Imam Besar Islamic Center of New York Dukung Program English for Ulama

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 17 September 2019 | 09:09 WIB
Imam Besar Islamic Center of New York Dukung Program English for Ulama
Ulama asal Sulawesi Selatan yang besar di Amerika Serikat, Syamsi Ali, saat memberikan ceramah di Masjid A Muttaqin, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/9/2019). (Dok : Pemdaprov Jabar)

Suara.com - Keterbatasan berbahasa menjadi salah satu kendala dalam komunikasi, terutama di lingkup internasional. Begitu pula bagi para ulama Tanah Air.

Ilmu yang mereka punya tidak bisa disampaikan kepada dunia, karena kendala bahasa.

KH. Muhammad Syamsi Ali pun memuji English for Ulama, program keumatan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat yang membekali para ulama dengan kemampuan bahasa Inggris.

Sebagai seorang ulama asal Sulawesi Selatan yang besar di Amerika Serikat,
Syamsi Ali menilai, English for Ulama menjadi tindakan yang tepat untuk memperkenalkan Islam yang damai ke dunia.

Sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, lanjut Syamsi Ali, maka ulama Indonesia perlu mempresentasikan ke dunia tentang Islam yang wasathiah atau moderat.

"Kita ingin ulama kita bisa berdialog dengan beragam karakter warga dunia. Kita perlu ulama ini dipersenjatai dengan bahasa internasional," ujar Syamsi Ali, saat memberikan ceramah di Masjid A Muttaqin, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/9/2019).

"Kita harus tunjukkan Islam yang berkarakter teduh, maka kita harus terjun langsung ke luar negeri," tambah sosok yang menjabat Imam Besar Islamic Center of New York ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang turut menghadiri Kajian Islami mengatakan, pengalaman Syamsi Ali yang berdakwah di New York menjadi motivasinya dalam membuat program English For Ulama.

"Kesabaran beliau bergaul di dunia internasional menginspirasi. Program English for Ulama terinspirasi (dari) beliau (Syamsi Ali)," katanya.

Adapun Kajian Islami bersama KH. Syamsi Ali sebagai Imam Besar Islamic Center of New York ini mengusung tema "English for Ulama & Tantangan Islam di Dunia Luar".

Program English For Ulama sendiri telah memberikan pelatihan kepada 30 ulama di tahap pertama. Pada November mendatang, lima ulama muda Jabar akan dikirim ke Inggris untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian.

"Bahwa Islam di Indonesia wasathiah atau moderat," kata Emil.

Selain itu, Emil menambahkan, ia memiliki rencana untuk mendesain pesantren, termasuk di dalamnya masjid yang tengah direncanakan oleh Syamsi Ali untuk didirikan di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wagub Jabar Harap  SDM dari STP Mampu Jadikan Jabar sebagai Provinsi Wisata

Wagub Jabar Harap SDM dari STP Mampu Jadikan Jabar sebagai Provinsi Wisata

Lifestyle | Selasa, 17 September 2019 | 09:02 WIB

Ridwan Kamil : StartUp Bisa Atasi Ketimpangan Ekonomi di Jabar

Ridwan Kamil : StartUp Bisa Atasi Ketimpangan Ekonomi di Jabar

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 13:02 WIB

Gubernur Jabar dan Kepala Bekraf Kampanyekan Anti Pembajakan Karya Seni

Gubernur Jabar dan Kepala Bekraf Kampanyekan Anti Pembajakan Karya Seni

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 12:34 WIB

Telaga Biru akan Jadi Objek Wisata Unggulan Jabar

Telaga Biru akan Jadi Objek Wisata Unggulan Jabar

Lifestyle | Minggu, 15 September 2019 | 16:31 WIB

Jabar Sukses Selenggarakan Tour de Linggarjati

Jabar Sukses Selenggarakan Tour de Linggarjati

Bisnis | Minggu, 15 September 2019 | 16:18 WIB

Ridwan Kamil : Jabar Masagi Hantarkan Indonesia Jadi Negara Adidaya 2045

Ridwan Kamil : Jabar Masagi Hantarkan Indonesia Jadi Negara Adidaya 2045

News | Minggu, 15 September 2019 | 06:55 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB