Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang

Minggu, 05 April 2020 | 14:47 WIB
Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang
Dokter Li Wenliang, dokter China pertama yang memperingatkan bahaya virus corona. (Foto: Weibo/via BBC Indonesia)

Suara.com - Li Wenliang, dokter China yang menjadi whistleblower wabah Covid-19 pertama kali akhirnya diberi penghargaan besar oleh pemerintah. Sayangnya penobatan sebagai "martir" baru diberikan setelah dokter tersebut meninggal dan sempat dibungkam oleh kepolisian Wuhan.

Mengalihbahasakan dari Business Insider, Li termasuk di antara 12 petugas medis yang meninggal dan diberikan kehormatan resmi oleh Partai Komunis Tiongkok pada hari Kamis (2/4/2020).

Sebutan martir adalah kehormatan tertinggi yang dapat diberikan Partai Komunis kepada seorang warga. Penghargaan itu diiberikan kepada mereka yang tewas saat bekerja untuk melayani Tiongkok.

Li adalah seorang dokter mata yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Pada akhir Desember, ia bercerita pada rekan-rekannya tentang melalui WeChat tentang datangnya wabah yang mengkhawatirkan.

Saat itu, dokter Li menyebut Covid-19 dengan penyakit baru yang mirip sindrom pernafasan akut akut (SARS).

Sayangnya, imbauan awal Li malah disebut sebagai pembuat keresehan. Ia dipaksa oleh pihak kepolisian Wuhan untuk menandatangani surat yang mengakui bahwa dia telah menyebarkan desas-desus dan membuat berita palsu.

Li kemudian tertular virus corona dan meninggal pada 7 Februari di Rumah Sakit Pusat Wuhan, tempat ia bekerja.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Li mengatakan kepada The New York Times melalui pesan singkat.

"Jika para pejabat telah mengungkapkan informasi tentang epidemi sebelumnya, saya pikir itu akan jauh lebih baik. Harus ada lebih banyak keterbukaan dan transparansi," kata Li pada The New York Times.

Baca Juga: Tak Disarankan Kemenkes, Pemkot Surabaya Enggan Bongkar Bilik Disinfektan

Ilustrasi virus corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Kematiannya disambut dengan kemarahan dari banyak orang Tiongkok. Masyarakat meminta pemerintah memberikan kebebasan berbicara, memutuskan sensor oleh negara, dan permintaan maaf kepada Li.

Pada 19 Maret, badan anti-korupsi utama China, Komisi Pengawas Nasional (NSC), memutuskan bahwa hukuman yang diberikan pada Li adalah tindakan yang tidak patut.

NSC mengatakan polisi harus bertanggung jawab dan hukuman Li harus dibatalkan.

China secara proaktif menyensor konten di media sosial yang kritis terhadap respons negara terhadap krisis Covid-19. Pada awal Maret, sebuah undang-undang baru mulai berlaku yang mengkriminalkan pengiriman konten ilegal dan negatif yang kritis terhadap pemerintah.

Pada Sabtu (4/4/2020) pukul 10 pagi waktu setempat, seluruh warga China akan menciptakan keheningan selama tiga menit untuk menghormati semua martir yang tewas saat melawan virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI