Banyak Fitnah di Tengah Wabah Corona, Menteri Luhut Mendadak Rindu Gus Dur

Reza Gunadha | Farah Nabilla
Banyak Fitnah di Tengah Wabah Corona, Menteri Luhut Mendadak Rindu Gus Dur
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. [Dok Kemenko Kemaritiman]

"Mengapa kita malah terus-terusan mencari perbedaan, tanpa sedikit pun berpikir persatuan?" tulis Menteri Luhut.

Suara.com - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak habis pikir dengan ujaran kebencian dan fitnah yang terus terjadi di tengah krisis covid-19.

"Mengapa kita malah terus-terusan mencari perbedaan, tanpa sedikit pun berpikir persatuan?" tulis Menteri Luhut, Kamis (9/4/2020).

Dalam keterangan teretulis tersebut, Luhut menganggap tuduhan dan ujaran kebencian sudah melampaui batas.

Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan ini mengenang wejangan mantan presiden Gus Dur soal pesatuan.

"Momen seperti ini membuat saya rindu kepada almarhum Gus Dur yang semangat positifnya selalu menginspirasi setiap langkah saya menjalani hidup sebagai pejabat negara," kenang Luhut.

Luhut Pandjaitan mengenang pesan Gus Dur soal persatuan. (Instagram/luhut.pandjaitan)
Luhut Pandjaitan mengenang pesan Gus Dur soal persatuan. (Instagram/luhut.pandjaitan)

Luhut mengaku ia juga belajar bahwa perdeaan dan kritik pasti ada dan tidak bisa dihilangkan.

"Saya selalu mempersilahkan siapa pun yang ingin menyampaikan keirik untuk datang dan duduk bersama mencari solusi permasalahan bangsa. Bukan dengan melempar ucapan yang menimbulkan kegaduhan tanpa fokus pada inti permasalahan," tukas Luhut.

Ia menyimpulkan bahwa ujaran kebencian dan fitnah bukan contoh yang baik bagi pendidikan moral dan pendewasaan generasi bangsa.

"Maka perlu dilakukan sebuah tindakan untuk setidaknya membuat masyarakat Indonesia, juga anak-cucu saya, bisa belajar dan paham bahwa setiap tindakan pasti ada konsekuensinya," tukas Luhut.

Luhut juga mengajak agar masyarakat bisa bertanggung jawab atas ucapan yang bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

"Jika kita berani mengucapkan dan melakukan suatu hal, mengapa kita tidak punya keberanian yang sama untuk mempertanggungjawabkannya?" tutup Luhut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS