Jarak Kediaman Tri Susanti dan Asrama Papua Disorot, Warganet Curiga

Rendy Adrikni Sadikin

Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:20 WIB
Jarak Kediaman Tri Susanti dan Asrama Papua Disorot, Warganet Curiga
Tri Susanti. (Beritajatim.com/Nyuciek Asih)

Suara.com - Sosok perempuan bernama Tri Susanti menjadi buah bibir di jagat maya usai mengaku menyaksikan aksi pembuangan bendera merah putih di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

"Setelah ditinggal, ternyata bendera tersebut dimasukkan ke selokan dan (tiangnya) dipatah-patahkan, ini yang akhirnya menimbulkan kemarahan dari ormas dan masyarakat," ujar Tri Susanti dalam tayangan iNews.

Tri Susanti. (Twitter)
Tri Susanti. (Twitter)

Setelah sosoknya viral, banyak warganet memburu jejak digital sosok yang mengaku korlap aksi ormas di asrama Papua itu. Termasuk, warganet yang menyoroti jarak rumah Tri Susanti dan asrama Papua.

Berawal dari cuitan akun jejaring sosial Twitter @MasihYGKemarin yang mempertanyakan keberadaan Tri Susanti di area asrama mahasiswa Papua. Di tayangan televisi, Tri Susanti diidentifikasikan sebagai warga.

Pun akun @MasihYGKemarin mengenali Tri Susanti sebagai saksi tim Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam sidang gugatan hasil pemilihan presiden (pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tri Susanti ini yang ada di Sidang MK pendukung 02. Kok beliau bisa ada di area asrama Papua, Jawa Timur dan mengeluarkan statement serta wawancara di TV mengatakan kalau anak Papua yang merusak bendera Indonesia, dan lain-lain. Apa dia punya bukti? Ada apa ini? #PapuaBukanMonyet #saveabujanda," cuit akun @MasihYGKemarin.

Beberapa warganet, melalui cuitan, mempertanyakan jarak kediaman Tri Susanti dan asrama Papua tersebut. Sebab, berdasarkan kesaksiannya di MK, Tri Susanti mengaku berasal dari Kenjeran.

Akun @MasihYGKemarin pun mengunggah rekaman video yang berisi cuplikan pengakuan Tri Susanti terkait kediamannya.

"(Ditanya hakim dari mana) Surabaya. (Ditanya hakim soal pekerjaan) ibu rumah tangga. (Ditanya hakim soal lokasi tepat kediamannya) Kenjeran," ujar Tri Susanti dalam cuplikan video tersebut.

baca juga
Kemunculan Tri Susanti yang dibongkar melalui jejak digital. (Twitter)
Kemunculan Tri Susanti yang dibongkar melalui jejak digital. (Twitter)

Pun @MasihYGKemarin mempertanyakan jarak antara Kenjeran dan asrama Papua yang beralamat di Jalan Kalasan No 10, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya tersebut.

"Alamat asrama Papua Jl Kalasan No 10, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60131 nah Kenjeran ini apa dekatan atau bagaimana?" cuit akun @MasihYGKemarin.

Pengguna akun @dvd_wjy berkicau jarak tempuh yang dihitung menggunakan aplikasi Google Maps dari Kenjeran ke Tambaksari sejauh 4,7 kilometer.

"Jarak tempuh 4,7 km, Kenjeran ke Tambaksari. Yang menarik, kehadiran Tri Susanti ini dahulu terkait Relawan 01 dan Saksi di Gugatan MK, kemudian saat wawancara TV di TKP Asrama Papua Tri Susanti sebagai warga (beda Kecamatan). Orang yang samakah? Kebetulankah?" cuit akun @dvd_wjy.

Akun @MasihYGKemarin pun mengaku bahwa jarak 4 kilometer itu tidak dekat.

Tak pelak, perihal jarak tersebut menuai kecurigaan para warganet. Beberapa di antaranya berkicau melontarkan komentarnya.

"Jauh banget itu, Mas," kicau akun @zubhan08.

"Antara Kenjeran dan Tambak Sari jauh lah..." cuit akun @tanzania48.

"Aneh ya... orang mereka yang berada di sana dari awal penyerangan... padahal belom ada saksi yang melihat mahasiswa Papua pelaku ya.. kenapa langsung di besarkan dan disebarluaskan di grup WA ya mereka.." kicau akun @EndiWidjajaK.

"Kalau tidak salah ibu ini dulu bilang tinggal di Kenjeran nah sedangkan alamat asrama Papua. Jl. Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya. Nah apa beliau ini 1 RT atau beda?" cuit @MasihYGKemarin.

Minta maaf

Tri Susanti, koordinator lapangan aksi organisasi kemasyarakatan Surabaya, salah satu perwakilan masyarakat yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) meminta maaf di depan media.

Permintaan maaf ini terkait adanya salah satu oknum yang meneriakkan kalimat rasis.

Susi memberikan alasan jika pihaknya mendatangi AMP hanya untuk membela Merah Putih yang isunya dirusak hingga dibuang.

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” kata Tri Susanti di Mapolda, seperti dikutip SUARA.com dari jaringan partner Beritajatim.com, Selasa (20/8/2019).

Susi mengimbuhkan, “kami ini hanya ingin menegakkan bendera merah putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak untuk memasang. Jadi ini bukan agenda yang pertama kali.”

Selain itu, Susi menegaskan pihaknya juga tak melakukan pengusiran kepada mahasiswa. Dia hanya ingin bendera merah putih dapat berkibar di AMP.

“Jadi kami tidak berkeinginan untuk menolak mengusir kepada mereka, kami hanya ingin di asrama tersebut ada bendera merah putih. Tujuan utama kita hanya fokus untuk memasang bendera merah putih aja,” lanjutnya.

“Kalau dibilang bahwa masyarakat Surabaya terjadi bentrok atau ada teriakan rasis, itu sama sekali tidak ada. Jadi kami hanya selama bendera merah putih berkibar dan tujuan kami hanya itu dan kami mohon juga pada rekan-rekan bawa ormas dan masyarakat Surabaya hanya untuk merah putih,” ujarnya.

Tri Susanti warga Kenjeran Surabaya ini pernah menjadi saksi salah satu kubu dalam sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi beberapa bulan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korlap yang Kepung Asrama Mahasiswa Papua Ternyata Saksi Prabowo di MK

Korlap yang Kepung Asrama Mahasiswa Papua Ternyata Saksi Prabowo di MK

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:43 WIB

Korlap Aksi di Asrama Papua Kader Gerindra, Fadli Zon Bakal Investigasi

Korlap Aksi di Asrama Papua Kader Gerindra, Fadli Zon Bakal Investigasi

Jatim | Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:32 WIB

Terbongkar, Jejak Digital Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

Terbongkar, Jejak Digital Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:51 WIB

Usai Geruduk Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ormas Tri Susanti Minta Maaf

Usai Geruduk Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ormas Tri Susanti Minta Maaf

Jatim | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×