Ganjar Pranowo Tolak Rencana Pemulangan Warga Eks ISIS ke Indonesia

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 08 Februari 2020 | 14:39 WIB
Ganjar Pranowo Tolak Rencana Pemulangan Warga Eks ISIS ke Indonesia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok : Pemprov Jateng).

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah menolak rencana pemulangan warga eks ISIS ke Indonesia. Menurut Ganjar Pranowo, pemulangan eks ISIS ke Indonesia justru menimbulkan kontradiksi. Sebab, mereka sudah tidak mengakui, bahwa mereka adalah Warga Negara Indonesia.

"Dia negaranya mana? Lho kan pasport saja sebagai data Keindonesiaannya sudah dibakar, berarti sudah tidak mau dengan kita. Wong sudah tidak mau dengan kita, kok mau diterima. Kan aneh," ucapnya.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar kepada wartawan usai mengisi acara Rakernas Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Asrama Haji Donohudan, Sabtu (8/2/2019).

Saat itu, wartawan sengaja berkerumun untuk memintai statemen soal penolakan Ganjar terhadap eks ISIS tersebut.

"Yang harus pulang itu mereka yang pergi ke luar negeri dan berprestasi. Bukan yang itu (eks ISIS)," tegas Ganjar.

Saat ditanya apakah tidak takut melanggar HAM karena menolak pemulangan mereka oleh wartawan, Ganjar justru mempertanyakan tudingan itu.

"Melanggar HAM bagaimana? Justru mereka (eks ISIS) itu yang melanggar HAM dengan sadis. Coba lihat mereka melanggar HAM tidak? Mereka malah super sadis, nyembelih orang kok bukan pelanggaran HAM," tegasnya.

Ditanya ada berapa warga Jawa Tengah yang tergabung dengan ISIS, Ganjar menggeleng tidak tahu. Sebab lanjut dia, saat pergi meninggalkan Indonesia, mereka juga tidak pamit.

"Ya ora reti (ya tidak tahu), wong lungo ya ora pamit aku (pergi juga tidak pamit saya," imbuhnya.

Selama ini lanjut dia, Jateng sedang fokus pada upaya deradikalisasi eks napiter yang ada di Jateng. Program yang dilakukan sudah berjalan terus, namun memang belum bisa efektive menjangkau secara keseluruhan.

"Apalagi mau ketambahan yang itu (eks ISIS). Teman-teman eks napiter di Solo itu menceritakan, bagaimana bahayanya mereka (eks ISIS). Jadi itu tidak mudah, apakah eks ISIS itu sedang jujur atau menipu kita kan kita tidak tahu," katanya.

Untuk itu, Ganjar meminta pemerintah pusat untuk berhati-hati dalam rencana pemulangan eks ISIS tersebut.

"Saya bisa dan berani memberikan kesaksian-kesaksian dari yang ada di lapangan, kalau memang dibutuhkan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan tegas menolak rencana pemulangan eks ISIS ke Indonesia. Menurut Ganjar, yang ditunggu adalah mereka warga Jateng yang sukses dan berprestasi di luar negeri. Bukan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMP Jateng Lebih Murah, Ganjar Sebut Ada Pabrik yang Mulai Relokasi

UMP Jateng Lebih Murah, Ganjar Sebut Ada Pabrik yang Mulai Relokasi

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 16:50 WIB

Ditantang Sri Mulyani Ekonomi Jateng Tumbuh 7 Persen, Ini Strategi Ganjar

Ditantang Sri Mulyani Ekonomi Jateng Tumbuh 7 Persen, Ini Strategi Ganjar

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:32 WIB

Jateng Gandeng Tokopedia, Warga Kini Bisa Bayar PBB Online

Jateng Gandeng Tokopedia, Warga Kini Bisa Bayar PBB Online

Tekno | Rabu, 29 Januari 2020 | 02:10 WIB

Jawa Tengah Waspada Corona, Ganjar: ke RS Kalau Kena Flu dan Demam

Jawa Tengah Waspada Corona, Ganjar: ke RS Kalau Kena Flu dan Demam

Jawa Tengah | Selasa, 28 Januari 2020 | 10:56 WIB

Ganjar Pranowo Ikut Respons Video Viral Rubingah Ditendang di Pasar Gendeng

Ganjar Pranowo Ikut Respons Video Viral Rubingah Ditendang di Pasar Gendeng

Jogja | Kamis, 23 Januari 2020 | 15:56 WIB

Keraton Agung Sejagat Diusulkan Jadi Wisata, Sujiwo Tejo Sentil Ganjar

Keraton Agung Sejagat Diusulkan Jadi Wisata, Sujiwo Tejo Sentil Ganjar

Jawa Tengah | Kamis, 23 Januari 2020 | 16:37 WIB

Terkini

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:30 WIB

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:14 WIB

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:58 WIB

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:56 WIB

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:53 WIB

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:51 WIB

Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak

Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:43 WIB

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:32 WIB

YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG

YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:23 WIB