Pesan Berantai Aksi Todong Pengendara di Cideng, Polisi: Hoaks!

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat
Pesan Berantai Aksi Todong Pengendara di Cideng, Polisi: Hoaks!
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Suara.com/M Yasir).

Terkait hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengklaim tidak ada aksi pemalakan terhadap pengguna jalan di kawasan Cideng

Suara.com - Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan pengecekan terkait beredarnya pesan berantai yang dianggap membuat resah warga masyarakat di tengah pandemi Corona (COVID-19) ini.

Dalam pesan berantai yang beredar di aplikasi pesan elektronik, WhatsApp,  aksi pemalakan di wilayah Cideng, Jakarta Pusat kabarnya dilakukan pelaku bersenjata tajam kepada pengendara mobil maupun motor. Mereka disebut menyetop secara semena-mena para pengendara di jalan untuk memalak uang.  

Adapun pesan berantai tersebut berisi: "Hati keluar rumah ya, di cideng banyak tkg palak mintain uang. Mobil diberhentikan minta uang dijalanan. Jd klu nga perlu jgn keluar rumah soalnya mereka juga semuanya susah gk ada uang buat makan dan obat2an, di cideng mobil dan motor disetopin dompet diambil paksa dibelokin arah motornya karena org org nya banyak pakai benda tajam."

Terkait hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengklaim tidak ada aksi pemalakan terhadap pengguna jalan di kawasan Cideng. Alasannya, polisi petugas langsung menyisir wilayah Cideng mencari informasi kebenaran pesan berantai tersebut.

"Bahwa informasi adanya pemalakan di wilayah Cideng Gambir adalah tidak benar (Hoaks)," kata Yusri dihubungi Suara.com, Selasa (31/3/2020).

Terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menegaskan bahwa informasi adanya pemalakan di wilayah Cideng merupakan berita bohong alias hoaks.

"Hoaks," ujar Heru melalui pesan singkat

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS