Twitwar Tengku Zul vs Yunarto Wijaya soal Asing, Ujungnya Puji Soeharto

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 17:25 WIB
Twitwar Tengku Zul vs Yunarto Wijaya soal Asing, Ujungnya Puji Soeharto
Ustaz Tengku Zulkarnain dan Yunarto Wijaya. (Twitter)

Suara.com - Perang kicauan alias Twitwar terjadi antara Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain dan bos lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Mulanya, Tengku Zul melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @ustadtengkuzul, menyindir kondisi kekinian. Menurutnya, pihak asing memberikan bantuan secuil, tapi meraup selaut.

"Dulu di era penjajah, anak bangsa ini miskin, mengemis ke sana ke mari, ada orang asing yang 'dikatakan baik' karena memberi serupiah dua rupiah atau seketip dua ketip pada pribumi anak jajahannya. Jangan sampai sekarang seperti itu, orang serakah dibilang baik karena memberi secuil, meraup selaut," cuit Tengku Zul dikutip Suara.com, Jumat (23/8/2019).

Cuitan Tengku Zul menggelitik Yunarto Wijaya untuk memberikan komentar. Dia lalu berkicau melalui akun Twitter yang dikelolanya, @yunartowijaya.

Menurut dia, jika memang seperti itu, Tengku Zul disarankan tidak menggunakan rel kereta buatan Belanda dan memintanya jalan kaki ke Bandung.

"Rel kereta bikinan belanda jangan ente pake kalo bisa om.. Jalan kaki aja kalo ke bandung..." kicau Yunarto melalui akun @yunartowijaya.

Komentar Yunarto Wijaya dibalas Tengku Zul. Dia menuding pola berpikir Yunarto berpihak kepada penjajah. Dia menuding Yunarto anak antek penjajah.

"Rel kereta api buatan Belanda pakai duit hasil mencekik rakyat Indonesia ente larang dipakai? Ente ini anak antek penjajah kah? Ente tidak tahu mereka bisa membendung laut dan membangun negaranya hasil dari bumi rakyat di sini yang dibawa ke sana? Pola pikir yang berpihak pada penjajah," cuit Tengku Zul.

Kembali, Yunarto membalas cuitan Tengku Zul. Kali ini, dia bertanya soal pola pikir Freeport dan Pertamina di zaman Presiden ke-2 RI Soeharto yang sempat dikuasai asing.

baca juga

"Kalo Freeport sama Pertamina jaman Soeharto itu pola pikir yg berpihak kemana om? Mau dong diajarin," tulis Yunarto Wijaya.

Dibalas lagi, menurut Tengku Zul, zaman Soeharto itu ada keterpaksaan. Sebab, imbuh Tengku Zul, Indonesia tidak memiliki ilmu menggali minyak, apalagi emas.

"Zaman itu keterpaksaan. Kita tidak punya punya ilmu untuk menggali minyak apalagi emas. Tapi wajib alih teknologi dari Barat ke RI. Hasilnya 30 tahun kontrak hampir 100 persen pekerja Pertamina bangsa Indonesia. Paham?" cuit Tengku Zul.

Yunarto pun masing mengungkit soal Freeport dan Pertamina di era Soeharto yang menurutnya tidak pernah dikritik oleh Tengku Zul.

"Coba jelaskan apa yang terjadi di zaman Soeharto terhadap Freeport & Pertamina jaman Ibnu Sutowo yang nggak pernah Anda kritik. Pengen tahu itu termasuk kategori penjajahan atau nggak?" tulis Yunarto.

Membalas Yunarto, Tengku Zul malah memuji era Soeharto. Menurut dia, hasil semua aset Pertamina sekarang merupakan hasil zaman Soeharto.

"Ibnu Sutowo diberhentikan dan Thaher hartanya diburu ke Singapore. Tapi Anda perlu tahu Pertamina zaman pak Harto menjadi sumber APBN andalan. Hampir semua aset Pertamina sekarang adalah hasil zaman beliau. Setelahnya tanker dijual. Jangankan untuk APBN, sudah dimiliki 100 persen malah rugi!" kicau Tengku Zul.

Lalu, Yunarto meminta Tengku Zul membuka kembali data tentang Pertamina sambil menyisipkan emoji senyum.

"Hehe pak ustaz silakan buka data tentang Pertamina, mumpung yang baru kultwit tentang Ibnu Sutowo ada di sini," cuit Yunarto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kicauan Lawas Tsamara PSI soal Papua Jadi Sorotan, Dihapus?

Kicauan Lawas Tsamara PSI soal Papua Jadi Sorotan, Dihapus?

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 15:34 WIB

Sandiaga Unggah Foto Lawas: Buka Sedikit Baju, Tapi Belum Buka Usaha

Sandiaga Unggah Foto Lawas: Buka Sedikit Baju, Tapi Belum Buka Usaha

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:07 WIB

Bahas Kasus Rasial Pogba, Man United dan Twitter akan Gelar Pertemuan

Bahas Kasus Rasial Pogba, Man United dan Twitter akan Gelar Pertemuan

Bola | Kamis, 22 Agustus 2019 | 03:00 WIB

Twit Humble Tapi Tajam Admin Twitter TNI AU Tanggapi Video Suporter Persija

Twit Humble Tapi Tajam Admin Twitter TNI AU Tanggapi Video Suporter Persija

Bola | Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:39 WIB

UAS Diserang usai Ceramah Salib, Tengku Zul Beri Dukungan

UAS Diserang usai Ceramah Salib, Tengku Zul Beri Dukungan

News | Minggu, 18 Agustus 2019 | 13:07 WIB

Bus Terlalu Penuh, Aksi Kondektur Bus Panjat Tiang Ini Mirip Spiderman

Bus Terlalu Penuh, Aksi Kondektur Bus Panjat Tiang Ini Mirip Spiderman

Tekno | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 15:15 WIB

Elon Musk Perkirakan Biaya Hidup di Planet Mars

Elon Musk Perkirakan Biaya Hidup di Planet Mars

Tekno | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 14:08 WIB

Perhatikan! Mimik Pengemis Mangkal di Jembatan Ini Jadi Sorotan

Perhatikan! Mimik Pengemis Mangkal di Jembatan Ini Jadi Sorotan

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 13:32 WIB

Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala

Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:36 WIB

Terkini

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:03 WIB

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:02 WIB

Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung

Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:59 WIB

Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?

Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:46 WIB

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:43 WIB

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir

Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB

MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!

MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:26 WIB

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB