Tak Terima Candaan Corona, Warganet: Kakak Saya Taruh Nyawa demi Pasien

Dany Garjito, Ruhaeni Intan

Selasa, 17 Maret 2020 | 11:27 WIB
Tak Terima Candaan Corona, Warganet: Kakak Saya Taruh Nyawa demi Pasien
Simulasi penanganan pasien virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. (Foto: Antara)

Suara.com - Seorang pengguna Twitter viral usai memperingatkan warganet agar tidak sembarangan melempar candaan soal corona. Peringatan itu ia sampaikan demi membela kakaknya yang tengah bekerja sebagai perawat di sebuah Rumah Sakit rujukan corona di Jawa Tengah.

Ia mengutarakan isi hatinya perihal isu corona yang ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di Twitter.

"This is my brother, put his life on the line. Sebelum membuat guyonan tentang corona atau memaki orang yang kritis terhadap langkah pemerintah yang buruk dalam menghadapi corona, lihat bahwa orang ini menghadapi kematian. Sekali-sekali pakai nurani kalian," tulisnya.

Cuitan yang disertai foto kakaknya dalam balutan pakaian pelindung itu sontak mengundang beragam respons dari warganet. Banyak warganet yang anggota keluarganya bekerja sebagai perawat ikut mencurahkan perasaannya.

Salah satu respon datang dari pengguna Twitter @sig***.

Curhatan warganet soal kakaknya yang menjadi tenaga medis. (Twitter)
Curhatan warganet soal kakaknya yang menjadi tenaga medis. (Twitter)

"Ibu saya harusnya pensiun awal tahun ini. Karena Balitbangkes cukup kewalahan akhirnya ibu saya turun gunung lagi. Di umur 58 tahun dia masuk ke golongan orang-orang dengan risiko terbesar. So yes, hats off untuk semua tenaga kesehatan yang ada di garis depan," tulisnya via Twitter.

Respons yang hampir sama juga datang dari akun @arch*****.

"Terlepas dari tanggungjawab profesi dan sumpah yang mereka emban, memang orang-orang garda depan (istriku yang lagi hamil tiga bulan juga tadi kirim foto pakai baju begitu) layak dapat doa kita semua. Untuk orang terdekat, jaga kesehatan dan kebersihan juga! #wereinthistogether."

Peringatan pengguna Twitter ini bukan tak berdasar. Pasalnya, para petugas kesehatan seperti perawat, apoteker, dan dokter memiliki risiko sangat tinggi tertular virus corona atau SARS-CoV-2 yang mengakibatkan infeksi pernapasan akut yaitu COVID-19.

baca juga

Yang terbaru, seorang perawat di Bekasi, Jawa Barat dilaporkan meninggal dunia usai dinyatakan sebagai pasien suspect corona. Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan bahwa perawat tersebut dikategorikan sebagai suspect karena pekerjaannya yang menangani pasien positif corona.

Baca selengkapnya: Perawat Suspect Corona Asal Bekasi Meninggal Dunia

Hingga hari Selasa (17/3/2020), pasien positif corona di Indonesia mencapai 134 orang, lima orang diantaranya meninggal dunia, sementara delapan orang dinyatakan sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Beberkan Ketersediaan Stok Masker dan Obat di Pasar Pramuka

Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Beberkan Ketersediaan Stok Masker dan Obat di Pasar Pramuka

News | Selasa, 19 Desember 2023 | 16:14 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×