Kenakan Pakain Mirip APD Viral, DPR Bingung yang Dibahas Bukan Sumbangannya

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 15 April 2020 | 21:30 WIB
Kenakan Pakain Mirip APD Viral, DPR Bingung yang Dibahas Bukan Sumbangannya
Foto Satgas Lawan Covid-19 DPP kenakan pakaian mirip APD viral. (ist)

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjawab soal foto viral ketika perwakilan anggota Satgas Lawan Covid-19 DPR yang disangka memakai pakaian menyerupai alat pelindung diri (APD) dengan berlatar belakang Gedung Nusantara III.

Apabila dilihat sekilas, pakaian bernuansa putih polos itu memang terkesan seperti APD. Namun, Wakil Ketua DPR sekaligus Koordinator Satgad Lawan Covid-19 Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pakaian tersebut hanya menyerupai, tetapi dari segi bahan berbeda dengan APD yang dipakai tenaga medis.

Lagipula, kata Dasco, pakaian serba putih itu merupakan seragam khas milik Satgas Lawan Covid-19 yang dipakai dalam rangka menyumbangkan APD untuk para tenaga medis.

"Yang kami pakai itu menyerupai, tapi bahannya berbeda. Sementara kami ke sana kan menyumbang APD yang benar-benar bisa dipakai untuk tenaga medis. Namanya seragam satgas kan kita boleh saja, itu kan sedang Covid begitu. Tapi bahannya berbeda dengan yang seragam untuk APD untuk medis. Nah yang kami sumbangkan itu kan lebih banyak dan kualitasnya lebih ya memang standar APD, beda dengan yang kami pakai," tutur Dasco kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).

Satgas Lawan Covid-19 menyerahkan bantuan, Jakarta,Selasa (14/4/2020). (Dok : DPR)
Satgas Lawan Covid-19 menyerahkan bantuan, Jakarta,Selasa (14/4/2020). (Dok : DPR)

Meski foto para Dewan berpakaian menyerupai APD tengah viral dan mendapat sorotan serta kritikan di media sosial, Dasco tidak ingin mempermasalahkan. Dasco mengaku masih berbaik sangka dengan menilai kritikan di media sosial tesebut sebagai masukan bagi DPR.

Meski demikian, Dasco merasa heran yang menjadi sorotan justru aksi jajaran Satgas Lawan Covid-19 saat berfoto di Kompleks Parlemen menggunakan seragam, bukan aksi mereka ikut menyalurkan bantuan.

"Yang kita bingung itu kan, bukan dibahas yang sumbangan kita yang banyak dan berkualitas. Malah seragam kita, itu kan seragam. Kalau ada kegiatan kan orang boleh saja bikin seragam, mau kaus kek, mau bahannya apa kek. Ini kebetulan menyerupai APD, tapi bukan APD standar. Kita memang sengaja bikin untuk standar saja," ujar Dasco.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IX yang bertindak selaku Deputi Hubungan Antar Lembaga di Satgas Lawan Covid-19, Emmanuel Melkiades Lakalena mengatakan seragam itu tepatnya digunakan para Dewan saat mendistribusikan bantuan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Sesuai prosedur dan protokol kesehatan, Satgas DPR RI yang kunjungi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet melihat kondisi lapangan harus memakai APD standar biasa untuk mencegah penularan. Hal biasa kalau melihat pasien Covid pasti semua orang juga lakukan yang sama. DPR RI membantu APD dan obat-obatan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. APD ini yang diproduksi dan dibagi ke rumah sakit dan puskesmas se-Indonesia," kata Melki kepada wartawan.

Adapun anggota Satgas menggunakan bus untuk bersama menuju ke RS Wisma Atlet. Melki berlasan seragam itu memang sengaja dibuat dan diperuntukan untuk anggota Satgas agar tidak merepotkan dan menggunakan APD yang disediakan oleh tempat tujuan yang hendak mereka bantu.

"Dari DPR RI rombongan ke Wisma Atlet pakai bus DPR RI. Kita tidak mau repotkan Wisma Atlet makanya pakai APD sendiri yang juga disumbangkan ke berbagai rumah sakit," tandasnya.

Diketahui, foto jajaran Satgas Lawan Covid-19 viral dan mendapat banyak komentar serta kritikan dari netizen di media sosial Twitter. Salah satu akun @Hanifah933 milik Hanifah Andini ikut membagikan foto tersebut.

"Dear @DPR_RI Foto Selfie dgn memakai BAJU APD sementara PARAMEDIS diseluruh Nusantara BERJIBAKU KEKURANGAN APD ... You are all so embarrassing and heartless #TotalitasLawanCorona," tulis akun @Hanifah933.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Rapid Test Dinilai Kurang Valid, Pemkot Solo Beralih ke Swab Test

Hasil Rapid Test Dinilai Kurang Valid, Pemkot Solo Beralih ke Swab Test

Jawa Tengah | Rabu, 15 April 2020 | 21:25 WIB

Ahli Epidemiologi UI Sebut Birokrasi Penetapan PSBB Seperti Izin Usaha

Ahli Epidemiologi UI Sebut Birokrasi Penetapan PSBB Seperti Izin Usaha

News | Rabu, 15 April 2020 | 21:11 WIB

2.447 Orang di Jakarta Positif Corona, 246 di Antaranya Meninggal Dunia

2.447 Orang di Jakarta Positif Corona, 246 di Antaranya Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2020 | 21:09 WIB

Hits Health: Tes Corona dengan Air Liur, Angka Kesembuhan Capai 79 Persen

Hits Health: Tes Corona dengan Air Liur, Angka Kesembuhan Capai 79 Persen

Health | Rabu, 15 April 2020 | 21:00 WIB

Kades Cianjur Minta Ratusan KK Dapat Bansos Corona, Cuma 27 KK yang Dapat

Kades Cianjur Minta Ratusan KK Dapat Bansos Corona, Cuma 27 KK yang Dapat

Jabar | Rabu, 15 April 2020 | 20:53 WIB

Efek Corona, Pelayanan Digital Disdukcapil Bantul Meningkat Tajam

Efek Corona, Pelayanan Digital Disdukcapil Bantul Meningkat Tajam

Jogja | Rabu, 15 April 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

News | Senin, 13 April 2026 | 13:58 WIB

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

News | Senin, 13 April 2026 | 13:54 WIB

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

News | Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

News | Senin, 13 April 2026 | 13:43 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB