Tak Cuma Indonesia, Demo Besar-besaran Terjadi di Berbagai Negara pada 2019

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 30 Oktober 2019 | 08:42 WIB
Tak Cuma Indonesia, Demo Besar-besaran Terjadi di Berbagai Negara pada 2019
Suasana kericuhan yang terjadi di sekitar gedung DPR RI, Jakarta, di pengunjung aksi unjuk rasa, Selasa (24/9/2019) sore hingga malam. [Suara.com / Angga Budhiyanto]

Suara.com - Belakangan ini aksi unjuk rasa seakan terus bergulir di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua. Mulanya pada 23 September lalu, massa yang yang didominasi mahasiswa dan tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak melakukan aksi Gejayan Memanggil. Mereka menyuarakan beragam tuntutan, seperti pembahasan ulang Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) hingga demokrasi untuk Papua, juga pengusutan masalah karhutla.

Massa dalam jumlah besar memenuhi titik kumpul di Pertigaan Colombo, Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta kala itu. Aksi tersebut lantas memantik gairah mahasiswa di kota-kota lain hingga kemudian lini masa demo yang diawali pada akhir September itu mengekor.

Pada 24 September, demonstrasi digelar mahasiswa di depan Gedung DPR RI, hingga massa bentrok dengan aparat dan sejumlah korban berjatuhan, dan ada pula yang ditangkap.

Di hari yang sama, mahasiswa di Solo melakukan aksi massa bertajuk Bengawan Melawan, begitu juga di Medan, Semarang, sampai Makassar. Bahkan hingga bulan berikutnya, massa terus bergerak untuk menyuarakan tuntutannya.

Gelombang protes yang besar itu juga terjadi di berbagai belahan dunia menuju penghujung 2019, tak hanya Indonesia.

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak melakukan aksi Gejayan Memanggil di Pertigaan Colombo, Gejayan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (23/9/2019).
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak melakukan aksi Gejayan Memanggil di Pertigaan Colombo, Gejayan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (23/9/2019). - (Suara/Eleonora PEW)

Dari jalan-jalan di Hong Kong; La Paz, Bolivia; Port-au-Prince, Haiti; Quito, Ekuador; Barcelona, Spanyol; Beirut Lebanon; juga Santiago de Chile, Chili, banyak orang turun ke jalan, menggunakan hak mereka untuk memprotes dan menuntut perubahan dari para penguasa.

Menurut Amnesty International, Jumat (25/10/2019), sedihnya, dari seluruh demo ini, terjadi pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) selama protes.

Amnesty International telah mendokumentasikan tanda-tanda pelecehan dan pelanggaran dalam aksi unjuk rasa di Bolivia, Lebanon, Chili, Spanyol, Irak, Guinea, Hong Kong, Inggris, Ekuador, Kamerun, dan Mesir pada Oktober sejauh ini.

Di Hong Kong, protes menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang diajukan pemerintah Hong Kong terhadap China telah berlangsung selama periode waktu yang lama.

baca juga

Namun, meskipun polisi melakukan perlawanan dengan tindakan keras, massa tak menyerah, sedangkan di negara lain demonstrasi dengan cepat ditekan melalui taktik seperti penangkapan massal. Di Mesir, lebih dari 2.300 orang ditahan karena ikut serta dalam demonstrasi pada September ini.

Amnesty International selalu menegaskan bahwa memprotes secara damai bukanlah kejahatan dan sebenarnya merupakan HAM, apalagi orang-orang yang turun ke jalan juga kebanyakan tengah memperjuangkan HAM.

Korupsi

Gelombang protes besar-besaran di Chili, Mesir, dan Lebanon dipicu oleh tudingan korupsi terhadap pemerintah.

Pada akhir September, ribuan orang ambil bagian dalam demonstrasi di seluruh Mesir. Banyak yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. Protes dipicu oleh serangkaian video viral yang mengklaim korupsi tingkat tinggi di militer Mesir.

Di Lebanon, massa menyerukan supaya pemerintah mundur karena korupsi yang dirasakan belakangan dan kegagalan pemerintah untuk memberikan hak-hak sosial dan ekonomi dasar.

Biaya hidup

Ketika korupsi menjadi sorotan, maka begitu pula untuk biaya hidup. Di Chili, demonstrasi dimulai oleh para mahasiswa setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif transportasi di Santiago de Chile, ibu kota negara itu.

Seorang perempuan tergeletak terkena gas air mata yang dilontarkan polisi saat membubarkan aksi protes di Hong Kong. (AFP)
Seorang perempuan tergeletak terkena gas air mata yang dilontarkan polisi saat membubarkan aksi protes di Hong Kong. (AFP)

Sejak saat itu aksi unjuk rasa besar-besaran memanas untuk memprotes kebijakan pemerintah yang telah membebani hak ekonomi, budaya, dan sosial masyarakat di Chili, terlebih negara itu memiliki tingkat ketimpangan pendapatan terburuk.

