Pesawat Batik Air Pengangkut WNI dari Wuhan Bakal Diisolasi di Natuna

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Sabtu, 01 Februari 2020 | 21:13 WIB
Pesawat Batik Air Pengangkut WNI dari Wuhan Bakal Diisolasi di Natuna
Pesawat yang digunakan pemerintah untuk mengevakuasi ratusan WNI di Wuhan, China. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Pesawat yang mengangkut tim evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) telah mendarat di Bandara Tianhe, Wuhan, China. Setelah kembali ke Indonesia, pesawat milik maskapai swasta Batik Air itu tak akan bisa digunakan untuk sementara waktu.

Direktur Lion Group Edward Sirait mengatakan pesawat itu akan ikut diobservasi bersama dengan WNI dari China selama 14 hari. Menurutnya, tindakan tersebut sudah sesuai prosedur karena pesawat itu pernah mendarat di daerah wabah penyakit.

“Selama masa penelitian atau pengawasan dan pesawat akan kami rawat kurang lebih selama 14 hari sekaligus perawatan,” ujar Edward di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (1/2/2020).

Karena itu, pesawat tipe airbus 330 itu akan tidak akan beroperasi secara komersil untuk sementara waktu dan dirawat di Natuna, Kepulauan Riau. Bahkan untuk tindakan pencegahan virus, pesawat akan disemprotkan disinfektan.

"Jadi pesawat ini kami bersihkan kami semprot disinfektan juga proses sterilisasi termasuk perawatan," jelasnya.

Edward menjelaskan, pihaknya juga memiliki alat penyaring udara atau HEPA dan cabin air reuter. Dengan alat itu, virus yang membawa penyakit disebutnya akan mati.

"Jadi udara disini diputar nanti disaring dengan alat yang sudah disiapkan pabrik pesawat termasuk Airbus. Virus apapun sebenarnya termasuk banteri termasuk corona itu akan mati dengan sendirinya," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melakukan pelepasan tim evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China. Pelepasan dilakukan di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Pusat.

Pelepasan ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sementara tim evakuasi sendiri berjumlah 42 orang yang terdiri dari unsur TNI, Kemenlu dan Kemenkes berdiri di hadapan kedua menteri dan Panglima TNI. Dari tim evakuasi yang berbaris, dua di antaranya menggunakan pakaian medis lengkap warna putih yang menutupi seluruh anggota tubuh lengkap dengan masker dan kacamata.

Pelepasan dilakukan dengan memberikan pesan-pesan kepada tim evakuasi. Selain itu empat orang perwakilan tim itu dipasangi ban di lengan berlambang Indonesia secara simbolis.

Kepada para anggota tim, Retno meminta agar seluruhnya semangat melakukan tugas dan menjaga kesehatannya.

"Ini pesan saya yang akan berangkat tetap semangat semua dari kita harus semangat dan kita harus sehat," ujar Retno di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (1/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Pemerintah Pilih Batik Air untuk Menjemput WNI di Wuhan

Ini Alasan Pemerintah Pilih Batik Air untuk Menjemput WNI di Wuhan

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 20:13 WIB

Terbang Non-stop Lima Jam, Tim Evakuasi WNI Telah Mendarat di Wuhan

Terbang Non-stop Lima Jam, Tim Evakuasi WNI Telah Mendarat di Wuhan

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 19:56 WIB

Sempat Terisolir di China, Bobot Nurul Malah Naik Sepulang ke Indonesia

Sempat Terisolir di China, Bobot Nurul Malah Naik Sepulang ke Indonesia

Jatim | Sabtu, 01 Februari 2020 | 19:33 WIB

Ditolak Warga, Panglima Beberkan Alasan Karantina WNI dari China di Natuna

Ditolak Warga, Panglima Beberkan Alasan Karantina WNI dari China di Natuna

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 18:53 WIB

Evakuasi Ratusan WNI, Ini Peralatan Tim yang Diterbangkan ke Wuhan China

Evakuasi Ratusan WNI, Ini Peralatan Tim yang Diterbangkan ke Wuhan China

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 17:27 WIB

Terkini

JakartaKelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

JakartaKelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB