facebook

Hits Kesehatan: Bayi Positif Covid-19, Kontroversi Klorokuin

Vania Rossa
Hits Kesehatan: Bayi Positif Covid-19, Kontroversi Klorokuin
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Simak 3 berita hits seputar kesehatan pagi ini!

Suara.com - Jangan mneyepelekan wabah virus corona Covid-19 yang sudah menyebar luas ini, karena siapapun bisa terdampak, termasuk bayi. Seorang ibu asal Malaysia pun menceritakan pengalamannya dikarantina bersama anaknya yang masih bayi, gara-gara si bayi tertulat Covid-19 dari kakeknya yang baru pulang menghadiri tabligh akbar.

.Di Indonesia, pemerintah terus berupaya untuk mengatasi pandemi ini. Salah satunya dengan memasok obat untuk infeksi Covid-19, yaitu klorokuin dan avigan. Namun fakta mengejutkan datang. Ternyata, di AS, klorokuin menuai kontroversi. Seperti apa?

Simak berita selengkapnya di bawah ini!

1. Pilu Cerita Ibu yang Bayinya Positif Corona Covid-19, Waspadai Bahayanya!

Baca Juga: 5 Obat Ini Berpotensi Melawan Virus Corona, dari Klorokuin sampai Losartan

Ilustrasi bayi terinfeksi virus corona Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi bayi terinfeksi virus corona Covid-19. (Pexels)

Wabah virus corona Covid-19 yang sudah menyebar luas perlu diwaspadai. Tetapi, beberapa orang mungkin masih menyepelekan virus mematikan ini.

Seorang ibu asal Malaysia pun menceritakan pengalamannya dikarantina bersama anaknya yang masih bayi. Cerita seorang ibu ketika awal mula dikarantina bersama anaknya pun diunggah oleh akun Twitter @mufarwafarid.

Baca selengkapnya

2. Dipesan Pemerintah untuk Obati Covid-19, Klorokuin di AS Tuai Kontroversi

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Pemerintah Indonesia telah memasok obat untuk infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru atau SARS-CoV-2. Obat tersebut adalah klorokuin dan avigan.

Baca Juga: Bukan Obat Pencegah Corona, Pemerintah Minta Publik Tak Borong Klorokuin

"Pemerintah mulai mendatangkan obat yang sudah digunakan di sejumah negara dan mendapat respons positif, namanya klorokuin," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Sabtu (21/3/2020).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar