Temuan Intelijen AS, China Dituding Bohong soal Corona?

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 06 April 2020 | 12:26 WIB
Temuan Intelijen AS, China Dituding Bohong soal Corona?
Warga Wuhan, Hubei, China mengenakan masker beralan sambil menenteng belanjaan pada 1 Maret 2020. [AFP]

Suara.com - China dituding berbohong dengan menyembunyikan tingkat penyebaran corona di negaranya serta laporan jumlah kasus dan kematian akibat pandemi itu. Demikian hasil laporan intelijen Amerika Serikat seperti dikutip dari Bloomberg.

Tiga pejabat Negeri Paman Sam mengklaim, berdasarkan temuan intelijen mereka, laporan China tentang statistik jumlah korban tewas dan jumlah kasus corona alias Covid-19 di sana sengaja dibuat tidak lengkap.

Laporan intelijen AS tersebut tentu bertolak belakang dengan pernyataan China. Ya, belakangan Negeri Tirai Bambu itu mengklaim sukses memberangus corona, menekan kematian, dan melaporkan mulai terjadi penurunan korban di sana.

Seperti diketahui, wabah virus corona sendiri pertama kali muncul di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019, tetapi China sejauh ini secara terbuka hanya melaporkan korban sebanyak 82.361 kasus dan 3.293 kematian per 1 April 2020.

Melansir dari laman Hops.id--jaringan Suara.com--, Senin (6/4/2020), data ini tentu menggambarkan, kalau China yang menjadi titik awal kemunculan kasus, tak separah kena dampak virus corona dibanding Amerika Serikat, Italia, dan Spanyol.

AS sendiri sejauh ini menurut data Johns Hopkins University of Medicine menjadi negara paling parah terkena virus corona. Per Kamis 2 April 2020, kasus positif coronaa di Amerika mencapai 216.722 orang dengan kematian 5.137 orang dan sembuh 8.672 orang.

Terkait hal ini, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan, sebenarnya kasus corona di negaranya bisa jauh lebih baik tertangani jika China terbuka soal data dari awal. Pasalnya, sejak awal kemunculan, China malah seolah menutupi kasusnya kepada dunia.

“Kenyataannya adalah bahwa kita bisa lebih baik jika China lebih terbuka. Tapi yang nampak jelas sekarang adalah bahwa jauh sebelum dunia mengetahui, pada Desember, China sudah berurusan dengan ini, dan sebulan kemudian wabah itu makin nyata di China,” kata Pence seperti melansir dari CNN.

Sementara itu, ahli imunologi Gedung Putih, Deborah Brix, mengatakan, laporan kasus korban corona dari China sebenarnya sangat penting. Sebab ini mempengaruhi bagaimana negara-negara lain untuk merespons wabah tersebut.

baca juga

“Komunitas medis menafsirkan data China lebih kecil dari yang diperkirakan (palsu),” katanya.

“Saya pikir, kita mungkin kehilangan sejumlah besar data, sekarang apa yang kita lihat terjadi pada Italia dan apa yang terjadi pada Spanyol.”

Bisa puluhan kali lipat

Temuan intelijen AS ini makin menguatkan banyak pihak yang meragukan data kematian corona di China. Marco Rubio, seorang senator terkemuka dari Partai Republik dan mantan kandidat presiden dari AS, mengatakan data China memang sangat aneh.

Pun demikian dengan dengan Pemerintah Inggris. Mereka juga meragukan pelaporan China. Menteri Konservatif dan mantan kandidat Perdana Menteri Michael Gove mengatakan Partai Komunis China tidak dapat dipercaya.

“Beberapa laporan dari Tiongkok tidak jelas tentang skala, sifat, daya menular dari (virus) ini,” katanya kepada BBC.

Sementara itu sumber lain mengatakan total infeksi di China sebenarnya bisa mencapai 40 kali lipat dari yang dilaporkan saat ini.

Ini diperkuat dengan laporan jumlah korban tewas akibat virus di China, di mana para tenaga medis di Wuhan, yang acap mengawasi rumah duka, mengklaim mereka telah ‘bekerja sepanjang waktu’ untuk membuang mayat.

Laporan lain menyebut ada 3.500 guci yang dibagikan oleh krematorium setiap harinya di China. Sementara Caixin melaporkan, satu rumah duka di Kota Wuhan saja telah memesan 5.000 guci.

Warga setempat di sana juga percaya bahwa upaya untuk membuang mayat-mayat korban virus corona di China dimulai 23 Maret dan pemerintah kota mengatakan proses itu akan berakhir pada 5 April mendatang.

Itu berarti sekitar 42.000 guci dibagikan dalam kerangka waktu tersebut atau sepuluh kali lipat dari angka yang dilaporkan saat ini.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

UEFA Bantah Deadline Liga Champions 2019/2020 pada 3 Agustus

UEFA Bantah Deadline Liga Champions 2019/2020 pada 3 Agustus

Bola | Senin, 06 April 2020 | 12:21 WIB

Jadi ODP Corona, Pendatang Masuk ke Banjarbaru Wajib Celupkan Jari ke Tinta

Jadi ODP Corona, Pendatang Masuk ke Banjarbaru Wajib Celupkan Jari ke Tinta

News | Senin, 06 April 2020 | 12:14 WIB

Waspada! Ada Malware Berkedok Informasi COVID-19 di Komputer

Waspada! Ada Malware Berkedok Informasi COVID-19 di Komputer

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 12:15 WIB

Bebas Ganjil Genap, Bukan Berarti Tilang e-TLE Jadi Kendor

Bebas Ganjil Genap, Bukan Berarti Tilang e-TLE Jadi Kendor

Otomotif | Senin, 06 April 2020 | 12:06 WIB

Malaysia Lockdown, Keluarga dan Anak Balita Cuma Bisa Makan Nasi Pakai Gula

Malaysia Lockdown, Keluarga dan Anak Balita Cuma Bisa Makan Nasi Pakai Gula

News | Senin, 06 April 2020 | 12:11 WIB

Kemenkes: Isolasi Mandiri Jadi Kunci Pencegahan Virus Corona

Kemenkes: Isolasi Mandiri Jadi Kunci Pencegahan Virus Corona

News | Senin, 06 April 2020 | 12:03 WIB

Kemenkes: Isolasi Diri dari Virus Corona Bukan Mengasingkan Diri

Kemenkes: Isolasi Diri dari Virus Corona Bukan Mengasingkan Diri

News | Senin, 06 April 2020 | 11:55 WIB

Sembuh dari Corona Covid-19, Andrea Dian Beberkan Asupan Nutrisinya

Sembuh dari Corona Covid-19, Andrea Dian Beberkan Asupan Nutrisinya

Health | Senin, 06 April 2020 | 12:15 WIB

Doa Makan Konate untuk Kesembuhan Wander Luiz

Doa Makan Konate untuk Kesembuhan Wander Luiz

Bola | Senin, 06 April 2020 | 12:15 WIB

Seperti Covid-19, Flu Spanyol Juga Ditangani dengan Obat Malaria

Seperti Covid-19, Flu Spanyol Juga Ditangani dengan Obat Malaria

Health | Senin, 06 April 2020 | 12:07 WIB

Terkini

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:34 WIB

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:31 WIB

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:30 WIB

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:25 WIB

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Jawa Tengah | Sabtu, 26 September 2026 | 15:22 WIB

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 15:18 WIB

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 15:11 WIB

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:10 WIB

×