Cerita Syam, Warga Veteran Banjir Jakarta Sejak Tahun 1996

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Kamis, 02 Januari 2020 | 14:41 WIB
Cerita Syam, Warga Veteran Banjir Jakarta Sejak Tahun 1996
Suasana banjir di wilayah Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Syam, seorang warga Jakarta menceritakan pengalamannya selama menjadi korban banjir sejak tahun 1996. Cerita itu dia sampaikan dalam tulisan di Facebook pada Rabu (1/1/2020).

"1996, Gubernur: Soerjadi Soedirja. Ini banjir gede pertama yang gue alamin selama hidup di Jakarta," kata Syam membuka ceritanya.

Menurut penjelasannya, ketinggian banjir di rumah sekitar 150 sentimeter pada tahun itu. Banjir tahun 1996 adalah banjir terbesar setelah masa Orde Lama.

Selang enam tahun, banjir lebih besar kembali terjadi. Syam kembali menjadi korban.

"2002, Gubernur: Sutiyoso. Kaget, karena banjir tahun ini lebih gede dibanding 1996 dan sempet beberapa kali air masuk ke rumah dalam kurun waktu seminggu. Ketinggian air sampai 2 meteran," ungkapnya.

Era pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo pada tahun 2007, banjir di Jakarta terus bertambah parah. Syam menjelaskan bahwa pada tahun itulah mulai beredar keyakinan banjir bandang 5 tahunan.

"Banjir ini paling parah dari hal ketinggian air, di rumah air 'hanya' mampir 1,5 meter doang, tapi di lantai 2. Dan nyisain lumpur sepinggang orang dewasa," Syam menceritakan.

Siklus banjir bandang 5 tahunan terbukti benar terjadi. Tahun 2012, masih di era Fauzi Bowo, Jakarta kembali dilanda banjir cukup parah.

Rumah Syam menjadi langganan banjir paling parah ketika tahun 2014, di era Gubernur Joko Widodo.

baca juga

"Parah bukan dari ketinggian air tapi parah karena dalam kurun waktu 17 hari, rumah kerendem sampe 21 kali dan di antara durasi itu rumah kerendem sampai 3 Hari 4 Malam. Sore bersih-bersih, malem lagi pules molor langsung kebangun karena air masuk tanpa salam dan hal ini (abis bersih2, masuk lagi air) terjadi sampe 20 kali. Ketinggian air terparah sampe menjelang 3 Meter," ungkapnya.

Kemudian pada tahun 2015-2017 saat Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, banjir mulai berkurang dari tahun sebelumnya.

Syam menjelaskan, "Hampir sama dengan banjir 2014 hanya intensitas air masuk ke rumah lebih sedikit, 'hanya' dalam kurun waktu 1,5 pekan air masuk belasan kali."

Ketinggian air banjir pun mulai turun pada tahun itu. Begitu juga di awal pemerintahan Gubernur Anies Baswedan pada 2017.

"2017/2018, Gubernur: Anies Baswedan. Hampir sama dengan banjir edisi sebelumnya dan intensitas jauh lebih kecil dari sebelumnya," kata Syam.

Cerita pengalaman warga Jakarta jadi korban banjir sejak 1996 (FB Syam)
Cerita pengalaman warga Jakarta jadi korban banjir sejak 1996 (FB Syam)

Tahun 2019 ini, Syam mengaku masih memantau banjir yang terjadi. Ia mengaku cukup tenang saat ini asal Bogor tidak hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan pengalamannya selama ini, Syam mengatakan, "Siapa pun gubernurnya gak akan bisa nahan banjir kecuali mengatasinya."

Syam merasa semua Gubernur dan jajarannya gagal total dalam penanganan sebelum, saat dan pascabanjir. Cara para Gubernur Jakarta dari tahun 1996 sampai sekarang menurutnya tidak efektif.

"Pemerintah Provinsi DKI lebih memfokuskan bantuan diarahkan ke titik-titik 'famous' seperti Bidara Cina, Kampung Melayu dsk," ujarnya.

Ia meminta pemerintah juga memperhatikan wilayah lain yang sama parahnya terkena banjir. Seperti Condet, Rawa Jati, Rawa Sepat, Cawang.

Syam bahkan mengaku, "Dari jadi korban banjir tahun 1996 gue sama sekali gak ngerasain namanya bantuan dari Pemprov DKI kecuali bantuan dari PMI, Ormas-ormas, anak-anak mahasiswa, para donatur pribadi, kawan-kawan, para kolega, dll."

Warga Jakarta yang langgangan terkena banjir ini juga kesal dengan orang-orang yang hanya bisa berkoar-koar di media sosial dan saling menyalahkan.

"Gua sebagai korban banjir dari tahun ke tahun gak pengen nyalahin siapa pun Gubernurnya," kata Syam yang juga mengaku bukan pendukung fanatik Anies Baswedan.

Ia berharap pihak Pemprov DKI Jakarta bisa lebih perhatian terhadap keluhan korban banjir di daerah lain. Syam juga meminta agar sistem distribusi bantuan lebih baik lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Target Banjir Jakarta Reda? Anies Baswedan: Tunggu Air Laut Surut

Ada Target Banjir Jakarta Reda? Anies Baswedan: Tunggu Air Laut Surut

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 14:32 WIB

Romatis, Randy Pangalila Ajak Istri Duduk di Atas Genteng saat Banjir

Romatis, Randy Pangalila Ajak Istri Duduk di Atas Genteng saat Banjir

Entertainment | Kamis, 02 Januari 2020 | 14:25 WIB

Dituduh Hoaks, Pria Korban Banjir Jakarta Seleher Bikin Video Klarifikasi

Dituduh Hoaks, Pria Korban Banjir Jakarta Seleher Bikin Video Klarifikasi

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 14:14 WIB

Kunjungi Korban Banjir, Ini yang Dilakukan Menkes Terawan

Kunjungi Korban Banjir, Ini yang Dilakukan Menkes Terawan

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:35 WIB

Sri Mulyani Buka Suara Terkait Kerugian Besar Akibat Banjir

Sri Mulyani Buka Suara Terkait Kerugian Besar Akibat Banjir

Bisnis | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:29 WIB

Sempat Terkendala Banjir Jakarta, Penerbangan Yogyakarta Kembali Normal

Sempat Terkendala Banjir Jakarta, Penerbangan Yogyakarta Kembali Normal

Jogja | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:27 WIB

BPPT Sebut Hujan Tinggi di Jabodetabek Bisa Dikurangi, Ini Caranya

BPPT Sebut Hujan Tinggi di Jabodetabek Bisa Dikurangi, Ini Caranya

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:27 WIB

Kecoa dan Tikus Ikut 'Mengungsi' karena Banjir Bikin Warganet Merinding

Kecoa dan Tikus Ikut 'Mengungsi' karena Banjir Bikin Warganet Merinding

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:27 WIB

Rutan KPK Terendam Banjir, 6 Tahanan Dievakuasi

Rutan KPK Terendam Banjir, 6 Tahanan Dievakuasi

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:17 WIB

Banjir Jakarta 2020, Roy Marten: Mobil Alhamdulilah Terendam

Banjir Jakarta 2020, Roy Marten: Mobil Alhamdulilah Terendam

Otomotif | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB