Ferdinand: Corona Makin Bertambah, Keraguan pada Pemerintah Kian Besar

Rendy Adrikni Sadikin, Farah Nabilla

Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:13 WIB
Ferdinand: Corona Makin Bertambah, Keraguan pada Pemerintah Kian Besar
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan seiring dengan perkembangan kasus covid-19 di Indonesia, keraguan pada kemampuan pemerintah justru semakin besar.

"Namun saya yakin pemerintah pasti serius," ujarnya pada Jumat (27/3/2020).

Ferdinand menduga keraguan ini muncul akibat kondisi ekonomi yang dihadapi pemerintah sedang sangat lemah.

Menurutnya, lemahnya kondisi ekonomi ini membuat penanganan covid-19 tak bisa maksimal.

"Misalnya tak berani memilih opsi lockdown karena beban biayanya lebih besar dan kedisipiplinan jadi taruhannya. Tapi mengapa pemerintah tak terbuka?" kritik Ferdinand.

Cuitan Ferdinand Hutahaean. (Twitter/@FerdinandHaean2)
Cuitan Ferdinand Hutahaean. (Twitter/@FerdinandHaean2)

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini mengusulkan agar pemerintah mencari pinjaman untuk menanggulangi virus corona.

"Andai memang pemerintah tak punya uang, bukankan bisa mencari pinjaman IMF atau Bank Dunia khusus penanggulangan Corona? Atau melakukan opsi penggeseran anggaran skala non prioritas menjadi prioritas corona? Atau kah mata anggarannya ada tapi pemasukannya yang tak ada?" tulis Ferdinand melalui Twitter.

Ia menambahkan, jika kondisi yang dihadapi pemerintah berupa ketersediaan anggaran tanpa pemasukan negara, menurutnya masuk akal jika kemudian Kementerian Keuangan membuka rekening sumbangan bantuan.

Namun, Ferdinand juga melihat opsi ini akan menjadi pilihan yang menyedihkan.

baca juga

"Rakyat justru butuh bantuan dari pemerintah, ekonomi, dan kehidupan rakyat menurun di tengah wabah corona ini. Tapi justru malah pemerintah meminta sumbangan ke rakyat," jelas Ferdinand.

Tak hanya mengkritik pemerintah, di sisi lain, Ferdinand juga mengingatkan rakyat agar juga memiliki kesadaran untuk menghentikan penyebaran corona.

"Sebagai rakyat kita juga tidak elok jika hanya teriak-teriak ke pemerintah yang kita sudah tau memang lemah. Salah kita juga," tegur Ferdinand.

Jalan yang bisa ditempuh rakyat saat ini yakni dengan tetap tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus corona.

"Kita berada dalam kondisi ketidakpastian saat ini. Sakitpun belum tentu ada yang tangani dan obati. Kita dukung pemerintah agar mampu dan berani. Satu yg paling penting saat ini adalah : Jaga diri keluarga masing-masing, ingat anda sakit karena corona? belum tentu terobati," kata Ferdinand memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Kota Tegal, Desa di Banjarnegara Ini Juga Memutuskan 'Lockdown'

Setelah Kota Tegal, Desa di Banjarnegara Ini Juga Memutuskan 'Lockdown'

Jawa Tengah | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:00 WIB

Menteri Olahraga Italia Skeptis Serie A Kembali Kick-off pada Mei 2020

Menteri Olahraga Italia Skeptis Serie A Kembali Kick-off pada Mei 2020

Bola | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:55 WIB

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Tembus 8.000 Lebih

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Tembus 8.000 Lebih

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:50 WIB

Berbekal Tisu Toilet dan Kain Pel, Begini Aksi Kocak Theo Hernandez Main DJ

Berbekal Tisu Toilet dan Kain Pel, Begini Aksi Kocak Theo Hernandez Main DJ

Bola | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:06 WIB

Peraih Nobel Michael Levitt Sebut Pandemi Corona Covid-19 Segera Berakhir

Peraih Nobel Michael Levitt Sebut Pandemi Corona Covid-19 Segera Berakhir

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:41 WIB

Wajib Tahu, Sisi Positif Pandemi Virus Covid-19

Wajib Tahu, Sisi Positif Pandemi Virus Covid-19

Video | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:05 WIB

Terkini

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

×