Imam Istiqlal Sebut Penularan Corona di Tablig Akbar Malaysia dari Karpet

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Imam Istiqlal Sebut Penularan Corona di Tablig Akbar Malaysia dari Karpet
Suasana jemaah saat melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Stephanus Aranditio).

"Saudi Arabia pun melakukan hal yang sama, tidak terpasang karpet lagi di sana," kata dia.

Suara.com - Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan alasannya tidak ada pemasangan karpet untuk jemaah yang melaksanakan salat Jumat, hari ini.

Menurutnya, salah satu alasan karpet ditiadakan saat salat Jumat menyusul kasus penularan virus Corona COVID-19 yang terjadi di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sebab, kata dia, kasus penularan virus corona terhadap jemaah Tablig Akbar di Malaysia itu akibat dari pemasangan karpet.

“Kami menggulung karpet karena kasus yang terakhir menimpa jemaah yang ikut pengajian akbar di Malaysia dan Brunei, penularannya oleh karpet. Karena itu, kami gulung karpet," ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/3/2020).

Diketahui, Satu pasien positif virus corona baru (Covid-19) warga Malaysia terlacak menghadiri pertemuan Tabligh Akbar di Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur. Tabligh akbar itu juga dihadiri oleh lebih dari 600 ratus warga negara Indonesia (WNI).

Nasaruddin pun mengatakan, alasan peniadaan karpet di Masjid Istiqlal sementara waktu ini juga meniru kegiatan ibadah di Saudi Arabia.

"Saudi Arabia pun melakukan hal yang sama, tidak terpasang karpet lagi di sana," kata dia.

Nasaruddin kemudian mengimbau para jamaah Masjid Istiqlal untuk membawa sajadah masing-masing ketika salat di masjid terbesar di Asia Tenggara ini. Pasalnya pihaknya tidak menyediakan karpet di masjid untuk sementara waktu.

"Kami imbau kepada seluruh jemaah Masjid Istiqlal untuk membawa persiapan lain seperti misalnya kami enggak siapkan karpet. Mungkin bawa sajadah masing-masing," tutur dia.

Selain menggulung karpet, Nasaruddin menyebut pihaknya juga memperhatikan kebersihan peralatan di dalam masjid yakni mensterilkan mikrofon.

Masjid Istiqlal kata Nasaruddin, juga menyiapkan sabun dan cairan pembersih tangan.

"Kami lebih mendetail yang kecil-kecil seperti mikforon, kami sterilkan karena setiap pembicara itu lain. Uang receh kan ada uang China, Dolar, penularan melalui uang juga kami sterilkan, aparat kami bertugas di situ. Kami menyiapkan sabun, antiseptik di daerah tertentu," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS