Picu Radikalisme, Wapres Maruf: Khatib Masjid Jangan Bangun Narasi Konflik

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 14 Februari 2020 | 19:45 WIB
Picu Radikalisme, Wapres Maruf: Khatib Masjid Jangan Bangun Narasi Konflik
Wakil Presiden Maruf Amin saat ditemui wartawan di kantor Wapres. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin meminta kepada seluruh khatib di Indonesia untuk tidak membangun narasi konflik atau yang mengandung unsur intoleran ketika berceramah di dalam masjid. Pasalnya, sikap intoleran itu justru akan menimbulkan radikalisme.

Ma'ruf mengatakan khatib itu harus punya komitmen untuk menjaga kesatuan dan persatuan nasional. Dengan begitu, khatib juga turut membangun teologi kerukunan di tanah air.

Kata Ma'ruf, dalam tugasnya khatib jangan sampai berceramah dengan kalimat-kalimat yang malah membuat gaduh masyarakat.

"Dalam kotbah itu jangan bangun narasi konflik. Jadi sikap intoleran itu yang harus kita pinggirkan, karena intoleran itu yang lahirkan sikap radikalisme," kata Ma'ruf saat berpidato di acara pembukaan Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Oleh karena itu, menurutnya penting bagi khatib bisa mengingatkan bahwa tugasnya itu harus membawa kemanfaatan atau memberikan perubahan bagi masyarakat.

Kata Ma'ruf, untuk mewujudkan hal tersebut maka seorang khatib harus memiliki kompetensi dalam berceramah. Mulai dari pemahamannya terhadap agama Islam yang harus lurus hingga pengucapan lafadznya mesti benar.

"Saya pernah ada khatib berkotbah bacaannya itu beda, jadi harus diseleksi betul. Makanya perlu ada sertifikasi khatib, yang bacaannya benar, komitmennya benar dikasih sertifikat," ujarnya.

Ma'ruf menerangkan bahwa khatib-khatib di Indonesia harus memiliki komitmen kebangsaan. Isi ceramah para khatib sudah jelas harus di dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan.

Dengan begitu menurutnya tidak ada isi ceramah yang mengarah kepada sistem-sistem pemerintah di luar NKRI. Ma'ruf mencontohkannya dengan sistem khilafah.

baca juga

"Khilafah itu Islami, tapi bukan berarti Islami itu khilafah. Saudi kan Islami, tapi dia tidak khilafah, dia kerajaaan. Kalau ada khilafah, jelas menyalahi kesepakatan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Dipulangkan, Pemerintah Waspadai Eks Jihadis ISIS Masuk ke Tanah Air

Ogah Dipulangkan, Pemerintah Waspadai Eks Jihadis ISIS Masuk ke Tanah Air

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 21:00 WIB

Pulangkan WNI ISIS, Pemerintahan Jokowi 'Digencet' Isu HAM dan Radikalisme

Pulangkan WNI ISIS, Pemerintahan Jokowi 'Digencet' Isu HAM dan Radikalisme

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 19:27 WIB

160 Kabupaten Masuk Zona Merah Stunting, Tito: Harus Diserang Ramai-ramai

160 Kabupaten Masuk Zona Merah Stunting, Tito: Harus Diserang Ramai-ramai

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 05:50 WIB

Rencana Pemulangan WNI Eks-ISIS, Wapres Ma'ruf: Jika Menular Berbahaya Juga

Rencana Pemulangan WNI Eks-ISIS, Wapres Ma'ruf: Jika Menular Berbahaya Juga

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:16 WIB

Wapres Maruf Sebut Mustahil Ganja Bisa Jadi Komoditi Ekspor

Wapres Maruf Sebut Mustahil Ganja Bisa Jadi Komoditi Ekspor

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:16 WIB

Kelakar Rocky Gerung Pelesetkan Nama Wapres Maruf: Lupa Jarang Muncul

Kelakar Rocky Gerung Pelesetkan Nama Wapres Maruf: Lupa Jarang Muncul

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:40 WIB

Isu Mau Digantikan Ahok, Wapres Maruf: Ulah Orang Tak Puas Politik Pemilu

Isu Mau Digantikan Ahok, Wapres Maruf: Ulah Orang Tak Puas Politik Pemilu

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 10:27 WIB

Wapres Ma'ruf Amin: Prioritas SDM Berkualitas Untuk Pembangunan Negara

Wapres Ma'ruf Amin: Prioritas SDM Berkualitas Untuk Pembangunan Negara

News | Sabtu, 01 Februari 2020 | 05:24 WIB

Bikin Telat, Kereta yang Dipakai Wapres Maruf Disoraki Penumpang KRL

Bikin Telat, Kereta yang Dipakai Wapres Maruf Disoraki Penumpang KRL

News | Jum'at, 31 Januari 2020 | 13:26 WIB

Tengok Korban Banjir Bandang di Banten, Wapres Maruf Naik Kereta Api

Tengok Korban Banjir Bandang di Banten, Wapres Maruf Naik Kereta Api

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:56 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×