Larang Warga Pulang Kampung, Anies: Ini Sudah Berkali-kali Disampaikan!

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat
Larang Warga Pulang Kampung, Anies: Ini Sudah Berkali-kali Disampaikan!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak hadir dalam perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). (Suara.com/Tyo)

"Bila membutuhkan pelayanan kesehatan, kami bisa memberikan bantuan," ucap Anies.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerukan imbauan kepada perantau yang bekerja di DKI Jakarta agar tidak pulang ke kampung di tengah merebaknya pandemi Corona alias COVID-19.

Dia mengaku laranga pulang kampung it sudah disampaikan berkali-kali kepada warga. 

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk tidak meninggalkan Jakarta ke luar. Khususnya ke kampung halaman. Pesan ini sesungguhnya sudah disampaikan berkali-kali. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bapak ibu saudara sekalian sehat," kata Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2020).

Anies pun memastikan bagi masyarakat Jakarta, bahwa Pemprov DKI Jakarta siap melayani dalam pelayanan kesehatan.

"Bila membutuhkan pelayanan kesehatan, kami bisa memberikan bantuan," ucap Anies.

Anies pun tak menampik dengan jumlah kasus pasien positif corona yang memang terus bertambah. Namun, bila masyarakat tetap di Jakarta dan tak pulang ke kampung halaman Pemprov DKI masih dapat membantu pelayanan kesehatan di Jakarta.

"Karena bagaimanapun juga, fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta meskipun terbatas dibandingkan jumlah kasus yang harus dihadapi, tapi relatif lebih tersedia (dibandingkan di daerah kampung halaman)," ungkap Anies

Anies pun kembali menegaskan kepada semua warga Jakarta agar menunda untuk pulang kampung. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus pandemi covid-19.

"Jadi saya berharap kepada semuanya ambil sikap bertanggung jawab dengan tetap tinggal di Jakarta dan jangan pulang kampung apalagi bila yang bersangkutan berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)," kata dia.

Sebelumnya, Anies memaparkan data terbaru pasien positif corona di Jakarta. Dari data per Sabtu ini, ada sebanyak 603 kasus pasien dengan rincian 62 meninggal dunia.

Dari data ratusan kasus itu, termasuk 61 tenaga medis yang dinyatakan positif terjangkit. Puluhan tenaga medis itu yang terpapar corona berasal dari 26 rumah sakit di Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS