Desa Nglanggeran, dari PMI Terbanyak hingga Raih Penghargaan UNESCO

Fabiola Febrinastri

Rabu, 18 September 2019 | 10:19 WIB
Desa Nglanggeran, dari PMI Terbanyak hingga Raih Penghargaan UNESCO
Kepala BP3TKI Yogyakarta, Suparjo. (Dok : BNP2TKI)

Suara.com - Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang mempunyai luas wilayah 762,7909 hektare merupakan satu-satunya desa yang memiliki Pekerja Migran Indonesia (PMI) paling banyak di kawasan ini.

Pada 2012, desa tersebut diresmikan menjadi kampung PMI oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Gatot Abdullah Mansyur.

Desa Wisata Nglanggeran dibangun mulai 2008, dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang salah satu inisiatornya adalah Triyana, mantan PMI Korea.

"Idenya berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya warga yang pergi ke luar daerah atau ke luar negeri. Berbekal potensi daerah dan sudah banyaknya kunjungan ke desa, tren menjadi PMI itu mulai berubah,"ujarnya

Kelompok PMI purna yang dibentuk oleh Triyana mencoba mengajukan proposal pendampingan kepada Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta terkait pelatihan dan edukasi, di samping juga untuk merubah mindset warga.

Triyana mengaku, pendampingan tersebut membuat warga tergerak untuk bersama-sama merintis Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul untuk diolah menjadi aset wisata, sehingga mereka tidak berangkat lagi ke luar negeri.

Kepala BP3TKI Yogyakarta, Suparjo menyampaikan, sejak 2010, BNP2TKI telah mengadakan pelatihan dan edukasi melalui program pemberdayaan terintegrasi kepada 110 PMI purna maupun keluarganya, di Desa Ngelangeran.

"Kami juga terus melakukan pendampingan, agar desa tersebut menjadi lebih maju dan berkembang, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun asing," jelas Suparjo.

Pelatihan yang diberikan antara lain, tur dan travel, sablon, kuliner ayam dan bahasa Inggris, untuk mendukung pengembangan menjadi desa wisata.

baca juga

Penghargaan UNESCO
Pada 2015, Desa Ngelanggeran ditetapkan United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai kawasan Global Geopark Network, karena keberadaan gunung api purbanya dan embung besar. Gunung api purba merupakan gunung batu dari karst atau kapur dan pernah aktif jutaan tahun yang lalu, sementara embung adalah bangunan berupa kolam seperti telaga, di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut.

Embung dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu berfungsi untuk menampung air hujan dan mengairi kebun buah di sekeliling embung.

Dalam rangka ASEAN Tourism Forum 2017 di Singapura, desa ini juga memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik I Indonesia dan menerima penghargaan ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award.

Tidak sampai di situ, pada 2018, Desa Nglanggeran juga meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award, dalam rangka ASEAN Tourism Forum.

Menurut Triyana, yang juga merupakan Ketua paguyuban PMI Purna Tunas Jaya, berangkat ke luar negeri menjadi PMI sempat menjadi primadona di desanya, sehingga mayoritas warga mencari nafkah dengan berangkat menjadi pekerja migran di negeri orang.

"Mayoritas masyarakat kami dulu menjadi PMI ke Malaysia, dan ada juga yang ke Korea. Berangkat, pulang, kemudian berangkat lagi," jelasnya.

Desa yang berkembang sejak 2012 itu sudah mendapatkan omset pengelolaan sebesar Rp 81.225.000, dengan total wisatawan mencapai 27.875 orang.

Pada 2018, dengan jumlah wisatawan lokal maupun asing sebanyak 142.179 orang, desa ini mampu mencapai omset hingga Rp 3 miliar.

Jenis usaha yang ditekuni oleh para PMI purna antara lain, pembuatan makanan ringan seperti bakpia, ternak sapi, kambing etawa dan ayam pedaging, usaha homestay, serta warung kelontong dan warung makan disekitar wisata itu.

Saat ini, di Desa Nglanggeran sudah terdapat berbagai fasilitas, seperti outbound, home stay, jalur pendakian, gardu pandang, camping ground, MCK/ toilet, papan informasi, tempat ibadah, tempat parkir, pendopo, lokasi parkir,pemandu wisata dan setiap pengunjung yang datang sudah terlindungi dengan asuransi.

Tersedia pula paket wisata, seperti live in, camping, out bond, sunset, sunrise, climbing & rafting, tempat penelitian, tracing, flying fox, tempat makrab, jelajah alam beserta wisata budaya dan ritual.

Di tempat terpisah, Gatot Hermawan mengungkapkan rasa bangganya kepada warga Desa Nglanggeran yang tidak lagi berangkat menjadi PMI, dan memilih untuk membangun desanya menjadi desa wisata.

"Saya berharap, upaya para TKI purna di Desa Nglanggeran ini, dengan membentuk paguyuban, bisa mengelola sebuah desa menjadi tempat wisata secara mandiri bisa dijadikan contoh para TKI dan keluarganya di seluruh Indonesia," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Pertahankan Gelar, Seribu Delegasi ASEAN Ikuti APA Sports

Indonesia Pertahankan Gelar, Seribu Delegasi ASEAN Ikuti APA Sports

Jogja | Rabu, 18 September 2019 | 07:33 WIB

Kisah Watu Manten yang Sulit Dipindah Saat Proyek Jalur Lintas Selatan

Kisah Watu Manten yang Sulit Dipindah Saat Proyek Jalur Lintas Selatan

Jogja | Sabtu, 14 September 2019 | 04:30 WIB

Bawa Pesan Harmonis, Video dari Jogja Ini Viral

Bawa Pesan Harmonis, Video dari Jogja Ini Viral

News | Kamis, 12 September 2019 | 11:40 WIB

Al Khowas Awalnya Tolak Pembongkaran Makam karena Jaga Amanah Ibu Almarhum

Al Khowas Awalnya Tolak Pembongkaran Makam karena Jaga Amanah Ibu Almarhum

Jogja | Selasa, 10 September 2019 | 22:44 WIB

BNP2TKI : Bekerja ke Luar Negeri Masih Jadi Pilihan

BNP2TKI : Bekerja ke Luar Negeri Masih Jadi Pilihan

Bisnis | Selasa, 03 September 2019 | 11:34 WIB

Pemerintah Fokus Penempatan Pekerja Indonesia Profesional di Luar Negeri

Pemerintah Fokus Penempatan Pekerja Indonesia Profesional di Luar Negeri

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 09:33 WIB

Terkini

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:12 WIB

Perkuat Pasar Cat Otomotif,  Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Perkuat Pasar Cat Otomotif, Bintang Chemical Bangun Pabrik Baru di Cikande

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:11 WIB

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

Kabar Buruk Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Malaysia

News | Senin, 28 September 2026 | 14:09 WIB

Ayah Bangkit dari Kematian demi Utang KPR, Film 'Gak Ada Matinya' Bikin Ketawa Sekaligus Stres

Ayah Bangkit dari Kematian demi Utang KPR, Film 'Gak Ada Matinya' Bikin Ketawa Sekaligus Stres

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:08 WIB

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 14:07 WIB

Malaysia Borong Produk Halal RI

Malaysia Borong Produk Halal RI

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:06 WIB

Pemain Malaysia Klaim Punya Jurus Jitu Bungkam Provokasi Suporter Timnas Indonesia

Pemain Malaysia Klaim Punya Jurus Jitu Bungkam Provokasi Suporter Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:05 WIB

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:00 WIB

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:58 WIB

×