Maruf Amin: Hukum Pesantren dari Fardu Kifayah Bisa Jadi Fardu Ain

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari
Maruf Amin: Hukum Pesantren dari Fardu Kifayah Bisa Jadi Fardu Ain
Maruf Amin (Dok Istana Wapres)

Sebuah rumah sakit itu bukan hanya mengurusi orang sakit.

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019). Dalam kesempatan itu, Maruf mengatakan bahwa sebuah rumah sakit setidaknya bukan hanya menyembuhkan orang sakit, akan tetapi juga bisa membantu mensejahterahkan masyarakat.

RSU Syubbanul Wathon merupakan hasil kerja sama dari Lippo Group, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan Yayasan Syubbanul Wathon. Saat meresmikan RSU itu, Maruf sempat mengajak seluruh undangan untuk membaca surat Al-Quran Al-Fatihah.

"Untuk itu saya resmikan rumah sakit ini, Al-Fatihah..." ucap Maruf Amin.

Dalam pidatonya, Maruf kemudian menerangkan bahwa memberikan pelayanan sebuah pelayanan kesehatan itu minimal hukumnya fardu kifayah bahkan bisa menjadi fardu Ain. Menurutnya sebuah rumah sakit itu bukan hanya mengurusi orang sakit.

"Memberikan pelayanan kesehatan menurut paham saya bagi pesantren itu minimal hukumnya fardu kifayah bahkan bisa jadi fardu Ain," ujarnya.

Maruf juga mengatakan bahwa bukan hanya orang muslim saja namun juga termasuk kepada orang non muslim yang mendapatkan bantuan. Bagaimana ke depannya sebuah pelayanan kesehatan bisa fokus untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Oleh karena itu memberikan layanan kesehatan untuk muslim maupun non muslim paling sedikitnya itu fardu kifayah," tuturnya.

"Ini oleh karena itu apa yang dilakukan ini, ini menjadi tanggung jawab yang dilaksanakan bekerja sama oleh semua pihak secara gotong royong," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS