Jakarta Mulai Waspada Virus Corona, Dinkes Perkuat Fasilitas Kesehatan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 11 Februari 2020 | 06:30 WIB
Jakarta Mulai Waspada Virus Corona, Dinkes Perkuat Fasilitas Kesehatan
Ilustrasi penanganan Virus Corona di RS Margono Soekardjo di Purwokerto pada Senin (3/2/2020). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengakui sulit mendeteksi virus corona. Meski dengan alat deteksi suhu tubuh atau thermal scanner.

thermal scanner hanya bisa mendeteksi 20 persen kemungkinan kasus terjangkit virus corona. Sehingga Pemprov DKI memperkuat pengawasan hingga tingkat Puskesmas.

"Kemudian di terminal-terminal pintu masuk Jakarta, kalau diprediksi hanya bisa mendeteksi 20 persen dari kemungkinan kasus. Karenanya penguatan kami adalah di fasilitas kesehatan hingga tingkat Puskesmas," kata Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Senin (10/2/2020).

Agak sulitnya mendeteksi kasus virus corona kata Widyastuti, karena dalam kasus virus corona adanya masa inkubasi selama 14 hari. Dari mulai masuknya kuman ke tubuh sampai sakit.

"Katakanlah dia baru datang dari satu negara terdampak, karena masa inkubasinya 14 hari, dia belum muncul sehingga ketika lewat thermal scanner enggak terdeteksi," kata dia.

Karena itu, kata Widyastuti, penguatan Dinkes DKI Jakarta adalah di semua fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit pemerintah maupun swasta, klinik, hingga Puskesmas dengan cara sosialisasi info virus corona dan alur penemuannya.

Harapannya, jika ada pasien yang datang dari negara terdampak virus vorona maka semakin mempertajam dan memperjelas anamnesis (proses komunikasi antara dokter dan pasien yang bertujuan mendapatkan informasi tentang penyakit yang diderita dan lainnya yang berkaitan.

Dengan demikian, dapat mengarahkan diagnosis penyakit) sehingga juga terdeteksi di fasilitas-fasilitas kesehatan.

"Harus kita yang siaga bukan hanya nunggu di bandara, tapi penguatan juga di lapangan," ucap dia.

baca juga

Kendati demikian, DKI tetap bekerjasama untuk pengawasan pintu-pintu masuk ke Jakarta dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi dan pihak berwenang dengan melibatkan diri dalam "Public Health Emergency Operating Centre" (PHEOC).

"Selalu ada komunikasi antara kami dengan pihak-pihak yang berada di pelabuhan-pelabuhan," kata Widyastuti. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Studi Harvard Soal Corona di Indonesia, Kemenkes: Itu Matematik

Tanggapi Studi Harvard Soal Corona di Indonesia, Kemenkes: Itu Matematik

News | Senin, 10 Februari 2020 | 23:03 WIB

Dipastikan Sehat, Empat WNI Dari Singapura Jalani Proses Karantina

Dipastikan Sehat, Empat WNI Dari Singapura Jalani Proses Karantina

News | Senin, 10 Februari 2020 | 22:21 WIB

Satu Grup dengan Korsel di BATC 2020, Tim Beregu Putra Indonesia Optimistis

Satu Grup dengan Korsel di BATC 2020, Tim Beregu Putra Indonesia Optimistis

Sport | Senin, 10 Februari 2020 | 21:51 WIB

6 WNI 'Suspect Virus Corona' Kabur dari Singapura, Kemenkes Bilang Begini

6 WNI 'Suspect Virus Corona' Kabur dari Singapura, Kemenkes Bilang Begini

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 21:04 WIB

Hoaks Babi Berbicara, Sebut Virus Corona Bisa Dicegah dengan Makan 9 Telur

Hoaks Babi Berbicara, Sebut Virus Corona Bisa Dicegah dengan Makan 9 Telur

News | Senin, 10 Februari 2020 | 20:46 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×