PDEI Minta Pemerintah Transparan soal Data Tenaga Medis Terinfeksi Corona

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Minggu, 15 Maret 2020 | 21:54 WIB
PDEI Minta Pemerintah Transparan soal Data Tenaga Medis Terinfeksi Corona
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Adib Khumaini. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Selain warga juga terdapat sejumlah tenaga medis yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Satu di antaranya meninggal dunia.

Terkait tenaga medis yang terinfeksi, Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) meminta pemerintah untuk menyerahkan datanya.

Hal itu penting bagi organisasi profesi dokter itu untuk melakukan kajian untuk mengetahui faktor penyebabnya.

"Apalah dia kontak tanpa APD (alat proteksi diri) ataukah dia tidak memakai APD secara rutin. Sehingga dalam perawatan-perawatan itu dia tertular saya kira ini perlu kajian buat kami," kata Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi  Indonesia (PDEI) dr Moh Adib Khumaidi saat ditemui di hotel Ibis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Adib mengatakan, data tenaga medis yang terinfeksi sangat penting untuk menangani kasus penyebaran virus tersebut.

Sampai saat ini pemerintah tak transparan mengenai data-data warga, khususnya tenaga medis yang terinfeksi.

"Kalau transparansi data ini kami dapatkan, sangat membantu buat kami dalam penyelesaian penyebaran Covid-19. Kalau ada petugas medis atau perawat yang dinyatakan meninggal, faktornya dari mana itu penting untuk penanganannya," ujar dia.

PDEI juga mengingatkan kepada para tenaga medis supaya tertib dan disiplin dalam menggunakan alat proteksi diri selama penanganan pasien di rumah sakit.

Sebab tenaga medis adalah pihak rentan yang kontak langsung dengan pasien, sehingga berpotensi tertular virus.

baca juga

"Jika memang APD nya tidak sesuai standar, maka segera dilaporkan kepada Direktur (rumah sakit) atau kepada kami juga sebagai organisasi profesi, karena kami berkewajiban melindungi mereka," terangnya.

Sementara itu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 sebanyak 96 orang per Sabtu (14/3/2020). Dari 96 orang itu, ada sejumlah tenaga medis yang ikut terjangkit virus corona.

Juru Bicara untuk Pengananan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan hal tersebut ketika ditemui di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

"Tenaga medis yang terjangkit ada," kata Achmad.

Namun ketika ditanya jumlahnya, Achmad tidak menjawab secara rinci. Hanya saja iya meyakini ada tenaga medis yang masuk ke daftar pasien terinfeksi COVID-19.

Kemudian Achmad juga menyatakan ada satu tenaga medis yang meninggal dunia.

"Ada (yang meninggal), yang kemarin.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Tenaga Medis Terjangkit Covid-19, Satu Meninggal Dunia

Sejumlah Tenaga Medis Terjangkit Covid-19, Satu Meninggal Dunia

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 18:33 WIB

Waspada Penyakit Pascabanjir, PDEI Imbau Warga Lakukan Pencegahan

Waspada Penyakit Pascabanjir, PDEI Imbau Warga Lakukan Pencegahan

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 20:22 WIB

Terkini

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

×