Dituduh Bunuh Aparat saat Demo, AMP: Setop Mengambinghitamkan Kami

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Senin, 23 September 2019 | 16:58 WIB
Dituduh Bunuh Aparat saat Demo, AMP: Setop Mengambinghitamkan Kami
Demo rusuh di Wamena, Papua, Senin (23/9). (Istimewa)

Suara.com - Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Jhon Gobai membantah pihaknya terlibat dalam aksi demonstrasi hingga menelan korban jiwa di Expo Waena, Jayapura, Papua, hari ini.

Gobai menyampaikan, AMP hanya berada di luar Papua. Kedudukan AMP sendiri kekinian dikatakan Gobai hanya berada di 13 kita di luar Papua. Maka dari itu, dia menganggap, pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto tidak tepat dan menyesatkan.

"Sehingga penyebutan AMP dalam peristiwa yang terjadi di dalam Papua tentu tidak benar. AMP secara nasional tidak mengagendakan atau merencanakan aksi apapun pada hari ini," kata Gobai lewat keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Senin (23/9/2019).

Gobai pun meminta Kapendam XVII/Cenderawasih meralat pernyataannya lantaran dinilai telah menyesatkan publik dengan menyebut AMP terlihat aksi demonstrasi berujung tewasnya satu prajurit TNI di Expo Waena.

AMP juga mendesak agar oknum TNI-Polri yang terlibat dalam aksi brutal di Wamena untuk segera diadili.

"Hentikan mengambinghitamkan AMP dalam peristiwa di Wamena dan Jayapura hari ini. Usut dan adili aparat TNI/Polri yang terlibat dalam melakukan tembakan secara brutal kepada mahasiswa dan pelajar di Wamena dan Jayapura," katanya.

Sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto menyebut seorang prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli tewas di tengah aksi demonstrasi AMP di Expo Waena, Jayapura, Papua.

Zulkifli diduga tewas setelah diserang oleh anggota AMP dengan senjata tajam pada bagian kepala belakang.

Eko menuturkan mulanya massa AMP tengah menggelar aksi demonstrasi di depan auditorium Universitas Cenderawasih.

baca juga

Mereka menuntut untuk mendirikan posko bagi mahasiswa Papua yang pulang studi dari luar tanah kelahirannya. Namun, aksi tersebut tidak diberi ijin oleh Polda Papua dan pihak Rektorat Uncen.

Kemudian, massa AMP pun difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Zulkifli. Setibanya di Expo Waena tepatnya sekira pukul 11.00 WIT, massa AMP yang baru turun dari kendaraan tiba-tiba berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka.

Bahkan, lanjut Eko, massa AMP tersebut berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat.

"Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam. Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang," kata Eko lewat keterangan tertulis yang diterima Suara.com.

Zulkifli sendiri dikatakan Eko sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Hanya, karena pendarahan yang hebat, nyawa Zulkifli tidak dapat terselamatkan.

"Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia. Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Praka Zulkifli Tewas Dibacok di Papua, Kepalanya Berlumuran Darah

Praka Zulkifli Tewas Dibacok di Papua, Kepalanya Berlumuran Darah

News | Senin, 23 September 2019 | 15:37 WIB

Polisi Sebut Kerusuhan di Wamena Dipicu Hoaks Rasisme

Polisi Sebut Kerusuhan di Wamena Dipicu Hoaks Rasisme

News | Senin, 23 September 2019 | 13:18 WIB

Aksi di Wamena Didominasi Anak SMA, Bentrok Dipicu Bunyi Tembakan

Aksi di Wamena Didominasi Anak SMA, Bentrok Dipicu Bunyi Tembakan

News | Senin, 23 September 2019 | 13:11 WIB

Kapolda Papua: Demo Rusuh di Wamena Karena Isu Hoaks

Kapolda Papua: Demo Rusuh di Wamena Karena Isu Hoaks

News | Senin, 23 September 2019 | 12:30 WIB

Kerusuhan Kembali Terjadi di Wamena, Kemendagri Segera Kirim Tim

Kerusuhan Kembali Terjadi di Wamena, Kemendagri Segera Kirim Tim

News | Senin, 23 September 2019 | 12:20 WIB

Demo di Wamena Rusuh, Sejumlah Bangunan Dirusak dan Dibakar

Demo di Wamena Rusuh, Sejumlah Bangunan Dirusak dan Dibakar

News | Senin, 23 September 2019 | 10:06 WIB

Terkini

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB