Demo Rusuh di Hong Kong, Polisi Serang Kampus dengan Gas Air Mata

Bangun Santoso

Senin, 18 November 2019 | 14:17 WIB
Demo Rusuh di Hong Kong, Polisi Serang Kampus dengan Gas Air Mata
Demonstran berunjuk rasa di Stasiun MTR Yuen Long, Hong Kong, Rabu (21/8). [ANTHONY WALLACE / AFP]

Suara.com - Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah pendemo atau pemrotes saat mereka berusaha keluar menyelamatkan diri dari sebuah kampus yang terkepung pada Senin (18/11/2019).

Pada saat yang sama, ratusan lagi pengunjuk rasa prodemokrasi bertahan di dalam kampus dengan bersenjatakan bom bensin serta jenis-jenis senjata lainnya. Para aktivis itu bersiaga menghadapi kemungkinan serangan yang ditujukan untuk mengusir mereka.

Bentrokan berdarah antara pasukan keamanan dan para pegiat di Polytechnic University itu memasuki hari kedua setelah malam sebelumnya diwarnai kerusuhan. Pada malam itu, satu van kepolisian dibakar dan satu polisi terkena panah.

Sebanyak 38 orang cedera pada Sabtu malam (16/11), kata pengelola rumah sakit di kota itu. Beberapa saksi mata kepada Reuters mengaku melihat beberapa pemrotes menderita luka bakar akibat bahan kimia yang terkandung di dalam air yang disemprotkan dari meriam air polisi.

"Ingat, nyawa ada di tangan kalian. Mengapa kalian berusaha membuat kami mati?" demikian teriakan seseorang ke arah polisi dari atap kampus sementara pemrotes yang memakai masker gas dan memegang payung mencari jalan untuk meloloskan diri dari kampus itu.

Polisi menangkap puluhan pemrotes di dekat universitas pada Senin pagi, demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik, RTHK.

Polisi memperingatkan pihaknya siap menggunakan peluru tajam jika "perusuh" terus menggunakan senjata mematikan.

Peringatan itu dikeluarkan di tengah peningkatan dramatis kerusuhan --yang telah menjerumuskan pusat keuangan Asia tersebut ke dalam kekacauan selama hampir enam bulan.

Para demonstran, yang marah pada apa yang mereka pandang sebagai campur tangan China di bekas koloni Inggris itu, mengatakan mereka menanggapi penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh polisi.

"Pemrotes itu bereaksi terhadap polisi," kata Joris (23), seorang insinyur sipil yang seperti yang lain tidak menyebutkan nama lengkap mereka. "Kami belum melawan sekuat yang kami bisa. Saya harus siap masuk penjara. Kami berjuang buat Hong Kong."

baca juga

Di tempat lain di wilayah semi-otonomi tersebut pada Senin, polisi antihuru-hara tiba di kawasan niaga Nathan Road, tempat pemrotes berpakaian hitam sebelumnya turun ke jalan sebelum fajar. Banyak di antaranya pemrotes membawa bom bensin. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Top 5 Olahraga: Petinju RI Juara Dunia, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong

Top 5 Olahraga: Petinju RI Juara Dunia, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong

Sport | Senin, 18 November 2019 | 07:10 WIB

5 Berita Olahraga Pilihan: Dua Petinju Indonesia Jadi Juara Dunia

5 Berita Olahraga Pilihan: Dua Petinju Indonesia Jadi Juara Dunia

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 20:20 WIB

Kalah di Final Hong Kong Open 2019, Anthony: Saya Marah, Wasit Tidak Fair

Kalah di Final Hong Kong Open 2019, Anthony: Saya Marah, Wasit Tidak Fair

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 19:25 WIB

Paceklik Gelar Anthony Berlanjut, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong Open

Paceklik Gelar Anthony Berlanjut, Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong Open

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 18:41 WIB

Jadi Runner-up Hong Kong Open 2019, Hendra / Ahsan Terganjal Fisik

Jadi Runner-up Hong Kong Open 2019, Hendra / Ahsan Terganjal Fisik

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 17:37 WIB

Unggul Lebih Dulu, Hendra / Ahsan Jadi Runner-up Hong Kong Open 2019

Unggul Lebih Dulu, Hendra / Ahsan Jadi Runner-up Hong Kong Open 2019

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 15:39 WIB

Link Live Streaming Final Hong Kong Open 2019: 2 Wakil Indonesia Tanding

Link Live Streaming Final Hong Kong Open 2019: 2 Wakil Indonesia Tanding

Sport | Minggu, 17 November 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×