Gus Yahya Jadi Pembicara di Vatikan, Ini Pesan yang Akan Disampaikan

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 13 Januari 2020 | 11:35 WIB
Gus Yahya Jadi Pembicara di Vatikan, Ini Pesan yang Akan Disampaikan
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Capture)

Suara.com - Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf akan bertolak ke Vatikan, guna memenuhi undangan Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim. Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya akan menjadi pembicara dan menyampaikan sejumlah pesan yang berkaitan dengan dialog antar agama.

Gus Yahya menjadi salah satu dari enam tokoh wakil dunia Islam yang diundang guna memenuhi kontribusi pemikiran tentang gerakan bersama untuk perdamaian dunia. Rencananya Gus Yahya akan berada di Vatikan mulai Selasa hingga Jumat, 17 Januari 2020.

"Ini undangan kedua ke Vatikan sejak saya bertemu Paus bulan September tahun lalu. Bulan Oktober tahun lalu saya juga diundang ke Vatikan untuk mengikuti konvensi tentang euthanasia, tapi saya berhalangan hadir karena terikat tugas di tanah air. Kali ini saya harus hadir karena agendanya luar biasa penting,” kata Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/1/2020).

Gus Yahya menuturkan, dirinya bakal membahas soal cita-cita peradaban mulia yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan juga rencana-rencana strategis yang telah dibangun di lingkungan NU.

Menurutnya dialog antar agama tidak boleh terbatas dengan kata-kata manis dari kutipan-kutipan kitab suci dan pernyataan dari tokoh-tokoh suci.

"Sudah terlalu lama umat manusia menunggu para tokoh agama bicara sejujur-jujurnya tentang masalah-masalah yang nyata-nyata sedang menimpa umat manusia dewasa ini, termasuk permusuhan dan konflik yang bengis di antara kelompok-kelompok berbeda agama," ujar mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut.

Agama kata Gus Yahya, diturunkan ke bumi untuk menolong umat manusia dalam mencari jalan keluar dari masalah-masalah. Akan tetapi pada implementasinya seringkali malah dijadikan untuk identitas kelompok dengan tujuan bersaing ataupun bertarung melawan kelompok yang dianggapnya berbeda.

"Pada titik itulah, agama menjadi sumber konflik. Sebab itu, kita harus memerdekakan agama dari jerat posisi sebagai sumber masalah dan mengembalikannya kepada tujuan hakiki sebagai landasan untuk memecahkan masalah,” tuturnya.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut diinisiasi oleh "Multi-Faith Neighbours Network" atau sebuah organisasi Amerika yang diawaki oleh Imam Eksekutif All Dulles Area Muslim Society Center, Imam Mohamed Magid, Pastor Bob Roberts yang merupakan pendiri Gereja Northwood di Keller, Texas, AS dan Rabbi David Saperstein yang menjadi Presiden World Union for Progressive Judaism (Perserikatan Yahudi Progresif Seluruh Dunia).

baca juga

Di sisi lain, Pastor Bob Roberts mengatakan pentingnya mengundang Gus Yahya untuk bisa hadir dalam acara tersebut karena wujud nyata yang dilakukan Gus Yahya dalam mewujudkan perdamaian antar agama.

Pemerintah Amerika Serikat yang ikut mendukung inisiatif ini merasa perlu untuk meminta secara langsung kehadiran Gus Yahya.

Bahkan Duta Besar Keliling Amerika Serikat Samuel D. Brownback sampai mengirim surat pribadi kepada Gus Yahya agar yang bersangkutan bisa hadir. Dalam suratnya, Samuel berharap Gus Yahya bisa ikut hadir dan mendiskusikan soal perdamaian antar agama.

"Harapan terbesar saya bahwa Anda dapat bergabung dengan kami untuk mendiskusikan agama-agama kita sebagai landasan menuju perdamaian. Upaya yang akan kami lakukan hanya mungkin terwujud dengan kehadiran Anda," ujar Samuel.

Selain Gus Yahya, sejumlah tokoh pun diundang dalam pertemuan tersebut. Dari perwakilan agama Islam, ada Syaikh Abdul Karim Khasawneh, Grand Mufti Yordania, Syaikh Abdullah Bin Bayah dari Dewan Fatwa Uni Emirat Arab, Sayyed Yousif Al Khoei, Direktur Pusat Studi Akademik Syiah di Inggris, Imam Hassan Qazwini dari Institut Islam Amerika di Michigan dan Dr Ingrid Mattson, profesor dari University of Western Ontario, Kanada.

Kemudian dari kalangan Kristen diwakili oleh Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Presiden Pontifical Council for Interreligious Dialogue (Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama) dan Prof Dr Thomas K. Johnson, Duta Besar World Evangelical Alliance untuk Vatikan dan untuk Humanitarian Islam. Sedangkan Kalangan Yahudi diwakili Chief Rabbi David Rosen, Direktur Internasional untuk Masalah-masalah Agama dari American Jewish Committee beserta sejumlah Rabbi senior dari Amerika, Italia, dan lain-lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tensi Amerika Serikat-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Turun

Tensi Amerika Serikat-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Senin, 13 Januari 2020 | 08:20 WIB

Studi: 2.6 Persen Kasus Kematian di Amerika Serikat Terkait Alkohol

Studi: 2.6 Persen Kasus Kematian di Amerika Serikat Terkait Alkohol

Health | Minggu, 12 Januari 2020 | 15:19 WIB

Iran Tembak Jatuh Pesawat Sipil, Presiden Ukraina Minta Penembak Diadili

Iran Tembak Jatuh Pesawat Sipil, Presiden Ukraina Minta Penembak Diadili

News | Sabtu, 11 Januari 2020 | 15:26 WIB

Presiden Iran: Penembakan Pesawat Ukraina Kesalahan Tak Termaafkan

Presiden Iran: Penembakan Pesawat Ukraina Kesalahan Tak Termaafkan

News | Sabtu, 11 Januari 2020 | 14:18 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×