Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional

Vania Rossa

Selasa, 13 Januari 2026 | 22:06 WIB
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
Pemerintah–Kadin Fokus Perkuat Ketahanan Pangan. (dok. ist)
  • Kegiatan Road to JFSS 2026 di Jakarta menekankan kemandirian pangan sebagai prasyarat kedaulatan bangsa di tengah krisis global.
  • Pemerintah menargetkan ketahanan pangan melalui prioritas pertanian, capaian produksi beras tinggi, dan program makan bergizi gratis.
  • Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui sistem terintegrasi diperlukan untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan kepastian hukum.

Suara.com - Di tengah krisis global yang memicu lonjakan harga dan terganggunya rantai pasok pangan dunia, isu ketahanan pangan kian menempati posisi strategis bagi Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar target pembangunan, melainkan prasyarat utama menjaga kedaulatan bangsa agar tidak terus bergantung pada impor di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Isu krusial tersebut mengemuka dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini menjadi rangkaian pembuka menuju acara puncak Jakarta Food Security Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Mei 2026. Forum diskusi yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Katadata ini digelar sebagai respons atas dinamika global yang kian kompleks—mulai dari krisis pangan dan energi, ketegangan geopolitik, hingga dampak perubahan iklim yang menekan sistem pertanian dan pangan dunia, termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis di tengah volatilitas global yang semakin tinggi. “Maka dari itu, Indonesia harus mandiri secara pangan agar memiliki resiliensi dalam menghadapi krisis apa pun,” ujar Airlangga.

Ia menyampaikan, pemerintah telah menetapkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas nasional. Produksi beras Indonesia pada tahun lalu tercatat mencapai 34,71 juta ton—salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah—dengan lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton. Di sisi lain, inflasi pangan berada di level 6,21 persen, namun dibarengi dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah juga memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp335 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam paparannya, Airlangga turut menyoroti ancaman perubahan iklim terhadap produksi pangan nasional. Fenomena El Nino dan La Nina pada 2024 tercatat berdampak signifikan dengan menurunkan produksi padi hingga sekitar 4 juta ton. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan food estate berbasis modern farming yang dinilai memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan sekaligus energi.

Airlangga menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia mengapresiasi inisiatif Kadin dalam mendorong penerapan Inclusive Closed Loop System di sektor pertanian dan pangan.

“Inisiatif Inclusive Closed Loop System Kadin sangat baik dan dapat diterapkan di 80 ribu desa untuk mendukung program MBG,” ujarnya. Menurutnya, sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir ini berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian perdesaan sekaligus memperkuat keberlanjutan ketahanan pangan nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan JFSS 2026. Forum ini merupakan gelaran keenam sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Prabowo Subianto.

“Kadin selalu ingin berpartisipasi bersama pemerintah dalam ketahanan pangan. Salah satunya melalui program MBG, di mana sekitar 1.000 dari target 30.000 SPPG atau dapur telah melibatkan partisipasi Kadin,” ujar Anindya yang akrab disapa Anin.

Ia juga menyoroti potensi penerapan closed-loop system di sektor hortikultura dan pangan lainnya, terutama jika dikembangkan melalui sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, fokus Kadin ke depan adalah memperkuat sektor pangan dan pangan olahan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Dengan waktu persiapan yang masih panjang, Anin menekankan pentingnya penyusunan roadmap yang jelas dan terukur. Ia berharap JFSS 2026 tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak nyata bagi ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertanian Kementerian Pertanian Sam Herodian menyampaikan bahwa Indonesia telah mencatat capaian signifikan, termasuk keberhasilan mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari target awal.

“Presiden sejak awal menargetkan swasembada pangan dalam empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, bahkan satu tahun. Ini menunjukkan keseriusan dan tekanan kerja yang luar biasa di sektor pertanian,” ujar Sam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Presiden: Soroti Keberhasilan Pangan dan Sikap Elite Politik di Medsos

Pidato Presiden: Soroti Keberhasilan Pangan dan Sikap Elite Politik di Medsos

Video | Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:00 WIB

Menperin Dorong Kawasan Industri Tematik Masuk PSN: Bidik Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan

Menperin Dorong Kawasan Industri Tematik Masuk PSN: Bidik Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:47 WIB

Kadin Minta Menkeu Purbaya Beri Insentif Industri Furnitur

Kadin Minta Menkeu Purbaya Beri Insentif Industri Furnitur

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:17 WIB

Terkini

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:07 WIB

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB