Klaim Tak Punya Kepentingan, Demokrat Ingin Pimpin Panlih Wagub Jakarta

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih
Klaim Tak Punya Kepentingan, Demokrat Ingin Pimpin Panlih Wagub Jakarta
Ruang rapat paripurna Gedung DPRD Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Pemilihan Wagub DKI Jakata dijadwalkan digelar pada Februari ini. Targetnya Gubernur Anies Baswedan sudah memiliki wakil sebelum Februari berakhir.

Suara.com - Partai Demokrat menawarkan diri sebagai ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, demikian dikatakan oleh anggota DPRD DKI fraksi Gerindra Syarif di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Syarif bercerita bahwa tawaran itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jakarta dari fraksi Demokrat, Misan Samsuri. Tawaran itu disodorkan pada Jumat (21/2/2020) kemarin.

"Kemarin saya disampaikan haji Misan. bagaimana kalau demokrat (jadi Ketua Panlih)," ujar Syarif.

Misan, kata Syarif, mengatakan Demokrat tidak memiliki kepentingan apa pun dalam pemilihan Wagub. Dengan demikian, Demokrat disebutnya bisa menjadi penyeimbang antara setiap koalisi partai di DPRD DKI.

"Karena tidak punya kepentingan dengan siapa pun dan secara konstelasi memang mereka disebut penyeimbang dari koalisi-koalisi," pungkasnya.

Pemilihan Wagub DKI Jakata dijadwalkan digelar pada Februari ini. Targetnya Gubernur Anies Baswedan sudah memiliki wakil sebelum Februari berakhir.

Pemilihan wagub sendiri akan digelar tertutup. Aturan ini termaktub dalam tata tertib (tatib) pemilihan wagub yang dilebur bersama tatib DPRD DKI.

DPRD Jakarta saat ini tengah membentuk panlih yang akan bertugas memverifikasi kandidat pengganti Sandiaga Uno di antara Nurmansyah Lubis dari PKS dan Riza Patria yang ditunjuk Gerindra.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS