Massa Pendukung dan Penolak RUU PKS Saling Lempar Aspirasi di DPR

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 17 September 2019 | 15:04 WIB
Massa Pendukung dan Penolak RUU PKS Saling Lempar Aspirasi di DPR
Massa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) di depan Gedung DPR RI. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Sekelompok pendemo yang mendesak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sempat mendapatkan kejutan saat menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019). Pasalnya, sejumlah pendemo yang menolak RUU PKS juga datang ke lokasi yang sama untuk menyampaikan aspirasinya.

Berdasarkan pantauan Suara.com, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 14.00 WIB. Salah seorang orator sempat menyampaikan bahwa teman-temannya ada yang dihadang oleh sekelompok pendemo penolak RUU PKS.

"Saya mendapatkan informasi, bahwa teman-teman kita yang masih berada di perjalanan dihadang oleh massa penolak RUU PKS di dekat TVRI," kata sang orator.

Tak berapa lama, mobil komando yang terlihat berlogo Front Pembela Islam (FPI) pun mendekati massa pendukung RUU PKS. Massa dari penolak RUU PKS pun membawa poster dengan tulisan bernada penolakan RUU PKS.

Massa mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). (Suara.com/Ria Rizki)
Massa mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). (Suara.com/Ria Rizki)

Mayoritas massa yang ikut berdemo untuk penolak RUU PKS merupakan kaum hawa berkerudung merah sambil mengibarkan bendera Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Sempat ada sedikit gesekan ketika peserta demo pendukung RUU PKS enggan memberikan bagian bagi peserta massa penolak RUU PKS.

Melihat hal tersebut, pihak kepolisian langsung sigap untuk melerai kedua kubu itu untuk bisa menyampaikan aspirasinya di titik yang berbeda.

Hingga saat ini suasana di depan Gedung DPR masih kondusif. Kedua kubu pun masih menyampaikan masing-masing aspirasinya.

Massa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) di depan Gedung DPR RI. (Suara.com/Ria Rizki)
Massa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) di depan Gedung DPR RI. (Suara.com/Ria Rizki)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jauh-jauh dari Cirebon, Ibu Ini Desak DPR Sahkan RUU Kekerasan Seksual

Jauh-jauh dari Cirebon, Ibu Ini Desak DPR Sahkan RUU Kekerasan Seksual

News | Selasa, 17 September 2019 | 13:45 WIB

Rapat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Panja Akui Serap Saran dari Pakar

Rapat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Panja Akui Serap Saran dari Pakar

Health | Kamis, 29 Agustus 2019 | 14:12 WIB

Aktivis Perempuan Yogyakarta Dorong Pengesahan RUU PKS

Aktivis Perempuan Yogyakarta Dorong Pengesahan RUU PKS

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 23:05 WIB

Terkini

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 13:17 WIB

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Bali | Senin, 14 September 2026 | 13:16 WIB

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

News | Senin, 14 September 2026 | 13:14 WIB

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:11 WIB

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

×