Wabup: 8 Masyarakat Tewas Ditembak saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Deiyai

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 01 September 2019 | 10:10 WIB
Wabup: 8 Masyarakat Tewas Ditembak saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Deiyai
ILUSTRASI - Rakyat Papua di Deiyai saat duduki kantor bupati, 26 Agustus 2019. [Yuli Mote for SP]

Suara.com - Sebanyak 8 sipil atau masyarakat umum tewas ditembak saat unjuk rasa anti rasisme di Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019) lalu. Data ini dipaparkan oleh Wakil Bupati Deiyai Hengky Pigai.

Pigai menyatakan sejumlah delapan warga sipil tewas dalam insiden itu. Sejumlah 16 warga sipil lainnya terluka dan masih dirawat di rumah sakit.

“Jumlah korban masyarakat sipil itu sudah delapan orang meninggal. Yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Paniai di Madi ada 16 orang. Itu korban yg sudah ditemukan. Akan tetapi, masih ada korban yang dalam pencarian. Jadi, [data] jumlah korban [ini bersifat] sementara,” kata Pigai saat dihubungi melalui sambungan telepon di Waghete, Minggu (1/9/2019).

Meski memastikan sedikitnya delapan warga tewas dalam insiden penembakan dalam bentrokan antara pengunjukrasa anti rasisme pada Rabu, Pigai tidak bersedia merinci nama para korban. Pigai menyatakan pihaknya akan terus memverifikasi data korban, mengigat banyak pengunjukrasa yang melarikan diri ke hutan saat penembakan terjadi.

Sementara itu, Aktivis hak asasi manusia sekaligus Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Yones Douw yang juga menghimpun dan memverifikasi data korban menyatakan hingga Sabtu (31/8/2019) pihaknya telah berhasil memastikan identitas tujuh warga sipil yang tewas dalam insiden penembakan di Kantor Bupati Deiyai itu. Yones Douw juga menyatakan pihaknya telah menerima infomasi keberadaan satu jenazah lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai di Madi, namun belum berhasil memverifikasi identitas jenazah itu.

Di antara tujuh korban tewas yang telah diketahui identitasnya oleh Yones Douw itu, sejumlah tiga jenazah korban tewas sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai di Madi.

“Mereka adalah Alpius Pigay berusia 20 tahun, Pilemon Waine berusia 28 tahun, dan Aminadab Potouki berusia 24 tahun. Identitasnya kami ketahui karena ketiga jenazah itu telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Douw.

Selain itu, ada empat warga sipil lain yang tewas di halaman Kantor Bupati Deiyai, dan langsung dibawa dan diurus kerabatnya masing-masing tanpa sempat dibawa ke rumah sakit.

“Keempat orang itu adalah Derikson Adii berusia 21 tahun, Hans Ukago berusia 26 tahun, Marinus Ikomouw berusia 37 tahun, dan Yemii Douw berusia 29 tahun,” kata Yones Douw saat dihubungi di Nabire pada Sabtu.

baca juga

Terkait keberadaan satu orang jenazah lain di RSUD Paniai di Madi, Yones Douw menyatakan ia belum berhasil memverifikasi dan mengetahui identitas jenazah itu. “Jadi kami masih berpegang kepada hasil verifikasi kami, bahwa jumlah korban tewas ada tujuh,” katanya.

Projo Keuskupan Timika, Papua di Kabupaten Deiyai, Pastor Santon Tekege Pr menyatakan pihaknya juga telah menerima informasi bahwa delapan warga sipil tewas dalam insigen penembakan di Kantor Bupati Deiyai itu. Akan tetapi, Pastor Santon kesulitan memverifikasi data korban tewas, antara lain karena Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai di Madi merahasiakan data korban tewas dan terluka yang ada di rumah sakit itu.

“Kami menerima data delapan warga tewas, nama marganya diketahui, namun nama depan dan umurnya masih diverifikasi. Saya sudah menemui manajemen RSUD Paniai di Madi, namun rumah sakit belum bersedia memberikan data-data korban tewas maupun luka. Data jumlah korban bisa bertambah lagi, karena masyarakat bilang masih ada korban di hutan, tetapi mereka belum bisa mengecek karena aparat keamanan masih berjaga-jaga,” kata Pastor Santon saat dihubungi, Sabtu kemarin.

Menurut Pastor Santon, ia bersama sejumlah tokoh masyarakat di Deiyai telah diundang Bupati Deiyai Ateng Edowai pada Jumat.

“Bupati ternyata telah menerima empat nama jenazah di RSUD Paniai dari direktur rumah sakit. Akan tetapi, Bupati Deiyai juga menyatakan nama keempat jenazah itu belum dapat diumumkan,” kata Pastor Santon.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6.000 Tentara dan Polisi Terjun ke Papua, Kapolri: Kalau Kurang Tambah Lagi

6.000 Tentara dan Polisi Terjun ke Papua, Kapolri: Kalau Kurang Tambah Lagi

News | Minggu, 01 September 2019 | 09:59 WIB

Kapolri Minta Doa Keselamatan Pasukan TNI dan Polisi di Papua

Kapolri Minta Doa Keselamatan Pasukan TNI dan Polisi di Papua

News | Minggu, 01 September 2019 | 09:52 WIB

Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Jayapura Sudah Pulih 90 Persen

Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Jayapura Sudah Pulih 90 Persen

Tekno | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:42 WIB

Soal Insiden Berdarah Deiyai, Tiga Lembaga HAM Kritik Penjelasan Wiranto

Soal Insiden Berdarah Deiyai, Tiga Lembaga HAM Kritik Penjelasan Wiranto

News | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:41 WIB

Pasca-Rusuh, Kondisi Jayapura Aman dan Kondusif

Pasca-Rusuh, Kondisi Jayapura Aman dan Kondusif

Foto | Minggu, 01 September 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×