Meski China Investor Besar, PBNU Minta Pemerintah Tak Lembek soal Natuna

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 06 Januari 2020 | 18:17 WIB
Meski China Investor Besar, PBNU Minta Pemerintah Tak Lembek soal Natuna
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap pemerintah Indonesia tegas menuntaskan pelanggaran yang dilakukan pemerintah China di perairan Natuna. Meskipun China termasuk ke dalam inevstor terbesar ketiga di Indonesia, namun PBNU berharap Indonesia tidak lembek menjaga wilayahnya sendiri.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj memandang tidak perlu ada negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah China yang sudah mengklaim wilayah Zona Ekslusif Indonesia (ZEEI) sebagai miliknya. Karena menurutnya, kedaulatan negara tidak bisa dinegosiasikan dengan hal apapun.

"Meskipun China merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, Nahdlatul Ulama meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi," kata Said Aqil melalui keterangan tertulis, Senin (6/1/2020).

"Keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, di darat dan di laut, dan juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apa pun," sambungnya.

PBNU juga mendesak pemerintah China untuk melakukan tindakan provokatif atas kedaulatan wilayah perairan RI yang telah diakui dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB atau Unclos 1982. Melalui Unclos 1982, kepulauan Natuna masuk ke dalam 200 mil laut ZEEI yang telah diratifikasi sejak 1994.

"Karena itu tindakan Coast Guard RRT mengawal kapal nelayan berbendera China di perairan Natuna sebagai bentuk provokasi politik yang tidak bisa diterima," tuturnya.

Sebagai masukan untuk jangka panjang, PBNU meminta pemerintah Indonesia agar bisa memprioritaskan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik.

Said Aqil juga menyebut kalau kedudukan laut amat strategis sebagai basis pertahanan.

"Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memanas dengan China, Jokowi: Tak Ada Tawar Menawar soal Kedaulatan Negara

Memanas dengan China, Jokowi: Tak Ada Tawar Menawar soal Kedaulatan Negara

News | Senin, 06 Januari 2020 | 15:20 WIB

Dibeking Pemerintah, Nelayan Pantura Siap Berjaga di Perairan Natuna

Dibeking Pemerintah, Nelayan Pantura Siap Berjaga di Perairan Natuna

News | Senin, 06 Januari 2020 | 14:21 WIB

Indonesia - China Memanas, Mahfud MD: Usir Negara Lain dari Natuna

Indonesia - China Memanas, Mahfud MD: Usir Negara Lain dari Natuna

News | Senin, 06 Januari 2020 | 12:41 WIB

Perintahkan Nelayan Jaga Natuna, Mahfud MD: Kewajiban Saudara Bela Negara

Perintahkan Nelayan Jaga Natuna, Mahfud MD: Kewajiban Saudara Bela Negara

News | Senin, 06 Januari 2020 | 11:46 WIB

Soal China Klaim Natuna, Jokowi Disarankan Diskusi dengan SBY

Soal China Klaim Natuna, Jokowi Disarankan Diskusi dengan SBY

News | Senin, 06 Januari 2020 | 09:39 WIB

China Klaim Natuna, AHY Minta Pemerintah Jokowi Pakai Kebijakan Warisan SBY

China Klaim Natuna, AHY Minta Pemerintah Jokowi Pakai Kebijakan Warisan SBY

News | Senin, 06 Januari 2020 | 09:04 WIB

Heboh Coast Guard China Masuk Perairan Natuna, Ini Penjelasan Guru Besar UI

Heboh Coast Guard China Masuk Perairan Natuna, Ini Penjelasan Guru Besar UI

News | Senin, 06 Januari 2020 | 06:49 WIB

Coast Guard China Kawal Nelayannya di Natuna dan 4 Berita Populer Lain

Coast Guard China Kawal Nelayannya di Natuna dan 4 Berita Populer Lain

News | Senin, 06 Januari 2020 | 09:06 WIB

Prabowo Lembek soal Natuna, Andre dan Tifatul Malah Perang di Twitter

Prabowo Lembek soal Natuna, Andre dan Tifatul Malah Perang di Twitter

News | Senin, 06 Januari 2020 | 09:23 WIB

China Masuk Laut Natuna, Susi: Bedakan Pencurian Ikan dan Persahabatan

China Masuk Laut Natuna, Susi: Bedakan Pencurian Ikan dan Persahabatan

News | Senin, 06 Januari 2020 | 09:27 WIB

Terkini

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×