Istana: Jokowi Belum Kasih Komentar Ledakan Granat di Monas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 03 Desember 2019 | 11:22 WIB
Istana: Jokowi Belum Kasih Komentar Ledakan Granat di Monas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke RSUD Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). (Foto dok. Biro Pers)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum memberikan komentar soal ledakan granat di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi tadi. Namun Jokowi memerintahkan untuk menindak tegas pelaku kekerasan.

Ledakan di kawasan Monas tadi pagi diduga bersumber dari granat asap yang ditemukan dua anggota TNI. Kedua anggota TNI yang menemukan senjata peledak itu mengalami luka berat.

Kejadian tersebut langsung menimbulkaan dugaan publik bahwa teroris kembali beraksi. Apalagi, ledakan itu terjadi di kawasan Ring 1, yakni di seberang kantor Kementerian Dalam Negeri dan hanya berjarak ratusan meter dari Istana Presiden RI. Juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, mengaku tidak ingin menduga-duga. Ia hanya menekankan agar kejadian ini diusut tuntas oleh aparat keamanan.

"Kita tidak tahu, kita serahkan ke pihak berwajib saja. Kami prihatin terhadap dua orang anggota TNI AD yang luka-luka. Kita prihatin dan semoga lekas sembuh dan bisa bertugas kembali," ungkap Fadjroel saat memantau lokasi kejadian Selasa (3/12/2019) pagi.

Fadjroel juga menyampaikan belum ada pesan khusus dari Presiden Jokowi atas kejadian ini. Namun, Fadjroel menegaskan bahwa Jokowi selalu berpesan bahwa semua tindakan kekerasan harus diusut tuntas dan pelakunya ditindak tegas.

"Belum ada (komentar presiden). Sebagaimana biasa beliau selalu mengatakan segala tindak kekerasan, apapun motifnya, kita harus tegas-setegasnya dan diserahkan kepada pihak berwajib untuk membuat investigasi apa sebenarnya yang terjadi. Mungkin setelah itu Pak Kapolri akan memberikan laporan kepada Presiden," terangnya.

Lokasi kejadian pun tidak jauh dari Istana Negara. Merujuk pada Google Maps, lokasi kejadin hanya berjarak kurang lebih 600 meter.

Pihak kepolisian saat ini telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bahkan, garis polisi yang sebelumnya membentang kekinian sudah dilepas.

Serka Fajar disebut mengalami luka cukup serius di kedua tangannya, lalu di bagian dada hingga ke leher mengalami luka bakar. Hal itu dikarenakan Serka Fajar sempat memegang granat asap tersebut hingga tiba-tiba meledak.

baca juga

Sementara Praka Gunawan mengalami luka di bagian paha terkena percikan ledakan granat asap tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, lokasi kejadian sudah steril seusai pihaknya melakukan olah TKP. Untuk itu, kawasan Monas kembali dibuka kembali untuk masyarakat.

"Selesai olah TKP dari Labfor nanti TKP akan kami buka. Sebentar lagi kami buka TKP," kata Gatot di kawasan Monas Jakarta Pusat.

Dari pantauan di lokasi, Jalan Medan Merdeka Utara yang sebelumnya ditutup sejak pukul 08.00 WIB kembali bisa dilalui oleh pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor.

Istana tak perketat pengamanan

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku pihaknya tak memperketat pengamanan di Istana Kepresidenan pasca ledakan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi. Pengamanan di Istana Kepresidenan sudah cukup ketat.

Ledakan granat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi terjadi saat banyak tentara yang tengah berolahraga. Jenis granat yang meledak adalah granat asap.

"Enggak ah (pengamanan diperketat)," ujar Maruli saat dikonfirmasi, Selasa (3/12/2019).

Maruli menuturkan saat ini pengamanan harian terhadap Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin sudah cukup kuat. Pihaknya kata Maruli juga sudah mengantisipasi hal -hal seperti ledakan di Monas.

"Nggak lah, itu sudah cukup kuat untuk accident itu, kita sudah antisipasi. Sudah cukup kuat," ucap dia.

Maruli mengatakan hingga kini belum ada penutupan akses di sekitar Istana Kepresidenan. Namun jika ada penutupan, menjadi kewenangan dari kepolisian

"Kalau penutupan akses mungkin nanti untuk penyelidikan kepolisian kalau arahnya itu. Bukan dari kita. Mungkin kalau memang arahnya ada kesengajaan, perlu alat-alat bukti untuk itu, mungkin kepolisian yang mengurus itu," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garis Polisi di Lokasi Ledakan Granat Monas Dibuka

Garis Polisi di Lokasi Ledakan Granat Monas Dibuka

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:15 WIB

Lokasi Ledakan Granat di Monas Cuma 600 Meter ke Istana Merdeka

Lokasi Ledakan Granat di Monas Cuma 600 Meter ke Istana Merdeka

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:05 WIB

Kapendam Jaya: Ledakan Granat Monas Bukan Penyerangan

Kapendam Jaya: Ledakan Granat Monas Bukan Penyerangan

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 10:55 WIB

2 Tentara Jadi Korban Ledakan Monas, Mereka Jadi Saksi Utama

2 Tentara Jadi Korban Ledakan Monas, Mereka Jadi Saksi Utama

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 10:49 WIB

Granat Meledak di Monas, Pengamanan Kantor Jokowi Masih Normal

Granat Meledak di Monas, Pengamanan Kantor Jokowi Masih Normal

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 10:34 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×