Ingat! Virus Corona Bisa Muncul Lagi Meski Telah Dinyatakan Sembuh

Bangun Santoso

Senin, 23 Maret 2020 | 08:10 WIB
Ingat! Virus Corona Bisa Muncul Lagi Meski Telah Dinyatakan Sembuh
Ilustrasi seorang pasien virus corona atau Covid-19 tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Australia. (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Suara.com - Seorang pria Jepang berumur 70 tahun terjangkit virus corona baru atau Covid-19 pada tanggal 14 Februari, ia kemudian ditransfer ke rumah sakit di Tokyo dan dirawat di sana hingga sembuh.

Ia kembali ke kehidupan wajar bahkan naik angkutan umum. Namun beberapa hari kemudian ia sakit lagi, demam.

Kembali ke rumah sakit ia diperiksa dan dites dengan hasil mengejutkan, virus yang sempat ada di tubuhnya muncul kembali.

Kasus ini - dilaporkan oleh media publik Jepang, NHK - membuat waspada para ahli, peneliti dan ilmuwan karena hingga kini banyak yang beranggapan bahwa seseorang tak bisa terinfeksi Covid-19 dua kali (setidaknya dalam waktu berdekatan).

Beberapa negara seperti Inggris bahkan sempat mendasarkan strategi penanganan mereka untuk mengalahkan pandemi dengan pendekatan "herd immunity".

Dengan pendekatan ini diharapkan sebagian besar populasi akan mengembangkan kekebalan alami sesudah terpapar virus tersebut.

Namun dengan adanya kasus pria Jepang tersebut, rencana seperti ini jadi sangat diragukan.

Maka itu kini komunitas ilmuwan kini fokus pada memecahkan permasalahan: seberapa benar bahwa tubuh mengembangkan kekebalan alami sesudah sembuh dari penyakit tersebut?

Infeksi Ulang atau Bangkitnya Kembali Virus?

baca juga
Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)
Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)

Sementara kasus Covid-19 meningkat setiap harinya, ratusan peneliti berpacu mempelajari dampak virus ini pada manusia.

Pertanyaan soal kekebalan adalah salah satu faktor utama yang tak hanya membantu memahami perilaku panedmi ini, tetapi juga menyediakan jawaban tipe vaksin apa yang dibutuhkan untuk memeranginya.

Pan American Health Organization (PAHO) mengatakan kepada BBC Mundo bahwa "karena ini adalah virus baru dan kita masih mempelajarinya setiap hari, saat ini kita tak bisa mengatakan dengan yakin bahwa seseorang yang pernah terinfeksi dan sembuh, tak dapat terinfeksi lagi".

Pendapat serupa dipegang oleh ahli virologi Spanyol, Luis Enjuanes, yang memastikan bahwa "ada sejumlah pasien, setidaknya 14%, yang sudah dites negatif, dites kembali dengan hasil positif".

Namun, dalam percakapan dengan BBC Mundo, peneliti pada Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) menjelaskan kasus-kasus ini bisa jadi virus yang "hidup kembali" ketimbang terulangnya infeksi.

"Penjelasan saya, di antara beberapa yang mungkin, secara umum virus corona ini memang membuat orang mengembangkan kekebalan, tapi respons kekebalan itu tampaknya tidak terlalu kuat".

"Maka ketika respons kekebalan melonggar, virus yang masih ada di beberapa saluran tubuh muncul kembali," paparnya.

Untuk lebih paham teori Enjuanes ini - salah seorang ahli virus yang paling banyak meneliti tentang Covid-19 di Spanyol - perlu diperkirakan bahwa virus itu tertinggal di tubuh selama tiga bulan atau lebih.

"Standarnya, seseorang yang telah terinfeksi seharusnya menjadi 0 positif, atau telah mengembangkan kekebalan. Dan jika ia telah kebal, virus seharusnya tidak muncul lagi. Namun penginfeksinya bisa tetap ada di jaringan khusus yang mungkin tidak terpapar sistem pertahanan tubuh sebagaimana organ tubuh lainnya," katanya.

