Rapid Test Covid-19 Hanya Untuk Orang yang Kontak dengan Pasien Positif

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 25 Maret 2020 | 10:56 WIB
Rapid Test Covid-19 Hanya Untuk Orang yang Kontak dengan Pasien Positif
Metode rapid test (Shutterstock)

Suara.com - Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Za mengakui, alat rapid test atau uji cepat Covid-19 di Indonesia masih terbatas.

Lantaran itu, dia menegaskan, pemeriksaan menggunakan rapid test hanya untuk orang-orang yang menunjukan gejala Covid-19.

"Memang rapid test kita masih terbatas. Bukan berarti maka seluruh penduduk yang tidak memiliki gejala akan melakukan rapid test," kata Safrizal dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui akun Youtube BNPB pada Rabu (25/3/2020).

Safrizal mencontohkan, di wilayah DKI Jakarta yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan rapid test ialah orang-orang yang telah menjalin kontak dengan pasien positif. Selain itu, pihak-pihak yang dapat menjalani pemeriksaan rapid test adalah orang yang berkontak secara dekat dengan pasien positif.

"Misal DKI Jakarta, yang akan dilakukan rapid test pertama adalah orang2 yang masuk ke dalam log list atau orang-orang yang selama ini melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah positifatau orang-orang yang selama ini melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah positif," jelasnya.

Maka, orang-orang semacam itu akan mendapat prioritas untuk menjalani pemeriksaan rapid test. Sementara itu, orang-orang yang memunyai gejala ringan akan ditangani di rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintah.

"Ini dulu yang akan ditangani kemudian juga masyarakat yang memiliki gejala awal, ringan sampai sedang nanti akan ditangani juga di rumah sakit rumah sakit rujukan tertentu. Jadi perlu juga diketahui bagi masyarakat perngadaan rapid tes dikategorikan dalam berbagai macam," papar Safrizal.

Diketahui, pasien positif virus corona Covid-19 di Indonesia kekinian menjadi 686 orang, Selasa (24/3/2020) hari ini. Artinya, ada penambahan sebanyak 107 orang.

Sementara itu, angka kematian juga bertambah 7 orang dari angka 49 orang menjadi 55 orang meninggal per hari ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapid Test yang Dibeli Pemerintah, Dokter Erlina: Ke Depannya Jangan Deh

Rapid Test yang Dibeli Pemerintah, Dokter Erlina: Ke Depannya Jangan Deh

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 10:16 WIB

Rapid Test Corona Diutamakan untuk Tenaga Medis dan Kontak Dekat Pasien

Rapid Test Corona Diutamakan untuk Tenaga Medis dan Kontak Dekat Pasien

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 23:29 WIB

Rabu Besok, Bogor Gelar Rapid Test Virus Corona di 4 Rumah Sakit Ini

Rabu Besok, Bogor Gelar Rapid Test Virus Corona di 4 Rumah Sakit Ini

Jabar | Selasa, 24 Maret 2020 | 23:25 WIB

Malaysia Tak Percaya Rapid Test Bisa Deteksi Virus Corona

Malaysia Tak Percaya Rapid Test Bisa Deteksi Virus Corona

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 23:18 WIB

Terima 100 Ribu Rapid Test Corona, Tak Semua Warga DKI Diperiksa

Terima 100 Ribu Rapid Test Corona, Tak Semua Warga DKI Diperiksa

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 21:12 WIB

Terkini

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Red Notice Terbit, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir Lewat Jalur Interpol

Red Notice Terbit, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir Lewat Jalur Interpol

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Diskon Medical Check-Up di Siloam Pakai BRI, Cek Syaratnya

Diskon Medical Check-Up di Siloam Pakai BRI, Cek Syaratnya

Health | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Juventus Bawa Kabar Baik untuk Emil Audero, saat Dia Terancam Jadi Kiper Ketiga Como

Juventus Bawa Kabar Baik untuk Emil Audero, saat Dia Terancam Jadi Kiper Ketiga Como

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Ma Dong Seok Gabung Film Extraction 3, Satu Layar dengan Chris Hemsworth

Ma Dong Seok Gabung Film Extraction 3, Satu Layar dengan Chris Hemsworth

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Sifat Segitiga Sama Kaki Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawabannya

Sifat Segitiga Sama Kaki Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawabannya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Said Didu Prediksi Masa Jabatan Prabowo Hanya 2 Tahun, Singgung Adanya Skenario 'Kudeta Senyap'

Said Didu Prediksi Masa Jabatan Prabowo Hanya 2 Tahun, Singgung Adanya Skenario 'Kudeta Senyap'

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Api Berkobar Saat Warga Terlelap, Lima Rumah di Pisangan Baru Ludes

Api Berkobar Saat Warga Terlelap, Lima Rumah di Pisangan Baru Ludes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:13 WIB

5 Penyebab Kenapa Flek Hitam Tetap Muncul padahal Sudah Pakai Sunscreen Tiap Hari

5 Penyebab Kenapa Flek Hitam Tetap Muncul padahal Sudah Pakai Sunscreen Tiap Hari

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:13 WIB

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:12 WIB

×