Hari Pers Nasional dan Orde Baru, Tepatkah Perayaan HPN 9 Februari?

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Sabtu, 08 Februari 2020 | 17:11 WIB
Hari Pers Nasional dan Orde Baru, Tepatkah Perayaan HPN 9 Februari?
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peringatan HPN 2020 di Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (8/2/2020). [Antara/Firman]

Suara.com - Selama bertahun-tahun, setiap 9 Februari, sekelompok komunitas pers dan pemerintah selalu menggelar perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Namun, setiap perayaan  diiringi polemik: tepatkan kaum jurnalis merayakannya?

Presiden Jokowi mengakui kapok kalau tak menghadiri perayaan Hari Pers Nasional. Karenanya pula, ia jauh-jauh datang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2), untuk mengikuti perayaan HPN 2020.

"Saya kapok kalau enggak hadir di acara HPN, wartawan teman saya sehari-hari,” kata Jokowi ketika berpidato dalam acara HPN 2020 di halaman kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jalan Dharma Praja Nomor 1 Banjarbaru, Sabtu.

Meski sedang dalam agenda kenegaraan di sejumlah daerah, Jokowi tetap menyempatkan diri hadir di Banjarmasin.

"Tadi dalam perjalanan ke Canberra, saya membelokkan ke Banjarmasin demi menghadiri Hari Pers Nasional,” katanya.

Presiden mengatakan, kemana pun pergi, yang selalu ikut adalah para wartawan. Bahkan kadang menterinya tidak ikut, justru wartawan yang mengawal.

“Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya sehari-hari adalah insan pers,” katanya.

Kadang sebagai Presiden ia gugup saat bertemu wartawan, terkait pertanyaan yang dilontarkan oleh kuli tinta, bahkan ada informasi yang belum ia ketahui dari bawahannya.

“Jadi kadang saya jadi gugup dan gagap, karena tidak siap dengan pertanyaan yang disampaikan wartawan,” katanya.

Aliansi Jurnalis Independen. [Suara.com/Adhitya Himawan]
Aliansi Jurnalis Independen. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Polemik

Perayaan HPN kekinian masih menjadi polemik. Sebab, tidak semua komunitas pers setuju terhadap tanggal Hari Pers Nasional.

Kelompok yang pro HPN pada 9 Februari adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Sementara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), tidak menyepakati tanggal tersebut.

Sejumlah kalangan menilai tanggal 9 Februari tidak tepat ditetapkan sebagai HPN, sehingga harus diluruskan.

HPN selama ini mengacu pada hari lahir PWI yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto—penguasa Orde Baru yang menindas pers—melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.

Pada era itu, PWI adalah satu-satunya organisasi wartawan yang diakui dan diizinkan oleh pemerintah.

Semasa Orba berkuasa, PWI menjadi kepanjangan tangan pemerintah yang otoriter. Di tangan Soeharto selama 32 tahun, pers dikekang dan tidak ada kebebasan.

Pada akhir-akhir masa pemerintahan Soeharto, PWI memaklumi pembredelan sejumlah media.

Kapan hari yang tepat sebagai HPN?

Sejarawan senior, Asvi Warman Adam berpandangan hari pers nasional harus berdasarkan peristiwa yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai tonggak pers Indonesia. Hal itu disampaikan Asvi kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Asvi memunyai ide mengacu pada kiprah Tirto Adhi Soerjo dan Abdoel Rivai. Keduanya tokoh pers Indonesia yang menjadi jurnalis dan menerbitkan surat kabar di era perjuangan kemerdekaan awal 1990-an.

Ia mengusulkan momentum bersejarah lain di Indonesia, seperti tanggal berdirinya Medan Prijaji (media pribumi pertama) pada 1 Januari 1907.

Sebagai alternatif, Asvi juga mengusulkan tanggal lahir Tirto Adhi Soerjo pada 7 Desember 1918 sebagai pengganti hari perayaan HPN.

Sejarah pers, pernah ditulis Ahmat Adam dalam buku “Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan”.

Dalam buku itu disebutkan, masyarakat zaman VOC mulai menyadari manfaat pers sebagai penyampai kabar aturan hukum dan kebijakan pemerintah saat itu.

Pada 1831 terbit surat kabar partikelir yang pertama. Kemudian berkembang setelah itu, kelompok pribumi mengelola media massa sendiri.

Beberapa nama di antaranya adalah Tirto Adhi Soerjo yang mendirikan Medan Prijaji tahun 1907.

Namun, apakah betul Medan Prijaji sebagai surat kabar pribumi pertama?

Sebenarnya ada juga Abdoel Rivai yang lebih awal menerbitkan Bintang Hindia pada 1901.

Karenanya, penetapan Hari Pers Nasional bisa saja mengacu dari peristiwa sejarah yang dilakukan kedua tokoh itu.

Batu nisan Tirto Adhi Soerjo di Pemakaman Umum Blender, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, 3 Juni 2018. [Suara.com/Rambiga]
Batu nisan Tirto Adhi Soerjo di Pemakaman Umum Blender, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, 3 Juni 2018. [Suara.com/Rambiga]

Tirto Adhi Soerjo Sebagai Rujukan HPN?

Tirto adalah tokoh yang sangat kuat dari sisi prestasi dan tercatat dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Tirto merupakan pahlawan nasional dan telah dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional pada 1970.

Ketika itu tulisan-tulisannya diterbitkan di koran mingguan bernama Medan Pridjaji. Koran yang dikelola Tirto ini pertama di Jawa.

Segmen mingguannya berisi kelompok terpelajar pribumi dengan mengangkat isu tentang kesejahteraan pribumi, pendidikan dan politik.

Koran mingguan ini dikelola secara independent dan kompromi dengan pemerintahan Hindia Belanda. Isu yang pernah diangkat seperti kritik tehadap kaum priyayi korup dan pejabat pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan.

Sebelum menerbitkan Medan Pridjaji, Tirto sempat menerbitkan Soenda Berita di antara 1903 sampai 1905.

Setetelah Medan Pridjaji tutup menerbitkan Putri Hindia. Selain tokoh pers, dia juga membentuk Sarekat Dagang Islam.

Puncak Hari Pers Nasional 2017 di Ambon, Maluku, Kamis (9/2).
Puncak Hari Pers Nasional 2017 di Ambon, Maluku, Kamis (9/2).

Sosok Abdoel Rivai

Abdoel Rivai, Namanya jarang dikenal. Ia adalah maestro, dokter dan juga wartawan. Pada 1990 ia memprakarsai surat kabar Pewarta Wolanda. Surat kabar ini terbit di Amsterdam dengan bahasa Melayu.

Bersama Henri Constant Claude Clockener Brousson, Rivai menerbitkan Bintang Hindia pada Juli 1902.

Meski berbeda dengan Tirto, Abdoel Rivai ini dulu lebih ‘kooperatif’ terhadap Belanda. Dia pernah memimpin surat kabar milik Belanda.

Di dalam surat kabar itu ia mengajarkan kemajuan, menjadikan bumiputera ini sebagai kemajuan jurnalisme.

Pada waktu itu, Rivai mempunyai strategi mengajarkan nasionalisme dan kebangsaan.

Rivai juga seorang koresponsen pribumi yang pertama yang menulis surat kabar di Indonesia. Ia pernah tinggal di Belanda, Paris dan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Buka Wacana Bangun Tol dari Kalsel ke Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi Buka Wacana Bangun Tol dari Kalsel ke Ibu Kota Baru

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 14:46 WIB

Presiden Jokowi Rayakan Hari Pers Nasional di Kota Banjarbaru

Presiden Jokowi Rayakan Hari Pers Nasional di Kota Banjarbaru

News | Sabtu, 08 Februari 2020 | 10:02 WIB

Ucie Sucita Girang Bakal Tanam Pohon Bareng Presiden Jokowi

Ucie Sucita Girang Bakal Tanam Pohon Bareng Presiden Jokowi

Press Release | Jum'at, 07 Februari 2020 | 21:37 WIB

Jurnalis Yuli Dideportasi, AJI Surabaya Kecam Pemerintah Hongkong

Jurnalis Yuli Dideportasi, AJI Surabaya Kecam Pemerintah Hongkong

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 13:43 WIB

AJI Gelar Pelatihan Cek Fakta untuk Media di 23 Kota

AJI Gelar Pelatihan Cek Fakta untuk Media di 23 Kota

News | Sabtu, 23 November 2019 | 11:59 WIB

Presiden Jokowi Digugat ke Pengadilan, Kasus Blokir Internet Papua

Presiden Jokowi Digugat ke Pengadilan, Kasus Blokir Internet Papua

News | Kamis, 21 November 2019 | 19:26 WIB

Diintimidasi saat Liput Demo DPR, 4 Jurnalis Lapor ke Polda

Diintimidasi saat Liput Demo DPR, 4 Jurnalis Lapor ke Polda

Video | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 14:05 WIB

Terkini

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB