Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

BNP2TKI : Bekerja ke Luar Negeri Masih Jadi Pilihan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 03 September 2019 | 11:34 WIB
BNP2TKI : Bekerja ke Luar Negeri Masih Jadi Pilihan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna dan keluarganya. (Dok : BNP2TKI)

Suara.com - Saat ini, pilihan untuk bekerja ke luar negeri masih menjadi alternatif bagi setiap warga negara Indonesia. Jumlah angkatan kerja yang besar, tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri, mengakibatkan sebagian masyarakat mencari peruntungan dengan bekerja ke luar negeri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk tujuan tersebut, pemerintah wajib menjamin dan melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak sebelum berangkat, selama di negara penempatan, hingga pulang kembali ke Tanah Air.

Sebagai bentuk perlindungan setelah bekerja dari luar negeri, pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), secara bertahap melalui program “Pemberdayaan Terintegrasi" telah memberikan pelatihan kewirausahaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna dan keluarganya.

Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, A. Gatot Hermawan menjelaskan, dalam upaya meningkatkan kesejahteran PMI Purna dan keluarganya, diberikan pembekalan kewirausahaan dengan pemberdayaan terintegrasi.

"Program ini bertujuan untuk dapat memanfaatkan penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, agar dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif bukan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif," jelasnya, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ia menambahkan, program pemberdayaan terintegrasi diperuntukan bagi PMI Purna dan keluarganya, serta memberikan peluang agar lebih produktif dalam memanfaatkan uang penghasilan dan kemampuan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya, dan PMI yang bersangkutan tidak kembali bekerja di luar negeri.

Menurut Gatot, program Pemberdayaan Terintegrasi yang dilakukan BNP2TKI melalui BP3TKI/LP3TKI seluruh Indonesia menitikberatkan pada empat bidang program, yaitu etahanan pangan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan jasa. Pada kegiatan ini, peserta akan diberikan edukasi keuangan dan edukasi kewirausahaan, termasuk di dalamnya praktik dalam mengolah bahan.

Cetak 9.894 Wirausaha
Sejak 2015 - 2018, BNP2TKI telah melakukan pemberdayaan bagi PMI Purna dan keluarganya sebanyak 25.198 orang di seluruh Indonesia. Pelatihan yang diberikan antara lain, aneka pangan, minuman herbal, kuliner, toko kelontong, ternak ayam, ternak sapi, ternak kambing, ternak lele, ternak ikan mas, kerajinan bambu, rotan dan sebagainya.

Hingga 2019, BNP2TKI telah mencetak 9.894 orang wirausaha baru dari program pelatihan tersebut. Hal itu menjadi pencapaian BNP2TKI dalam target RPJMN.

baca juga

Seperti Nurchaeti, PMI Purna dari Singapura yang kini sudah menjadi pengusaha sukses. Usaha yang dirintisnya, yaitu keripik buah, kini telah menembus pasar lokal, baik supermarket maupun hypermart.

Bahkan kripik buah Nurchaeti telah diekspor ke berbagai negara, seperti Singapura, Brunei Darussalam, Abudhabi, Qatar, Belgia, Jerman, Paris dan Belanda.

Titi, panggilan akrabnya, sangat berterimakasih kepada BNP2TKI yang telah memberikan fasilitasi berupa jaringan, pelatihan dan edukasi, sehingga usahanya bisa maju dan berkembang.

"Bagi PMI purna yang sudah membentuk usaha akan difasilititasi, seperti berkoordinasi antar instansi terkait dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk membentuk Koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Dinas Kesehatanan dan MUI dalam mengajukan permohonan perijinan usaha (izin usaha), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Halal agar produk tersebut secara legal dan memenuhi persyaratan layak sebagai makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat," jelasnya

Dengan begitu, lanjut Titi, produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual dan mudah dipasarkan ke toko seperti supermarket, Indomart, Alfamart,  Alfamidi dan toko-toko lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNP2TKI dan Menaker Hadiri Forum Ketenagakerjaan di Jepang

BNP2TKI dan Menaker Hadiri Forum Ketenagakerjaan di Jepang

Bisnis | Selasa, 03 September 2019 | 09:23 WIB

Pemerintah Fokus Penempatan Pekerja Indonesia Profesional di Luar Negeri

Pemerintah Fokus Penempatan Pekerja Indonesia Profesional di Luar Negeri

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 09:33 WIB

BNP2TKI : Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja Asing

BNP2TKI : Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja Asing

Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:56 WIB

BNP2TKI :  Indonesia Hebatkarena Bertahan dengan Kenaikan Ekonomi 5 Persen

BNP2TKI : Indonesia Hebatkarena Bertahan dengan Kenaikan Ekonomi 5 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 16:18 WIB

BNP2TKI Luncurkan  Aplikasi Kepulangan Online Pekerja Migran Bermasalah

BNP2TKI Luncurkan Aplikasi Kepulangan Online Pekerja Migran Bermasalah

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 16:07 WIB

Sejak 2015, BNP2TKI Telah Rehabilitasi 415 PMI Kurang Beruntung

Sejak 2015, BNP2TKI Telah Rehabilitasi 415 PMI Kurang Beruntung

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:56 WIB

Terkini

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30 WIB

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:14 WIB

×