Berbagai Tipe Kekebalan

Penanganan pasien virus corona. (Antara)
Penanganan pasien virus corona. (Antara)

Kekebalan berbeda-beda, masing-masing tergantung pada penyakitnya. Dalam kasus campak misalnya, cukup bagi pengidap untuk divaksinasi sekali saat kecil untuk bisa kebal seumur hidup.

Namun ada virus yang vaksinnya tidak seefektif itu. Maka orang harus menerapkan satu dosis untuk beberapa periode tertentu.

Ada pula kasus di mana virus bermutasi dengan vaksin baru harus diterapkan setiap tahun. Influenza atau flu adalah salah satu dari virus jenis ini.

Ilmuwan yang khusus mempelajari penyakit jenis ini, Isidoro Martinez, memastikan bahwa sekalipun ada kemungkinan infeksi ulang virus corona, tetap saja aneh apabila itu terjadi dengan segera, seperti halnya yang terjadi pada pasien Jepang tadi.

"Yang biasanya terjadi adalah, jika kekebalan tak bertahan lama, dalam epidemi seperti ini, maka dalam setahun atau dua tahun kita bisa terinfeksi lagi. Itu yang normal," katanya kepada BBC Mundo.

"Namun jarang orang terinfeksi kembali oleh virus yang sama sesaat sesudah sembuh. Tambahan lagi kita harus ingat bahwa sepengetahuan kita, virus corona ini tidak berubah sesering virus influenza," tambahnya.

Dengan demikian, Martinez cenderung berpegang para teori serupa dengan Luis Enjuanes.

"Mungkin yang terjadi dalam kasus COvid-19 adalah orang yang hasilnya tesnya positif sesudah sebelumnya negatif karena mereka korban dari lonjakan sementara infeksi itu sebelum benar-benar hilang," katanya.

Tapi para ilmuwan dari Institut Kesehatan Carlos III Spanyol memperingatkan bahwa masih banyak yang harus dipelajari soal Covid-19.

Sekalipun sementara ini terlihat bahwa orang-orang yang pernah terinfeksi mengembangkan kekebalan, tak ada kepastian bahwa mereka tak akan pernah terinfeksi lagi.

Pertanyaan ini mengganggu para ilmuwan, karena ini merupakan dasar bagi perencanaan strategi kesehatan publik untuk memerangi virus corona.

Sumber: BBC

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona, Rencana NASA ke Bulan Bakal Terhambat?

Wabah Virus Corona, Rencana NASA ke Bulan Bakal Terhambat?

Tekno | Senin, 23 Maret 2020 | 08:07 WIB

Hits Kesehatan: Bayi Positif Covid-19, Kontroversi Klorokuin

Hits Kesehatan: Bayi Positif Covid-19, Kontroversi Klorokuin

Health | Senin, 23 Maret 2020 | 07:54 WIB

Andrea Dian dan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Akhirnya Dapat Bantuan

Andrea Dian dan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Akhirnya Dapat Bantuan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2020 | 08:05 WIB

Dilanda Corona, Bali Tutup Lokalisasi dan Batasi Upacara Melasti

Dilanda Corona, Bali Tutup Lokalisasi dan Batasi Upacara Melasti

News | Senin, 23 Maret 2020 | 07:38 WIB

Pendeta di Batam Meninggal Terkena Corona, Puluhan Jemaat Jalani Karantina

Pendeta di Batam Meninggal Terkena Corona, Puluhan Jemaat Jalani Karantina

News | Senin, 23 Maret 2020 | 07:32 WIB

Usai Kasus Pembubaran Hajatan, Bupati Janji Terbitkan SK Larangan Keramaian

Usai Kasus Pembubaran Hajatan, Bupati Janji Terbitkan SK Larangan Keramaian

Jawa Tengah | Senin, 23 Maret 2020 | 07:30 WIB

5 Strategi Melawan Virus Corona, Sukses di Berbagai Negara

5 Strategi Melawan Virus Corona, Sukses di Berbagai Negara

News | Senin, 23 Maret 2020 | 07:05 WIB

Terkini

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:53 WIB

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 12:52 WIB

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

×