Tengah Dampingi Jokowi, Mobil Menteri Terperosok saat Menuju Ibu Kota Baru

Dwi Bowo Raharjo
Tengah Dampingi Jokowi, Mobil Menteri Terperosok saat Menuju Ibu Kota Baru
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Seskab Pramono Anung dan sejumlah staf berjalan karena mobil yang mereka tumpangi terperosok di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Selasa (17/12) (ANTARA/Akbar Gumay)

Para menteri pun terpaksa berjalan kaki di jalanan menanjak dan becek di bukit, karena mobil mereka terjebak dalam lumpur.

Suara.com - Mobil yang digunakan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju terperosok di jalan licin dan becek, saat ingin menuju lokasi Ibu Kota Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kakimantan Timur, Selasa (17/12/2019) sore. Para menteri itu diketahui tengah mendamingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WITA dalam perjalanan ke lokasi ibu kota negara di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT International Timber Corporation in Indonesia (ITCI), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Mobil Toyota Hiace KT 7321 K itu ditumpangi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan sejumlah staf terperosok di tanah merah yang becek.

Wilayah itu diketahui tengah diguyur hujan dan mobil terlalu mengambil jalan ke bibir lembah. Mobil menteri tersebut tidak berada tepat di belakang mobil Presiden Jokowi yang menggunakan Toyota Land Cruiser, tapi ada sekitar 5-6 mobil di belakang mobil Presiden.

Para menteri pun terpaksa berjalan kaki di jalanan menanjak dan becek di bukit, karena mobil mereka terjebak dalam lumpur.

Satu mobil Polisi Militer berjenis "4 wheel drive" pun menjadi kendaraan untuk mengevakuasi para menteri agar bisa mengikuti kegiatan Presiden.

Setelah para menteri dievakuasi, ternyata tidak semua rombongan dapat meneruskan perjalanan di medan yang sulit tersebut.

Selain itu rombongan wartawan tidak dapat ikut karena mobil yang digunakan dianggap tidak dapat melewati bukit dengan tanah merah yang licin sehingga terlalu berbahaya untuk melanjutkan perjalanan.

Perjalanan mencapai kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ICTI itu membutuhkan waktu 2 jam dari tempat acara sebelumnya yaitu di pintu tol Samboja, Kutai Kartanegara.

Dalam acara tersebut Presiden mengatakan jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan inti ibu kota negara akan mulai dibangun pada 2020.

"Saya minta agar pada 2020 jalan menuju kawasan ibu kota baru sudah mulai disiapkan dan betul-betul tersambung antara jalan tol Balikpapan-Samarinda dan ke kawasan ibu kota dan juga tersambung dua bandara yang berada di Samarinda yaitu airport Pranoto dan bandara Sepinggan di Balikpapan," jelas Presiden. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS