Pesan Natal 2019 Paus Fransiskus: Cahaya Kristus Terangi Sisi Gelap Konflik

Reza Gunadha

Rabu, 25 Desember 2019 | 21:18 WIB
Pesan Natal 2019 Paus Fransiskus: Cahaya Kristus Terangi Sisi Gelap Konflik
Dewi Kartika Maharani Praswida, perempuan asal Kota Semarang, Jawa Tengah, bersalaman dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus di St Peter Square, Vatikan, 26 Juni 2019. [Photovat]

Suara.com - Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, mendorong masyarakat dunia memancarkan cahaya Natal agar dapat menembus “sisi gelap hati manusia” yang bisa mengarah pada persekusi, ketidakadilan sosial, konflik bersenjata, dan ketakutan akan migran.

Dalam pesan Natal “Urbi et Orbi” (kota dan dunia), Paus berusia 83 tahun itu menyerukan perdamaian di Yerusalem, Suriah, Lebanon, Yaman, Irak, Venezuela, Ukraina, dan beberapa negara di Afrika yang terlibat konflik.

Pesan yang ditujukan kepada belasan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, serta jutaan orang yang menonton ataupun mendengarkan khotbahnya di seluruh dunia itu adalah bahwa perubahan dimulai dari hati setiap individu.

“Terdapat sisi gelap dalam hati manusia, namun cahaya Kristus juga tetap lebih besar,” kata Paus Fransiskus, menandai tahun ketujuh ia sebagai Paus.

Ia kembali menekankan, “Ada kegelapan dalam seseorang, dalam keluarga, dalam relasi sosial, namun cahaya Kristus lebih hebat daripada itu. Ada pula sisi gelap dalam ekonomi, geopolitik, dan konflik ekologi. Namun tetap saja, yang lebih hebat adalah cahaya Kristus.”

Paus Fransiskus juga secara khusus menyebut soal persekusi terhadap umat Kristiani yang dilakukan oleh kelompok militan di Burkina Faso, Mali, Niger, dan Nigeria, memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan penderitaan mereka.

Pada 1 Desember lalu, setidaknya 14 orang ditembak mati dalam sebuah serangan di gereja di bagian timur Burkina Faso, di mana kelompok radikalis Islam memicu ketegangan etnis dan agama.

Menerangi kegelapan

Sri Paus, yang telah dicemooh oleh para politikus populis karena pembelaannya terhadap pengungsi dan migran, mendedikasikan satu bagian khotbahnya kepada para pengungsi dan migran yang menderita.

baca juga

“Ini adalah ketidakadilan karena membuat mereka harus menyeberangi padang pasir dan lautan yang menjadi pemakaman,” kata dia.

“Ini adalah ketidakadilan karena memaksa mereka bertahan dari bentuk kekerasan yang tak terucap, perbudakan, dan berbagai macam kekejaman tak manusiawi di kamp penahanan,” kata ia melanjutkan.

Bulan ini, Fransiskus telah meminta penutupan kamp penahanan migran di Libya. “Ini adalah ketidakadilan karena menjauhkan mereka dari tempat yang bisa saja memberikan harapan akan kehidupan yang lebih baik, namun justru mereka berada di hadapan dinding yang tak diperhatikan,” ujar ia.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa ketika ada banyak masalah di dunia, orang-orang tidak berpikir lebih jauh untuk memperbaiki ketidakadilan.

Padahal, menurutnya, mereka bisa membuat perubahan di komunitas mereka sendiri sebagai langkah awal menyembuhkan semua “anggota keluarga yang menderita.”

“Semoga Tuhan melembutkan hati kita yang seringkali keras dan egois, serta membuatkan ruang untuk cinta-Nya. Semoga Dia membawa senyumannya melalui wajah kita untuk semua anak di dunia: kepada mereka yang diabaikan dan menderita akibat kekerasan,” kata ia lagi.

Untuk menggarisbawahi pesannya, dua kardinal dipilih Fransiskus untuk turut serta bersamanya berdiri di balkon pusat.

Mereka adalah Renato Martino, presiden emeritus kantor imigrasi Vatikan, dan Konrad Krajewski, Papal Almoner yang menyebarkan bantuan kepada masyarakat miskin dan gelandangan Roma.

“Melalui tangan kami yang lemah ini, semoga Dia mengenakan pakaian kepada mereka yang tak punya baju, memberikan roti kepada yang lapar, dan menyembuhkan yang sakit,” kata Sri Paus.

Paus Fransiskus juga berdoa, “Pada hari Natal yang berbahagia ini, semoga Dia membawa kebaikan kepada semua dan menerangi kegelapan di muka bumi.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Gemes! Ada Misa Natal Anak di Gereja Santo Yoseph Matraman

Bikin Gemes! Ada Misa Natal Anak di Gereja Santo Yoseph Matraman

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:24 WIB

Kisah Sinterklas Muslim Wujudkan Mimpi Bocah Gereja di Solo

Kisah Sinterklas Muslim Wujudkan Mimpi Bocah Gereja di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 25 Desember 2019 | 14:03 WIB

Libur Natal, Wali Kota Risma Malah Sidak ke Pinggiran Surabaya

Libur Natal, Wali Kota Risma Malah Sidak ke Pinggiran Surabaya

Jatim | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:38 WIB

Anies: Selamat Merayakan Natal Umat Kristiani di Jakarta

Anies: Selamat Merayakan Natal Umat Kristiani di Jakarta

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:25 WIB

Cerita Natal Eco Friendly Gereja Katolik Santo Yoseph Matraman

Cerita Natal Eco Friendly Gereja Katolik Santo Yoseph Matraman

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 10:57 WIB

Toleransi Natal, Santri Pesantren Main Rebana di Gereja Mater Dei Semarang

Toleransi Natal, Santri Pesantren Main Rebana di Gereja Mater Dei Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 25 Desember 2019 | 10:47 WIB

Natal, 3 Kereta Api di Jalur Utara Jawa Timur Terganggu

Natal, 3 Kereta Api di Jalur Utara Jawa Timur Terganggu

Jatim | Rabu, 25 Desember 2019 | 10:34 WIB

Terkini

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×