian tidak sepantasnya ada lagi pihak-pihak yang menyinggung terkait persolan SARA, kata Zulkifli Hasan.

Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menilai dugaan kasus penistaan agama yang menjerat Ustaz Abdul Somad atau Ustaz Somad merupakan bentuk kemunduran. Zulhas mengatakan permasalahan terkait suku, agama, ras dan antara golongan atau SARA sejatinya telah terselesaikan di zaman nenek moyang.

Menurutnya, kekinian tidak sepantasnya ada lagi pihak-pihak yang menyinggung terkait persolan SARA. Sebab, hal itu dinilainya justru sebagai bentuk kemunduran.

"Soal suku, agama itu sudah kelar 74 tahun yang lalu. Jadi para nenek moyang kita, pendiri negeri ini sudah menyelesaikan itu. Jangan mundur lagi," kata Zulhas usai menghadiri acara Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Oleh karena itu, Zulhas pun mengajak semua pihak untuk lebih memikirkan kemajuan bangsa kedepan. Daripada, kata dia, kembali menyingung soal permasalahan berkaitan dengan SARA.

"Kita ke depan untuk apa, merdeka, bersatu," ujarnya.

Ustaz Abdul Somad atau UAS dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur atau NTT. Pihak yang melaporkan adalah Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, Sabtu (17/8/2019).

Mereka menilai Ustaz Somad menistakan salib dan patung Yesus. Keduanya simbol Katolik dan Kristen Protestan. Ustaz Somad disebut telah menyinggung salib yang terekam dalam video ceramahnya di media sosial.

Dalam video itu UAS mengatakan, salib didiami oleh jin kafir karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, ia menyebutnya sebagai 'lambang kafir'.

Tak diketahui pasti lokasi dan waktu ceramah UAS di video itu, tetapi banyak warganet yang tak berkenan dengannya.

Sebelumnya, Politikus Partai Nasdem Birgaldo Sinaga juga ikut memberikan komentar untuk UAS di Facebook dan Instagram pada Jumat.

Melalui sebuah catatan yang cukup panjang, Birgaldo Sinaga menerangkan, hinaan dari UAS tak memiliki pengaruh pada keagungan Tuhan yang ia percaya. Namun ia dibuat resah dengan sikap intoleransi, yang menurutnya ditunjukkan oleh UAS lewat ceramah soal salib itu.

Menurut Birgaldo Sinaga, sikap tersebut merupakan bibit terorisme, sehingga ia mendesak negara supaya segera bertindak. Dalam pernyataan persnya, Ketua PMKRI Cabang Maumere Rio Fernandez menilai ceramah Ustaz Somad melukai perasaan umat Katolik dan Protestan.

Selain PMKRI dan Forkoma, Brigade Meo Nusa Tenggara Timur juga melaporkan Ustaz Somad. Kali ini ormas itu melaporkan Ustaz Somad atas dasar penistaan agama. Laporan itu dibuat ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS