Veronica Koman Sebut Mahfud MD Bersikap Shooting The Messenger, Apa Itu?

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 13 Februari 2020 | 20:44 WIB
Veronica Koman Sebut Mahfud MD Bersikap Shooting The Messenger, Apa Itu?
Pengacara cum aktivis hak asasi manusia Veronica Koman,dianugerahi Penghargaan HAM Sir Ronald Wilson oleh Dewan Australia untuk Pembangunan Internasional (ACFID). [dokumentasi]

Suara.com - Aktivis sekaligus pengacara HAM Veronica Koman dituding pemerintah sebagai sosok yang anti Indonesia.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud menanggapi data yang diserahkan Amnesty International Australia bersama Veronica kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pesan singkatnya, Veronica ogah terpancing dengan pernyataan Mahfud. Sebab, dia menilai,  Mahfud MD sedang berupaya membungkam soal data tahanan politik dan korban kekerasan di Papua yang telah dibeberkan kepada Jokowi dengan menggunakan metode shooting the messenger. 

Diketahui, pengertian dari shooting the messenger dikenal sebagai upaya mendelegitimasi pihak atau kelompok tertentu yang vokal dalam berpendapat, bukan dengan membantah argumen mereka melalui data dan informasi terkait, tetapi dengan menyebarkan informasi-informasi tentang mereka yang kemungkinan besar tidak disukai masyarakat.

"Jelas sikap tersebut adalah metode shooting the messenger. Jadi saya tidak mau terpancing untuk komentar," kata Veronica kepada Suara.com, Kamis (13/2/2020).

Veronica Koman mengaku masih menunggu respons pemerintah terkait kasus pelanggaran HAM di Papua sebagaimana dokumen yang telah dikirimkan kepada Presiden Jokowi. 

"Supaya kami fokus di isu data pelanggaran HAM Papua tersebut. Kami masih tunggu tanggapan dan tindak lanjut pemerintah atas sekian banyaknya tapol dan korban dari operasi militer Nduga," katanya.

Sebelumnya, Mahfud menyebut Veronica Koman kerap menjelek-jelekan Indonesia di dunia internasional lewat isu Papua. Pernyataan tersebut diungkapkan Mahfud menyusul data Amnesty International Australia bersama Veronica yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Data tersebut berisi nama-nama rakyat Papua yang menjadi tahan politik dan warga sipil Papua yang tewas karena konflik bersenjata dengan TNI - Polri.

baca juga

"Veronica Koman itu adalah seorang yang selalu menjelek-jelekkan Indonesia dan anti Indonesia, melalui Papua. Kalau orang menyerahkan surat seperti itu, itu banyak setiap hari menyerahkan surat, kok mau diistimewakan gitu?" kata Mahfud di Kompleks Kepresidenan, Rabu (12/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klarifikasi Soal Data Tapol Papua, Mahfud MD: Yang Sampah Infonya Veronica

Klarifikasi Soal Data Tapol Papua, Mahfud MD: Yang Sampah Infonya Veronica

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:23 WIB

Status Stateless WNI Eks ISIS Bisa Disahkan Melalui Keppres

Status Stateless WNI Eks ISIS Bisa Disahkan Melalui Keppres

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:07 WIB

Mahfud MD Singgung Industri Hukum, Erick Tersenyum sampai Geleng-geleng

Mahfud MD Singgung Industri Hukum, Erick Tersenyum sampai Geleng-geleng

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 16:26 WIB

Klaim Tak Bahas SKB, Mahfud Sebut Bahas Intoleransi Dengan PGI

Klaim Tak Bahas SKB, Mahfud Sebut Bahas Intoleransi Dengan PGI

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:41 WIB

Presiden Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Intoleransi

Presiden Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Intoleransi

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 21:43 WIB

Mahfud MD Sebut Masyarakat Berhak Lihat Draf RUU Cipta Kerja

Mahfud MD Sebut Masyarakat Berhak Lihat Draf RUU Cipta Kerja

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 19:50 WIB

Sah! WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan, Apa Potensi Dampaknya untuk Pemerintah?

Sah! WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan, Apa Potensi Dampaknya untuk Pemerintah?

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 16:43 WIB

Data Tapol Papua Disebut Sampah, Mahfud Diminta Tidak Berasumsi

Data Tapol Papua Disebut Sampah, Mahfud Diminta Tidak Berasumsi

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:52 WIB

Disebut Mahfud Sampah, Veronica: Jokowi Selfie saat Terima Data Tapol Papua

Disebut Mahfud Sampah, Veronica: Jokowi Selfie saat Terima Data Tapol Papua

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:25 WIB

Tuding Dokumen Tapol Papua Sampah, Mahfud MD Ungkit Utang Veronica Koman

Tuding Dokumen Tapol Papua Sampah, Mahfud MD Ungkit Utang Veronica Koman

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×