Langkah-langkah penekanan ekonomi yang keras juga terjadi di Mesir dan Ekuador. Di Ekuador, keputusan pemerintah untuk mengakhiri subsidi bahan bakar memicu protes besar-besaran.

Keadilan Iklim

Ketidakadilan akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan makin menjadi fokus protes di sejumlah negara di Eropa pada tahun lalu.

Aktivis Pribumi yang memimpin tuduhan terhadap degradasi lingkungan diikuti oleh kemunculan kelompok-kelompok 'pembangkangan sipil' yang telah mendominasi berita utama di Inggris, hingga kemudian terjadi pula protes massa atas penanganan kebakaran hutan pemerintah di Bolivia.

Makin banyak orang turun ke jalan untuk mengungkapkan keprihatinan mereka tentang bagaimana para pemimpin merespons krisis ini.

Salah satu momen yang menonjol terjadi pada September, ketika lebih dari 7,6 juta orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa perubahan iklim selama satu minggu di 185 negara.

Protes tersebut diselenggarakan oleh Fridays for Future, sebuah gerakan yang dipimpin oleh kaum muda dan dipelopori aktivis Swedia Greta Thunberg.

Kebebasan politik

Mobilisasi dan demonstrasi besar-besaran terjadi di Barcelona dan seluruh Catalonia setelah Mahkamah Agung Spanyol menghukum 12 pemimpin dan aktivis politik Catalan.

Di India, protes telah digaungkan setelah pemerintah India membuat keputusan sepihak untuk mencabut Pasal 370 Konstitusi India yang menjamin otonomi khusus untuk Jammu & Kashmir dan membagi negara bagian itu menjadi dua wilayah serikat yang terpisah.

Hong Kong pun telah menjadi rumah bagi salah satu protes terbesar dan paling berkelanjutan terkait kebebasan politik tahun ini. Protes dimulai pada April 2019, setelah pemerintah Hong Kong mengusulkan RUU yang memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina.

Jumlah orang-orang yang turun ke jalan sudah tak terhitung lagi. Pemerintah pun akhirnya membatalkan rencana untuk memperkenalkan RUU tersebut, tetapi aksi massa terus bergulir dan telah berevolusi menjadi seruan yang lebih luas terhadap perubahan, yang mencakup peninjauan sepenuhnya atas tindakan polisi dan reformasi politik untuk mengizinkan masyarakat memilih sendiri para pemimpin Hong Kong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Bentuk TPF Penembahan Mahasiswa Kendari

Komnas HAM Bentuk TPF Penembahan Mahasiswa Kendari

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:34 WIB

Merangsek ke Istana Merdeka, Demonstran Injak-injak Kawat Berduri

Merangsek ke Istana Merdeka, Demonstran Injak-injak Kawat Berduri

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:59 WIB

Tembak Mati Mahasiswa saat Demo di Kendari, 6 Polisi Dinyatakan Bersalah

Tembak Mati Mahasiswa saat Demo di Kendari, 6 Polisi Dinyatakan Bersalah

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:35 WIB

Long March dari Bundaran HI, Massa Berkaos Merah Menyemut di Patung Kuda

Long March dari Bundaran HI, Massa Berkaos Merah Menyemut di Patung Kuda

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:23 WIB

Bergerak ke Patung Kuda, Mahasiswa Teriaki Jokowi Fasis

Bergerak ke Patung Kuda, Mahasiswa Teriaki Jokowi Fasis

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 15:12 WIB

Terkini

Viva Whitening Cream Bisa Mencerahkan Wajah? Ini Manfaat dan Review Penggunanya

Viva Whitening Cream Bisa Mencerahkan Wajah? Ini Manfaat dan Review Penggunanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Timnas Indonesia Juara, Mees Hilgers Iri Tak Bisa Ikut Berpesta Bareng Skuad Garuda

Timnas Indonesia Juara, Mees Hilgers Iri Tak Bisa Ikut Berpesta Bareng Skuad Garuda

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Cari Pelembap Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini Rekomendasinya!

Cari Pelembap Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini Rekomendasinya!

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:26 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jelly Wanita Modis, dari Rp30 Ribuan hingga Premium

6 Rekomendasi Sandal Jelly Wanita Modis, dari Rp30 Ribuan hingga Premium

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:25 WIB

6 Cara Mengecilkan Pori-pori Wajah yang Terbuka Lebar, Bye Jerawat dan Komedo

6 Cara Mengecilkan Pori-pori Wajah yang Terbuka Lebar, Bye Jerawat dan Komedo

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Museum Blambangan dan Artefak Tanah Liat yang Harus Dijaga

Museum Blambangan dan Artefak Tanah Liat yang Harus Dijaga

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Penerbangan Bandara di Arab Saudi Lumpuh Total Usai Diserang Houthi

Penerbangan Bandara di Arab Saudi Lumpuh Total Usai Diserang Houthi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar

Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:15 WIB

5 Rekomendasi Moisturizer Pencerah Wajah, Pemudar Bekas Jerawat, dan Flek Hitam

5 Rekomendasi Moisturizer Pencerah Wajah, Pemudar Bekas Jerawat, dan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×