Puan Mati di Pusat Latihan Gajah Riau

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:41 WIB
Puan Mati di Pusat Latihan Gajah Riau
Dokter hewan BBKSDA Riau bersiap melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap gajah sumatera liar bernama Puan yang mati di konsesi hutan tanaman industri PT Arara Abadi, di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (8/2/2020). (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

Suara.com - Bayi gajah sumatera liar mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (14/2/2020). Bayi gajah yang mati karena sakit itu bernama Puan Pandang Wangi.

“Jumat dini hari, 14 Februari 2020, kondisi gajah Puan mengalami penurunan menjadi lemah dan tidak mau minum susu. Pada pukul 06.00 WIB gajah Puan telah mati,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono dalam pernyataan pers seperti diberitakan Antara, di Pekanbaru.

Puan adalah bayi gajah sumatera atau elephas maximus sumatrensis yang diselamatkan oleh Tim Rescue BBKSDA Riau bersama Yayasan TNTN pada 16 Desember 2019.

Gajah yang saat ditemukan diperkirakan masih berumur tiga bulan itu dalam kondisi terluka parah akibat terjerat di kawasan hutan tanaman industri PT. Rimba Peranap Indah (RPI), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Gajah yang kemudian diberinama Puan itu telah ditinggalkan kelompoknya dan terluka cukup dalam sehingga membutuhkan perawatan medis intensif di PLG Riau di Minas.

Suharyono menuturkan, pada pertengahan Februari 2020 ini kondisi Puan mengalami penurunan minum susu, dan puncaknya pada 13 Februari 2020. Tim medis Balai Besar KSDA Riau kembali melakukan pengobatan untuk mengembalikan kondisi gajah Puan dengan pemberian cairan infus serta vitamin untuk mengangkat kondisi fisiknya.

Setelah dipastikan mati, dokter hewan BBKSDA Riau melakukan bedah bangkai atau nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian Puan.

Suharyono mengatakan nekropsi dilakukan pada pukul 11.30 sampai 13.30 WIB oleh Drh. Dhanang dengan paramedis Aswar Hadhibina dan Fitrayati.

Hasil nekropsi menunjukan bahwa berat badan gajah Puan sekitar 101 kg, dan terlihat perubahan pada organ (patologi anatomi).

baca juga

"Kematian gajah Puan diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu," katanya.

Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah tersebut dikubur di sekitar lokasi PLG Minas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gajah Berusia 55 Tahun Mendadak Mati di Medan Zoo, Ada Apa?

Gajah Berusia 55 Tahun Mendadak Mati di Medan Zoo, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 08:53 WIB

Miris, 5 Gajah Sumatera Ditemukan Mati Diduga Kesetrum Listrik di Aceh

Miris, 5 Gajah Sumatera Ditemukan Mati Diduga Kesetrum Listrik di Aceh

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 07:03 WIB

Kasihan! Bayi Gajah Alami Luka Parah di Kaki karena Terjerat

Kasihan! Bayi Gajah Alami Luka Parah di Kaki karena Terjerat

Foto | Selasa, 17 Desember 2019 | 18:00 WIB

Lagi, Gajah Sumatera Mati di Tengah Kebun Konsesi Perusahaan di Riau

Lagi, Gajah Sumatera Mati di Tengah Kebun Konsesi Perusahaan di Riau

News | Rabu, 20 November 2019 | 08:07 WIB

Terkini

Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa

Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa

Jatim | Rabu, 09 September 2026 | 12:56 WIB

BRI Multiguna Pre-Approved, Alternatif Pembiayaan untuk Kebutuhan Anda

BRI Multiguna Pre-Approved, Alternatif Pembiayaan untuk Kebutuhan Anda

Jakarta | Rabu, 09 September 2026 | 12:55 WIB

3 Rekomendasi Lip Velvet Matte Ringan Tidak Bikin Garis Bibir Tegas

3 Rekomendasi Lip Velvet Matte Ringan Tidak Bikin Garis Bibir Tegas

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:55 WIB

Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:49 WIB

BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo

BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo

Lampung | Rabu, 09 September 2026 | 12:49 WIB

3 Perbedaan Skin Tint vs Cushion vs BB Cream, Mana Paling Ringan?

3 Perbedaan Skin Tint vs Cushion vs BB Cream, Mana Paling Ringan?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:45 WIB

Modus Pembakaran Hutan: Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Ditanami Sawit

Modus Pembakaran Hutan: Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Ditanami Sawit

Kaltim | Rabu, 09 September 2026 | 12:45 WIB

Inside Men Rilis Prekuel The Birth of Villains, Ini Para Pemeran Utamanya

Inside Men Rilis Prekuel The Birth of Villains, Ini Para Pemeran Utamanya

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:45 WIB

3 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Maraton Pilihan dr Tirta, Cek Spek dan Harganya

3 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Maraton Pilihan dr Tirta, Cek Spek dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:44 WIB

BRI Multiguna Pre-Approved Untuk Pendidikan Hingga Renovasi Rumah

BRI Multiguna Pre-Approved Untuk Pendidikan Hingga Renovasi Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 12:41 WIB

×