Antisipasi Kasus Impor Corona, Ini Skema Pemeriksaan WNI dari Luar Negeri

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 31 Maret 2020 | 13:10 WIB
Antisipasi Kasus Impor Corona, Ini Skema Pemeriksaan WNI dari Luar Negeri
Sebagai ilustrasi: Sejumlah WNI Anak Buah Kapal (ABK) World Dream tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemerintah tengah mengatur skema kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri yang hendak pulang ke Tanah Air. Hal tersebut berkaitan dengan pencegahan import case Covid-19 atau kasus yang dibawa dari luar negeri.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut ada dua skema jika para WNI tersebut telah tiba di Indonesia --baik melalui pelabuhan atau bandar udara.

Bagi para WNI yang kembali ke Tanah Air melalui jalur laut, khususnya yang berasal dari Malaysia, akan ditangani oleh Kementerian KKP. Nantinya akan ada pemeriksaan kesehatan serta pengecekan identitas --asal dan tujuan WNI tersebut.

"Untuk yang pelabuhan, khususnya dari WNI dari Malaysia, nanti penanganannya di samping diserahkan ke KKP untuk kesehatannya, juga melibatkan TNI dan Polri. Mereka akan diperiksa ulang terhadap kesehatannya dan dicek ulang identitas dan ke mana tujuannya. Kemudian akan dipilah-pilah," kata Muhadjir dalam keterangan resmi yang disiarkan secara online, Selasa (31/3/2020).

Dari sisi pemeriksaan kesehatan, WNI akan dibagi kedalam dua status. Pertama, status sehat atau tidak memiliki gejala virus corona dan status memunyai gejala corona.

"Pertama pemilahan dari status kesehatan. Mereka akan dicek kesehatan oleh KKP dan dokter. Akan ditetapkan dua status, yakni status sehat alias tidak bergejala Covid-19 dan status bergejala Covid-19," sambungnya.

Jika ada WNI yang masuk ke dalam status memunyai gejala Covid-19, maka akan langsung dilakukan isolasi yang dipusatkan pada 4 tempat. Pertama di pusat karantina yang dikelola oleh Kementeriam Sosial, Pulau Galang, Pulau Natuna, dan Pulau Sebaru.

Sementara itu, WNI yang dinyatakan sehat akan langsung dipulangkan ke daerah asal. Mereka nantinya bisa diangkut menggunakan jalur laut maupun darat.

"Kedua, pemilahan asal. Setelah dinyatakan sehat, mereka dipilah sesuai asal dan akan diangkut. Sesuai kebutuhan, bisa darat dan laut. Yang laut akan gunakan KRI dan akan berlabuh di daerah asal mereka. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, termasuk Sumatra, dan jawa Tengah akan diangkut KRI," ucap Muhadjir.

baca juga

Sesampainya di daerah asal, para WNI tersebut akan langsung diurus oleh pemerintah daerah setempat. Di mana selanjutnya akan dikarantina selama 14 hari.

"Setiap desa, oleh Kemendes sudah disiapkan karantina kalau seandainya ada yang datang dari luar negeri ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memita jajarannya untuk mencermati kembalinya Warga Negara Indonesia (WNI) dari sejumlah negara. Dalam hal ini, Malayasia menjadi sorotan sebab banyak pekerja migran yang bekerja di sana.

"Pertama arus kembalinya WNI dari beberapa negara, ini terutama yang dari Malaysia ini betul-betul perlu kita cermati. Karena ini menyangkut bisa ratusan ribu bisa jutaan WNI yang akan pulang," kata Jokowi dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2020).

Dari data yang diterima Jokowi, sedikitnya terdapat 3 ribu pekerja migran kembali dari Negeri Jiran. Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan pentingnya antisipasi bagi para WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Membaik, Video Menhub Budi Karya Beri Kabar Pakai Logat Palembang

Kondisi Membaik, Video Menhub Budi Karya Beri Kabar Pakai Logat Palembang

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:05 WIB

Dampak Pandemi Corona, Ironis Nasib Tenaga Outsourcing Setelah Dirumahkan

Dampak Pandemi Corona, Ironis Nasib Tenaga Outsourcing Setelah Dirumahkan

Jogja | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:02 WIB

Marak Corona, Kapolri: Waspada Modus Baru Perampok Semprot Disinfektan

Marak Corona, Kapolri: Waspada Modus Baru Perampok Semprot Disinfektan

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:57 WIB

Idham Aziz Sebut Kebijakan Darurat Sipil Sejalan Maklumat Kapolri

Idham Aziz Sebut Kebijakan Darurat Sipil Sejalan Maklumat Kapolri

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:54 WIB

Gegara Corona, Pemerintah Bagi 4 Kategori WNI di Luar Negeri

Gegara Corona, Pemerintah Bagi 4 Kategori WNI di Luar Negeri

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:52 WIB

Gagal Pernapasan, Kronologi Wanita Muda Asal Bogor Meninggal di Wisma Atlet

Gagal Pernapasan, Kronologi Wanita Muda Asal Bogor Meninggal di Wisma Atlet

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:50 WIB

BPOM AS Beri Izin Penggunaan Klorokuin Sebagai Obat Darurat Corona Covid-19

BPOM AS Beri Izin Penggunaan Klorokuin Sebagai Obat Darurat Corona Covid-19

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 12:45 WIB

Terkini

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

×