Curahan Hati Para Relawan dalam Memutus Rantai Wabah Covid-19

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 04:50 WIB
Curahan Hati Para Relawan dalam Memutus Rantai Wabah Covid-19
Seorang relawan Palang Merah Kenya memberikan edukasi soal cuci tangan di Nairobi. [Georgina Smith/Al Jazeera]

Suara.com - Maureen Akinyi merupakan satu di antara ratusan ribu relawan Palang Merah yang kini berupaya membantu memberikan edukasi soal virus corona ke masyarakat.

Turun ke jalanan Nairobi, bertemu para warga dan mengabarkan infromasi yang benar soal Covid-19 merupakan kegiatan sehari-hari Akinyi, sebagai mana dilansir dari laman Al Jazeera

Meski angka kematian tinggi akibat pandemi ini, tak lantas menyurutkan niat Akinyi untuk bersua dengan para warga, mendemostrasikan cara cuci tangan yang benar, hingga penjelasan soal physical distancing.

Dibantu seorang rekan yang punya keahlian menggunakan bahasa isyarat, dirinya juga menyambangi mereka yang mempunya keterbatasan pendengaran, guna memberikan pesan kesehatan terkait virus corona.

"Saya senang melakukan sesuatu untuk masyarakat. Secara finansial saya tidak bisa, tetapi saya bisa memberikan pelayanan," kata Akinyi.

Senada dengan Akinyi, Dorothy Anjuri, koordinator Palang Merah Kenya bagian respon psikososial juga terjun langsung untuk memberikan fakta terkait wabah ini kepada masyarakat.

Anjuri menyebut, masyarakat Kenya masih memiliki perhatian yang kurang terkait penyakit Covid-19.

"Menurut saya, masyarakat tidak menyadari bahwa penyakitnya dekat dengan mereka," kata Anjuri.

"Kami kenal orang-orang di permukiman yang berpikir penyakit ini bukan untuk orang-orang di Kenya," lanjut dia.

Banyak informasi salah soal Covid-19 yang beredar dan berkembang di masyarakat Kenya. Misalnya, klaim bahwa virus tersebut hanya akan menginfeksi orang kaya, orang kulit hitam tak akan bisa terjangkit, atau informasi soal virus corona yang bisa dicegah dengan minum alkohol.

Selain pesan kesehatan soal cuci tangan dan physical distancing, masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi soal informasi-informasi yang salah dan palsu.

Selain berkembang secara mulut ke mulut di masyarakat, informasi salah dan hoaks terkait Covid-19 juga berkembang subur di media sosial.

Pemimpin gerakan digital #Defyhatenow, Nelson Kwaje, bersama timnya kini berfokus menghalau infromasi palsu yang tersebar di media sosial, seperti soal 'ramuan' penangkal virus Covid-19 yang berasal dari air rebusan lemon dan bawang atau minum teh tanpa gula.

"Kami ingin meluruskan informasi yang salah, sekaligus melatih warganet supaya lebih cerdas mendeteksi hoaks, serta berpikir kritas dengan mempertanyakan berbagai hal," kata Kwaje.

Kekerasan berbasis gender

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langgar Aturan, Sedikitnya 19.434 Orang Ditangkap Selama Malaysia Lockdown

Langgar Aturan, Sedikitnya 19.434 Orang Ditangkap Selama Malaysia Lockdown

News | Minggu, 26 April 2020 | 19:17 WIB

Longgarkan Lockdown, Spanyol Izinkan Anak-Anak Keluar Rumah

Longgarkan Lockdown, Spanyol Izinkan Anak-Anak Keluar Rumah

News | Minggu, 26 April 2020 | 18:10 WIB

Meninggal karena Covid-19, Istri Temukan Catatan Selamat Tinggal dari Suami

Meninggal karena Covid-19, Istri Temukan Catatan Selamat Tinggal dari Suami

Health | Minggu, 26 April 2020 | 17:25 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB